Bercerai Karena Mertua

Bercerai Karena Mertua
Pergilah...


__ADS_3

Amanda yang sudah menyadari obat itu telah bekerja berpura-pura tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Bimo yang sedang melawan birahinya terus menahan diri agar tidak menerkam wanita yang ada didepannya.


"Mas kau kenapa? kau berkeringat" amanda pun membantunya menghapus keringat yang bercucuran.


"Apa yang kau taruh diminumanku? " bimo pun menggam pergelangan tangan amanda dengan kuat.


"Apa maksudmu mas? kau membuatku takut"


"Aku tahu kau yang menaruh obat perangsang diminumanku"


"Kau salah paham mas aku tidak melakukan itu semua, aku hanya mengambil teh yang ada di dapur dan menambahkan gula dan air panas saja"


"Benarkah? "


"Aku berani bersumpah mas aku tidak tahu apa-apa,lepas mas tanganku sakit" amanda pun meronta menghentakkan tangannya agar dilepas oleh bimo.


"Pergilah biar aku yang mengatasi ini semua"


"Ta-tapi mas"


"Pergi!! " bimo pun berlari ke kamar mandi untuk menuntaskan hasratnya.

__ADS_1


"Mas.. apa kau baik-baik saja? buka mas.."


"Aku sudah menyuruhmu untuk pergi tapi kau masih disini" kata bimo yang keluar dengan wajah basah karena dia menyiramkan air dingin ke wajahnya agar segera tersadar kembali.


"Bagaimana bisa aku meninggalkanmu dalam kondisi yang aku tidak tahu apa yang terjadi denganmu"


Bimo pun menarik tubuh amanda lalu diciumnya dengan kasar dan tangannya pun tidak tinggal diam meraba kesekujur tubuh amanda dan berhenti di bukit kembarnya. Diremasnya tanpa melepaskan ciumanan mereka...


"Mas... "


"Aku membutuhkanmu amanda, bantu aku menuntaskan ini semua aku janji aku akan bertanggung jawab"


"Tapi ini.. mana mungkin kita melakukannya disini"


"Tapi tante"


"Aku akan melakukannya dengan cepat"


Dengan terburu-buru karena sudah tidak bisa menahan gairahnya bimo melepaskan semua pakaiannya sedangkan amanda membuka semua pakaiannya seperti yang diperintahkan bimo,kini keduanya telah bugil dan tanpa membuang waktu lagi bimo membawa amanda ke ranjang lalu diciumnya bibir amanda kembali. Setelah puas bermain di bibir bimo turun menjelajahi seluruh tubuh amanda dan setelah puas bimo pun memulai aksinya dan sesaat kemudian yang terdengar hanyalah suara ******* mereka.


Rina yang telah kembali secara diam-diam dan langkah perlahan masuk ke dalam rumahnya dan membuka pintu kamar merekam adegan yang tengah terjadi antara bimo dan amanda. Setelah mendapat rekaman itu rina pun segera menuju ke dapur mempersiapkan makan siang dengan menyibukkan diri didapur,semua itu ia lakukan agar bimo tidak mencurigainya sebagai otak dari semua yang terjadi. Berpura-pura tidak tahu adalah jalan terbaik baginya, setelah semua makanan tersaji dengan langkah perlahan rina mendekati kamar yang dimana bimo melanjutkan ronde keduanya bersama amanda.

__ADS_1


"Ini saat yang tepat untuk aku memergoki mereka" kata rina setelah mendengar lenguhan bimo.


"Astaga apa yang kalian lakukan? bimo,manda jelaskan"


"Tante bimo... " amanda pun menutup wajahnya dengan bantal.


"Bimo kenapa kamu melakukan itu semua? "


"Bimo bisa jelaskan ma, tolong mama keluar agar kami bisa berpakaian"


"Mama tunggu diluar" kata rina berpura-pura marah.


"Pakai bajumu"


"Mas bagaimana ini? kau janji tadi akan bertanggung jawab"


"Tenanglah aku tidak akan lari dari tanggung jawabku dan kita akan segera menikah"


"Janji mas? "


"Aku janji"

__ADS_1


Bimo dan amanda pun keluar dari kamar setelah berpakaian rapi, amanda bersembunyi dibelakang tubuh kekar bimo. Rina pun hanya menatap kedua insan yang baru saja melakukan hubungan terlarang itu,dengan perasaan malu bimo duduk dengan amanda yang berada disampingnya.


__ADS_2