
Aku pun segera menuju kekantor tempatku bekerja,kedatanganku bersama dengan bimo membuat semua rekan kerjaku terkejut apa lagi mereka mengetahui aku mengundurkan diri karena akan segera menikah.Tidak lupa aku mengenalkan bimo ke atasanku yang merupakan teman sekolahku.
"Kenapa kau mengundurkan diri?apa gaji yang aku berikan tidak cukup?"
"Bukan begitu aku akan segera menikah,kenalkan ini calon suamiku"
"Bimo" bimo pun memperkenalkan dirinya.
"Tapi kenapa mendadak begini?"
"Aku yang memaksanya segera menikah karena aku takut dia akan diambil orang" kata-kata yang diucapkan bimo membuat kami tertawa.
"Baiklah kalau begitu kami permisi ya karena kami harus segera ke studio foto"
"Baiklah kalau begitu selamat menempuh hidup baru" kami pun berpelukan.
Setelah urusan dikantorku selesai kami pun segera menuju ke studio foto,aku pun segera dirias sedangkan bimo menunggu sampai tertidur di sofa,setelah selesai aku pun membangunkan bimo agar bersiap untuk dirapikan rambutnya dan dipoleskan sedikit make up agar menunjang penampilannya.Hingga menjelang sore pemotretan pun selesai kami pun melihat hasilnya satu persatu hasil jepretan pihak studio dan kami pun puas,tidak lupa aku meminta beberapa foto untuk aku bagikan kesosial mediaku begitu juga dengan bimo dia menjadikan foto prewedding kami sebagai foto profilnya di berbagai sosial medianya.
Ambar yang melihat postinganku pun mengirimiku pesan,dia tidak menyangka aku akan segera menikah sementara selama ini dia berusaha mendekatiku dan aku selalu mengelak atau yang lebih tepatnya lagi aku selalu menghindarinya setiap kali dia ingin menyatakan perasaannya bahkan beberapa kali ambar mengajakku menikah.Aku pun tidak bisa menjawab pesan singkat yang dikirimkan ambar,aku pun hanya membaca isi pesannya saja.
"Aku tidak menyangka secepat itu kau akan menikah,kau bahkan menolakku tapi selamat ya" begitulah isi pesan ambar.
__ADS_1
"Ada apa sayang?" tanya bimo.
"Tidak ada apa-apa" jawabku.
Aku dan bimo pun pergi untuk berwisata bersama,selama perjalanan bimo yang menyetir dan aku hanya duduk disebelahnya.Bimo tampak bahagia karena sebentar lagi kami akan segera menikah,aku pun bahagia karena aku tidak perlu lagi menyandang status jandaku karena tidak ada satu pun wanita yang ingin menyandang status itu.
"Sayang ada yang ingin aku tanyakan tapi aku harap kau tidak tersinggung dengan pertanyaanku ini"
"Katakan saja aku akan mendengarkan dan menjawabnya"
"Apakah selama ini kau kb?"
"Aku sudah lama melepas kb ku semenjak aku memutuskan untuk menikah dengannya,kenapa?" aku pun bertanya kembali ke bimo.
"Aku masih ingin bekerja bim"
"Aku tidak melarangmu bekerja selama tidak mengganggu kehamilanmu nantinya"
"Terima kasih bim" bimo mengambil tanganku lalu dikecupnya sembari matanya tetap fokus menyetir.
Kami pun tiba di tempat wisata,kami berjalan dengan bergandengan tangan layaknya pasangan kekasih.Kami begitu menikmati kebersamaan kami karena keesokan harinya bimo akan kembali kejakarta karena dia sudah beberapa hari meninggalkan pekerjaannya.
__ADS_1
"Kau yakin tidak ingin ikut aku kembali ke jakarta?"
"Haruskah aku ikut denganmu?"
"Aku akan sangat senang kalau kau kembali bersamaku"
"Lalu bagaimana dengan anak-anak?"
"Kau bisa mengajak anak-anak tinggal bersama setelah mereka naik kelas karena tidak mungkin mereka pindah mendadak seperti ini"
"Bagaimana kalau anak-anak menolak?"
"Kita bisa pulang ke rumah mama kalau kau merindukan anak-anak"
"Benarkah kau akan mengijinkanku pulang?"
"Tentu saja"
"Baiklah aku akan ikut denganmu"
"Aku akan memesan tiket untuk kita berdua"
"Bim aku belum berkemas,sebaiknya kita jangan terlalu lama disini"
"Kau benar,ayo kita istirahat disana setelah itu kita pulang "
__ADS_1