
Walau pun tante rina tidak menyukaiku aku tetap disana,aku pun duduk dan meminta bimo meninggalkan aku bersama mamanya agar aku bisa bicara dari hati kehati.Setelah bimo keluar aku pun mengambil kursi lalu duduk di dekat tempat tidur tante rina.
"Mau sampai kapan tante akan memusuhiku?" tanyaku.
"Kau mau tahu jawabannya?" tanya tante rina.
"Ya..apa alasan tante membenciku?"
"Karena aku tidak menyukaimu,kau itu janda tidak pantas untuk anakku"
"Tapi kami saling mencintai dan kami sudah menikah,janda hanya statusku"
"Tetap saja aku tidak menyukaimu"
"Tante aku juga tidak ingin menjadi janda,tapi itu sudah takdirku"
"Tinggalkan anakku karena belum terlambat"
"Aku tidak mau dan tidak akan meninggalkan bimo,apa tante tidak malu setelah memaksa bimo menikahi amanda?"
"Aku juga tidak menyangka amanda wanita seperti itu"
"Kenapa tante tidak berusaha mengenalku lebih dekat?maksudku kenapa tante tidak mencooba menerimaku?"
"Jangan bermimpi kamu" kata tante rina lalu memalingkan mukanya.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu silahkan tante berjuang memisahkan aku dengan bimo karena itu hanya akan sia-sia saja tante,semoga cepat sembuh" aku pun keluar dari ruang rawat tante rina.
"Aku tidak meminta tante menyukaiku,lakukan sesukamu" kataku yang kembali ke ruang rawat inap tante rina lalu pergi.
Aku langsung pulang karena aku kerumah sakit setelah pulang dari kantor,aku tidak ingin tiba dirumah malam hari.Dirumah aku yang telah selesai membersihkan tubuhku langsung menemui anakku yang dijaga pengasuh,kuciumi wajah mungilnya meluapkan rasa rinduku setelah seharian tidak bertemu dengannya karean aku sibuk bekerja.Aku kembali teringat perkataan tante rina,aku pun bertekad tidak akan meninggalkan bimo karena ada anak diantara kami.
"Bagaimana keadaan rina?" tanya mama susan.
"Masih sama ma..." jawbku.
"Semoga dia cepat sembuh dan diijinkan pulang kerumah.
"Semoga saja ma,tante rina tetap pada pendiriannya menyuruhku meninggalkan bimo" ceritaku.
"Sedikit" kataku lalu kami pun tertawa bersama.
Siang itu aku yang tengah asyik bekerja dikejutkan dengan kedatangan bimo,bimo duduk dengan wajah kusutnya.Wajah khas orang yang kurang tidur karena menjaga mamanya dirumah sakit,aku pun berjalan mendekatinya lalu duduk disampingnya dengan menyodorkannya segelas air putih.
"Kenapa ke kantor?lalu siapa yang menjaga mamamu?"
"Mama ada yang menjaganya,aku lelah" bimo pun menyandarkan kepalanya di bahuku.
__ADS_1
"Kau sudah makan?" bimo menjawab dengan menggelengkan kepalanya.
"Ayo kita makan direstoran" bimo menarik tanganku keluar.
"Tunggu bim aku ambil tas dulu" kataku lalu segera mematikan komputer diruang kerjaku lalu pergi bersama bimo.
Selesai makan siang bersama bimo aku terkejut karean bimo mengajakku ke hotel,aku protes karena ini masih jam kerjaku.Namun bimo memintaku menemaninya sebentar hanya untuk beristirahat,aku tahu itu hanya alasannya saja dan aku hanya bisa pasrah saja karena aku tahu itu tidak hanya beristirahat saja.
"Bim kenapa kehotel?"
"Aku lelah,temani aku sebentar"
"Tapi ini masih jam kerjaku" protesku.
"Kau ini menantu pemilik perusahaan,kau bebas mau masuk atau tidak"
"Tapi bim..."
"Aku lelah..aku butuh kamu sebentar saja menemaniku karena dirumah sakit aku tidak bisa tidur dengan nyenyak" mendengar kata-kata bimo aku hanya diam saja.
Siang itu setelah pergulatan panas kami,bimo pun tertidur.Aku yang tidak bisa tidur akhirnya mengambil ponselku berselancar mencari pakaian yang akan aku kenakan selama berada dihotel.Tidak butuh waktu lama pesananku datang.Aku pun duduk dengan secangkir kopi panas yang menemaniku selama aku bermain ponsel pintarku,sementara bimo masih tidur dengan suara dengkurannya.
__ADS_1