
Aku pun menyadari aku tidak bisa seperti ini terus,ada dua orang anak dan orang tuaku yang harus aku pikirkan perasaannya.Kedua anakku masih membutuhkanku karena saat ini hanya aku yang mereka miliki setelah rai mendekam dipenjara karena telah melakukan kekerasan padaku.
Aku pun mengunjungi makam gerry,ini kedua kalinya aku mengunjungi makamnya.aku datang dengan membawa bunga lalu aku pun membacakan doa untuk gerry,aku pun mengajak gerry bicara,banyak hal yang aku katakan padanya untuk mengobati rasa rinduku padanya.
"Apa kabar gerry,maaf aku baru mengunjungimu" tanpa kusadari air mataku pun mengalir.
"Sepi rasanya tanpa kamu,kenapa kamu pergi begitu cepat ger" kataku lalu tertunduk tidak sanggup melanjutkan kata-kataku.
"Aku janji ger aku akan bangkit dari keterpurukanku ini,aku harap kamu tenang disana" aku pun mengusap batu nisan gerry lalu aku pun menempelkan foto terakhirnya yang secara sembunyi-sembunyi aku memotretnya.
Cukup lama aku berada dimakam gerry,semua isi hatiku aku tumpahkan disana.Entah sudah berapa banyak air mata yang mengalir aku tidak memperdulikannya lagi.Aku pun berpamitan setelah terlebih dahulu mencium batu nisannya.
"Good bye gerry semoga kamu tenang disana dan diberi tempat terindah disisi tuhan" aku pun pergi tanpa berpaling lagi.karena aku berjalan dengan menunduk dan masih meneteskan air mata aku pun menabrak seseorang lalu tanpa melihatnya aku aku meminta maaf lalu pergi begitu saja.
"Maaf aku tidak melihatmu"
"Tidak apa "
"Aku duluan"
"Hei nona apakah ini milikmu?" tanya pria yang baru saja aku tabrak tadi.
"Oh ya benar itu dompetku" ternyata aku tidak mengunci tas yang aku bawa sehingga dompetku jatuh pun aku tidak tahu.
"Coba diperiksa kembali apakah ada yang hilang"
__ADS_1
"Tidak perlu aku percaya padamu,aku duluan" aku pun pergi.
Beberapa hari kemudian aku pun memutuskan untuk kembali bekerja,aku merasa bosan hanya berdiam diri menangisi kepergian gerry.Mira yang melihatku datang ke kantor langsung menghampiriku,kami pun kembali berpelukan dan menangis bersama.
"Kita harus kuat" kataku yang masih menggengam tangan mira.
"Kita pasti bisa" mira pun mencoba tersenyum.
"Ayo kita mulai pekerjaan kita"
"Hemmm penganti gerry sebentar lagi tiba"
" Ya aku mengerti " aku pun segera menuju ke meja kerjaku.
"Kamu yang beberapa hari yang lalu dipemakamankan?" tanya pria yang berdiri dihadapanku"
"Kamu??"
"Aku orang yang kamu tabrak pada saat dipekamanan,kamu masih ingat?"
"Ooh yaa...aku ingat,apa yang kamu lakukan disini?"
"Aku bekerja disini"
__ADS_1
"Kebetulan sekali" kataku.
"Kenalkan aku bimo"
"Lily" aku pun bersalaman memperkenalkan diri.
Setelah berkenalan kami pun kembali bekerja,jam makan siang atasanku itu pun keluar dari ruang kerjanya,melihat aku masih duduk mengerjakan pekerjaanku bimo mengajakku untuk makan siang bersama.aku pun bangun meninggalkan meja kerjaku menuju ke kantin bersama bimo.
"Kalau aku boleh tahu makam siapa yang kamu datangi?"
"Calon suamiku"
"Aku ikut prihatin..apa yang terjadi dengannya?"
"Kecelakaan lalu lintas"
"Kau pasti sangat terpukul"
"Ya..karena 1 hari sebelum pernikahan kami dia pergi untuk selama-lamanya"
__ADS_1