Bercerai Karena Mertua

Bercerai Karena Mertua
Perkelahian tak terelakkan...


__ADS_3

Aku hanya bisa berdiri menyaksikan pertikaian mereka karena aku tidak tahu harus berbuat apa, terus terang saja sejak dulu aku sangat takut melihat orang berkelahi.Itu lah sebabnya aku memutuskan tetap berada di tempatku saja dan menjadi penonton disana...


"Berani sekali kau menjambak rambutku perempuan tua" bentak wanita itu ke ibu mertuaku.


"Aku bahkan berani berbuat lebih padamu, dasar perempuan penggoda"


"Aku tidak menggoda suamimu tapi suamimu ini lah yang mendekatiku"


"Kalian berdua sama saja" kata mertuaku memutar-mutar tubuh wanita selingkuhan suaminya lalu melemparkan tubuhnya hingga terpental ketembok lalu terjatuh dilantai.


"Sayang...sakit sekali" wanita itu merenggek meminta bantuan papa rai.


"Lihat apa yang kau lakukan pada pacarku? " tubuh mertuaku pun didorong dengan keras lalu membentur dinding.


"Demi dia kamu berani mendorongku? " kata mertuaku dengan tangan masih memegang punggungnya yang sakit akibat didorong suaminya.


"Itu karena kau berani melukai pacarku, lihat akibat dari perbuatanmu perempuan tua"


"Dasar tua bangka tidak tahu diri, dia hanya mengincar uangmu saja buka matamu" kata mama mertuaku tidak mau kalah.

__ADS_1


"Sudah.. sudah sebaiknya aku pulang saja, silahkan kalian teruskan pertengkaran kalian" wanita itu pun pergi dari rumah kami.


"Kau lihat pacarku sudah pergi, harusnya kau malu dengan perbuatanmu itu"


"Kau yang seharusnya malu berani membawa wanita itu kerumah ini"


"Ini rumahku terserah aku mau membawa siapa saja, lihat dirimu selain tua kau juga sangat gemuk aku hampir tertawa ketika melihatmu jatuh seperti kodok tua yang tidak berdaya" hinaan pun keluar dari mulut papa rai.


Setelah mengucapkan kata-kata ejekan dan hinaan papa rai pun pergi menyusul wanita idamannya itu, melihat keadaan sudah aman aku pun mendekati ibu mertuaku lalu membantunya untuk duduk di kursi ruang tamu.


Mertuaku pun hanya menangis disana, aku yang tidak tahu harus berbuat apa hanya bisa diam. Setelah puas menangis mertuaku pun masuk ke kamar lalu mengunci pintunya dari dalam,aku pun kembali masuk ke kamarku.Rai yang pagi itu entah pergi kemana aku pun tidak tahu karena pergi tanpa berpamitan denganku, aku pun mengambil ponselku menghubungi rai agar segera kembali kerumah dan menceritakan apa yang terjadi tadi.


"Mama buka pintunya, ini rai" rai yan telah tiba dirumah segera menuju ke depan pintu kamarnya, mendengar rai mengetuk pintu mertuaku pun segera keluar.


"Kenapa mama pulang sendiri dan tidak menunggu rai menjemput dibandara? " rai pun menenangkan mamanya.


"Mama sudah tidak sabar dan ingin melihatnya secara langsung"


"Kalau mama menunggu rai hal ini tidak akan terjadi"

__ADS_1


"Papamu itu benar-benar keterlaluan" mertuaku pun mengusap air matanya yang menetes dipipi.


"Ya sudah mama tenangkan diri dulu ya? "


"Mama tidak terima dipermalukan seperti ini didepan wanita itu"


"Lalu mau mama apa dan dimana papa? "


"Papamu pergi bersama wanita itu" jawab mertuaku yang masih menangis


"Ya sudah biar nanti rai saja yang bicara dengan papa"


"Mama ingin bercerai saja" kata mertuaku dengan menatap ke wajah rai.


"Masa cerai sih ma? "


"Untuk apa mama mempertahankan rumah tangga yang seperti ini?"


"Semua masih bisa dibicarakan baik-baik"

__ADS_1


"Tidak mama tetap akan bercerai, sebaiknya kita pindah saja dari rumah ini"


"Mama yakin mau bercerai dengan papa? " tanya rai mencari jawaban yang pasti.


__ADS_2