Bercerai Karena Mertua

Bercerai Karena Mertua
Menginaplah disini...


__ADS_3

Gerry begitu perhatian padaku aku yang mendapatkan perlakuan lembut darinya membuat hatiku bergetar ketika berada disampingnya. Gerry berbeda dengan rai, selain tampan dan lembut gerry jauh lebih dewasa.Aku hanya bisa diam menerima bantuan dari gerry yang membantuku mengompres bekas tamparan tangan rai yang membekas dan menimbulkan rasa perih, rasa sakit dipipiku tidak sembanding dengan rasa sakit dihatiku melihat rai menghianatiku. Ponselku pun terus-terusan berdering dan aku mengabaikannya karena itu panggilan dari rai, gerry pun mengambil ponselku lalu dimatikan ponselku agar rai tidak bisa menghubungiku sekaligus agar aku bisa lebih menenangkan pikiranku.


"Menginaplah disini sampai pikiranmu tenang, ambil cuti" kata rai sambil mengoleskan obat diwajahku.


"Terima kasih tapi aku harus pulang" jawabku.


"Tidak aku tidak akan mengijinkanmu pulang, jangan membantah"


"Gerry benar sebaiknya kamu menginap saja, tenangkan pikiranmu disini" mira pun ikut menimpali.


"Baiklah kalau begitu,terima kasih banyak"


"Aku harus pergi tidak apa kan aku tinggal sebentar? " tanya mira.


"Pergilah aku akan menunggumu"


"Aku berangkat ya kalau butuh apa-apa ada gerry"

__ADS_1


"Baik"


Setelah mira pergi tinggallah aku dengan gerry di kamar mira, gerry yang duduk disampingku hanya diam begitu juga denganku yang memikirkan langkah apa yang akan aku ambil setelah apa yang rai lakukan.


"Apakah masih sakit? " tanya gerry pelan.


"Sedikit" jawabku.


"Apakah kau akan terus bersamanya setelah apa yang dia lakukan? " tanya gerry yang kini telah menatapku dengan mata tajamnya.


"Entahlah aku tidak bisa memutuskannya sekarang, apa lagi kami punya anak" jawabku.


"Terima kasih aku akan menghubungimu bila aku membutuhkan pertolongan" kataku lalu menarik kembali tanganku namun dicegah gerry.


"Aku menyukaimu sejak pertama kali kita bertemu, aku tahu ini bukan saat yang tepat untuk menyatakan perasaanku tapi aku sudah tidak bisa menahannya apa lagi ketika dia menyakitimu" rai pun membelai pipiku.


"Maafkan aku gerry,kita tidak mungkin bisa bersatu karena aku sudah menikah dan aku punya dua orang anak"

__ADS_1


"Aku akan menunggumu dan aku berjanji akan menyanyangi anakmu seperti anakku sendiri"


"Terima kasih, kamu pria yang baik tapi untuk saat ini aku ingin fokus dengan rumah tanggaku"


"Aku akan tetap menanti"


Mendengar apa yang gerry ucapjan membuat hatiku senang sekaligus bimbang,aku binggung harus mempertahankan rumah tanggaku atau harus mengakhirinya dan berlari ke pelukan gerry. Entahlah aku bingung karena sebelah hatiku telah terisi sosok gerry yang belakangan hadir dikehidupanku.


"Maaf den makanannya sudah siap" jawab wanita paruh baya yang bekerja dirumah gerry.


"Terima kasih bik kami akan segera kesana"


"Baik den"


"Ayo kita makan" gerry pun mengulurkan tangannya dan mengajakku ke ruang makan dirumahnya.


Berbagai macam masakan tertata dimeja. aku dan gerry pun mulai menikmati makan malam kami,aku hanya melirik ke arah gerry sekilas dan hanya sebentar saja. setelah selesai makan gerry pun berpamitan untuk mandi sedangkan aku duduk diruang tamu dengan ponsel ditanganku.

__ADS_1


Setelah memikirkan cukup lama aku pun memutuskan menghidupkan kembali ponselku, ada begitu banyak pesan yang rai kirimkan ke ponselku. Belum sempat aku membacanya rai kembali menghubungiku aku pun hanya diam enggan menjawab panggilan darinya.


__ADS_2