Bercerai Karena Mertua

Bercerai Karena Mertua
Penolakan tante rina...


__ADS_3

Dua hari setelah pertemuanku dengan mamanya bimo yaitu tante rina,aku mendapat panggilan dari nomor yang tidak aku kenal,tanpa ragu aku pun menganggkat panggilan itu.


 


"Halo" jawabku.


"Lily ini tante rina bisa kita bertemu siang ini?ada yang ingin tante bicarakan denganmu dan hanya kita berdua saja"


"Bisa tante"


"Baiklah tante tunggu di tempat kita bertemu kemarin"


"Baik tante "


 


Tepat pukul dua belas siang aku pun segera berangkat ke tempat aku membuat janji dengan tante rina,disana tante rina telah menungguku.melihat aku masuk tante rina pun melambaikan tangannya agar aku bisa melihatnya dimana dia duduk.Aku pun segera menghampirinya lalu duduk berhadapan dengannya.


"Apakah tante sudah menunggu lama?"


"Tidak baru sepuluh menit tante menunggumu,ayo kita pesan makanan tante sudah lapar"


"Baik tante" aku yang sedari tadi mengatur nafasku karena sedari tadi aku merasakan debaran jantungku yang amat kuat berdetak.sambil menunggu makanan kami datang tante rina pun mengajakku mengobrol.


"Tante dengar kamu pernah gagal dalam pernikahanmu,apakah semua itu benar?"


"Benar tante dan aku memiliki dua orang anak dan akulah yang menjadi orang tua tunggal karena aku telah memenjarakan mantan sumaiku itu" kataku dengan masih menatap kearah tante rina.


"Apakah kamu sudah tahu kalau bimo menyukaimu?"


"Aku tahu tante"


"Bimo anak tante satu-satunya setelah bima meninggal dunia dan untuk urusan jodoh bimo tante ingin dia mendapat yang terbaik"


"Saya mengerti tante"


"Tante harap kamu tidak sakit hati atas apa yang tante ucapkan tadi,kamu juga kan seorang ibu sudah pasti kamu ingin memberikan yang terbaik untuk kedua anakmu,bukankah begitu lily?"

__ADS_1


"Iya tante saya mengerti maksud tante" kataku.


"Kau wanita yang cantik dan kau juga wanita karir,tante yakin diluar sana banyak laki-laki yang menyukaimu tapi tidak untuk bimo dan tante sendiri yang akan mencarikannya jodoh"kata tnte rina dengan memegang tanganku.


"Aku mengerti tante aku akan menjauhi bimo"


"Terima kasih sayang,tante tahu kamu wanita yang baik"


"Sama-sama tante"


"Ayo kita makan" kata tante rina setelah pelayan menghidangkan makanan yang kami pesan.


"Iya tante"


 


Setelah pertemuanku dengan tante rina aku pun segera kembali ke kantor dan memulai kembali pekerjaanku.Sedangkan bimo yang baru saja kembali dari makan siangnya menghampiri mejaku menanyakan kemana saja aku tadi?.


 


"Aku ada janji dengan seseorang tadi"


"Ooh begitu"


"Apa masih ada yang mau kamu bicarakan?kalau sudah tidak ada lagi aku mau melanjutkan pekerjaanku"


"Baik" bimo pun segera masuk ke ruang kerjanya.


"Ada apa?" tanya mira yang mendengar percakapan kami.


"Nanti aku ceritakan"


"Baik kita pulang bersama ya"


"Ya jawabku"


 

__ADS_1


Aku dan mira pun pulang bersama namun kami tidak langsung pulang kerumah karena kami telah berjanji akan makan malam bersama di warung bakso tidak jauh dari kantor.Setelah tiba di warung bakso aku menceritakan semuanya ke mira sembari menunggu bakso pesanan kami tiba.


 


"Lalu apakah bimo tahu penolakan dari mamanya?"


"Tidak bimo jangan sampai tahu masalah ini,aku akan menjaga jarak dengannya"


"Percuma karena kita satu kantor"


"Sebisa mungkin aku akan menjaga jarak dengannya"


"Jadi itu sebabnya tadi kau bersikap dingin denganku?" kata bimo dari belakang tempat kami duduk karena kebetulan kami duduk menghadap ke dalam warung.


"Bi-bimo"


"Kita harus bicara"


"Tidak sekarang bim"


"Baik aku tunggu di apertemenmu,jelaskan semuanya padaku" bimo pun pergi.


"Sejak kapan dia ada disini?"


"Entahlah" jawabku,mendadak aku tidak berselera makan lagi.


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2