Bercerai Karena Mertua

Bercerai Karena Mertua
Gelisah...


__ADS_3

Entah kenapa aku sangat gelisah dihari itu, bahkan aku tanpa sengaja menyenggol foto pernikahanku dengan bimo.Foto yang aku bingkai dan aku letakkan dimeja itu jatuh kelantai dan pecah. Aku menjadi tidak tenang, pikiranku kacau dan aku gelisah...


Aku pun memungut pecahan kaca itu satu persatu dan meletakkan kembali foto pernikahan kami ke nakas, setelah selesai menyapu kamarku aku pun segera menghubungi nomor ponsel bimo namun tidak aktif. Aku tidak putus asa aku coba mengiriminya pesan singkat namun hingga malam hari belum ada balasan dari bimo,bahkan dia pun tidak menghubungiku seperti biasanya.


"Maaf sayang aku sibuk dan hape ku low batt" begitulah pesan singkat yang dikirim bimo untukku dan dengan cepat aku membalas pesannya namun kembali tidak aktif karena kulihat hanya centang satu.


Aku pun mencoba untuk tidur dan membuang pikiran negative yang ada didiriku karena aku tahu kalau bimo sangat mencintaiku dan tidak mungkin berhianat. Aku pun tidur karena aku mulai mengantuk.


"Sayang bagaimana kalau kau ketahuan? "


"Aku sudah siap apa pun resikonya,aku akan menghadapi semua masalah "


"Apakah kau akan meninggalkanku kalau lily yang memintanya? "


"Tidak.. aku kepala keluarga maka aku yang berhak menentukan semuanya karena aku bukanlah pria yang bisa dikendalikan"


"Kau harus bersikap adil karena bagaimana pun aku ini istrimu"


"Tentu sayang aku akan bersikap adil"

__ADS_1


Tiga hari berlalu bimo pun pulang dan aku sangat senang, seperti biasa jami bersantai di kamar namun ada yang aneh karena ponselnya terus-terusan bergetar dan dengan cepat bimo akan mengambil ponselnya dengan menjauhiku ketika membalas pesan yang masuk.


"Siapa sayang? "


"Bukan siapa-siapa sayang ini dari pihak kantor"


"Kenapa kau harus disana membalasnya? "


"Ini masalah serius sayang"


"Apa ada yang kau sembunyikan dariku? "


Seperti biasa pagi hari aku pun menemani bimo sarapan lalu mengantarnya kedepan rumah, aku pun kembali masuk dan berinisiatif masak makanan kesukaan bimo dan mengantarkannya ke kantor. Ingin rasanya aku makan bersama dengannya dikantor. Siang itu setelah selesai masak dan mengemasnya aku pun bersiap mandi lalu ke kantor dan tidak lupa aku membawakan makan siang untuk papa mertuaku.


Setibanya aku dikantor bimo tidak ada disana, aku pun masuk ke ruang kerja papa mertuaku setelah mengetuk pintu terlebih dahulu. Aku pun meletakkan bekal makan siang untuk mertuaku itu di meja tempat mertuaku menerima tamu.


"Kenapa repot-repot mengantarkan makan siang? "


"Aku sengaja masak pa, bimo kemana pa diruangannya tidak ada dan kata mereka bimo pergi"

__ADS_1


"Mungkin dia menemui rekan bisnis dan makan siang diluar"


"Baiklah pa kalau begitu aku pulang saja"


"Terima kasih ya nak makan siangnya, hati-hati ingat kamu sedang mengandung"


"Baik pa"


Aku pun pulang dengan membawa kembali bekal makan siang yang aku siapkan untuk bimo, aku akui aku salah tidak memberitahukan terlebih dahulu kalau aku akan mengantarkan makan siang untuknya. Aku pulang dengan memesan taxi online, aku pun membuang jauh perasaan kecewaku.


"Aku buru-buru pulang karena menerima pesanmu"


"Aku sengaja masak untukmu karena aku ingin makan siang bersamamu"


"Setelah makan siang aku akan makan kamu" kata bimo mencolek dagu istri mudanya itu yang berpakaian seksi.


"Kau ini baru semalam kita berpisah sebentar masa iya kau akan melakukannya lagi? "


"Kau yang memancingku terlebih dahulu, lihat pakaianmu"

__ADS_1


__ADS_2