
Aku yang telah bertemu dengan pengacaraku dan mengatakan aku ingin hak asuh anak sepenuhnya ada ditanganku,setelah selesai membicarakan semuanya dengan pengacara aku pun pulang. Setibanya dibutik aku senang melihat papa mertuaku datang bersama mama susan,awalnya aku senang karena mereka mengunjungiku namun rasa senangku itu bertahan sebentar saja.
"Papa..mama.. sudah lama menunggu? " kataku.
"Kami baru saja tiba, bagaimana kabarmu? " tanya papa mertuaku.
"Baik pa.. papa mau bertemu dengan anak-anak? "
"Iya tapi nanti saja ada yang ingin papa bicarakan" kata papa mertuaku lalu aku mengajak mereka masuk keruang kerjaku.
"Kita bicara diruang kerjaku pa" kedua mertuaku itu pun mengikuti langkahku keruang kerja.
"Begini nak... bimo sudah menceritakan semuanya sama kami, jalan satu-satunya sebaiknya anak-anak dibagi saja" kata papa mertuaku yang membuat aku terkejut mendengarnya.
"Dibagi pa? anak-anakku bukan harta gono gini loh, mereka darah dagingku" protesku.
"Jangan salah paham dulu, maksud papa biarlah salah satu anakmu ikut bimo"
__ADS_1
"Tidak pa aku tidak setuju dan aku mau hak asuh anak ada ditanganku, bimo bisa mengunjungi mereka tapi tidak untuk membawa mereka pergi tinggal bersamanya dan aku sudah menyewa pengacara untuk mengurus semua itu"
"Tapi bimo juga berhak atas anak-anaknya, tolonglah kamu jangan egois seperti itu" kata papa mertuaku.
"Egois pa? egois dari mana? aku sudah cukup baik selama ini menghadapi bimo yang hobi menikahi wanita diluar sana"kataku menahan emosi.
"Bimo itu laki-laki normal dan dia pria sukses jadi wajar kalau dia memiliki istri lebih dari satu" kata papa mertuaku.
"Papa!!" kata mama susan melotot ke arah papa mertuaku.
"Mama diam saja jangan ikut campur" kata papa mertuaku.
"Bimo anak papa satu-satunya sudah sewajarnya sebagai orang tua papa membelanya dan papa juga berharap kalian tidak bercerai tapi kalian bersikeras ingin bercerai" kata papa mertuaku membuang mukanya kearah lain.
"Keputusanku sudah bulat pa...aku akan bercerai dengan bimo dan hak asuh anak akan jatih ditanganku"
"Baiklah kalau itu maumu, papa akan mencari pengacara hebat untuk melawanmu dipengadilan dan hak asuh anak akan jatuh ditangan bimo" papa mertuaku pun pergi disusul mama susan.
__ADS_1
"Benar-benar menyebalkan" kataku meremas tanganku.
Aku pun menghubungi pengacaraku dan menceritakan semuanya. Semua itu aku lakukan agar pengacaraku bisa menyusun langkah untuk melawan bimo beserta keluarganya itu. Setelah selesai aku pun menemui mama yang sedang menemani anak-anakku.
"Tadi papa bimo datang ma" ceritaku.
"Lalu? "
"Mereka memihak ke bimo dan memintaku menyerahkan salah satu anak kami ke bimo"
"Kita tidak mungkin memisahkan anak-anak dan tempat terbaik dan ternyaman adalah bersama kamu yaitu ibunya"
"Mereka akan mencari pengacara untuk melawanku ma.. aku tidak menyangka mereka berubah secepat itu yang semula mereka ada dipihakku sekarang berubah memusuhiku"
"Kamu harus ingat nak darah lebih kental dari air,seburuk apa pun bimo orang tuanya pasti akan membelanya"
"Mama benar.. padahal disini akulah korban nya, bukan hanya sekali tapi sudah berkali-kali bimo menghianatiku"
__ADS_1
"Lalu apa kata pengacaramu? "
"Kita lihat saja nanti ma karena lawan kita juga bukan orang sembarangan"