Bercerai Karena Mertua

Bercerai Karena Mertua
Stroke...


__ADS_3

Papa rai pun pergi meninggalkan rumah dengan hanya membawa pakaiannya dua koper, aku yang tidak mau mencanpuri urusan mereka lalu kembali ke kamarku seolah-olah aku tidak tahu apa yang terjadi dibawah sana. Aku pun melakukan perawatan wajahku, tidak lama kemudian rai masuk ke kamar dengan wajah lesuhnya.


"Papa memutuskan tetap akan bercerai dan baru saja pergi dengan membawa dua koper pakaiannya"


"Ooh.. " jawabku singkat.


"Kita lihat saja berapa lama wanita itu bisa bertahan menghadapi papa" kata rai lalu merebahkan tubuhnya ke kasur.


Aku pun keluar dari kamar lalu aku menuju ke kamar anak-anakku,mbak yang sedari tadi menjaga mereka dikamar pun menceritakan padaku apa yang dia dengar tentang pertengkaran kedua mertuaku. Aku hanya mendengarnya sekedar saja karena aku malas menanggapi urusan orang.


Belum genap satu bulan kami mendapat kabar kalau papa rai masuk rumah sakit,kami pun segera menujunke rumah sakit setelah menitipkan anak-anak dan rumah ke mbak. Setibanya dirumah sakit kondisi mertuaku sudah parah dengan tubuh yang sudah lumpuh yang otomatis hanya bisa berbaring di tempat tidur saja.


"Papa.. " rai pun segera mendekati papanya yang terbaring dengan mulut miring kesisi kanan yang membuat kondisinya memprihatinkan.


"Baguslah kalian datang,jaga itu laki-laki tua bangka"


"Kau mau kemana?" tanya ibu mertuaku dengan wajah kesalnya.

__ADS_1


"Tentu saja aku harus pulang mengambil pakaiannya untuk ganti" setelah menjawab pertanyaan mertuaku wanita itu pergi.


Aku bisa melihat wajah penuh penyesalan dari wajah papa mertuaku itu karena dari sudut matanya aku melihat ada air mata yang mengalir. Aku hanya diam saja karena aku tidak tahu harus berbuat apa...


"Kalian keluarga pasien? " tanya suster yang baru saja masuk.


"Benar sus saya anaknya"


"Silahkan ikut saya menyelesaikan administrasinya" rai pun mengikuti suster itu.


Setelah dokter memberi penjelasan ke rai tidak lama kemudian wanita yang menjadi pacar dari papa mertuaku datang dengan membawa 2 koper ditangannya, lalu mendekati papa mertua.


"Mulai sekarang kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi, aku tidak sudi merawat laki-laki cacat sepertimu"


"Jaga ucapanmu ya dasar perempuan perebut suami orang" rai pun berang lalu berdiri ingin memukul wanita itu namun aku berhasil menghalanginya.


"Aku kembalikan dia padamu perempuan tua, dulu aku pikir aku bisa menikmati hartanya ternyata malah ini yang kudapatkan dan selamat tinggal sayang" kata wanita itu melambaikan tangannya ke arah papa rai lalu pergi begitu saja.

__ADS_1


"Kau sudah lihat bagaimana kelakuan kekasihmu itu? "


"Sudahlah ma kasihan papa" rai pun membela papanya yang hanya bisa diam meratapi nasibnya.


"Papamu pantas menerima ini semua"


"Cukup ma, kasihani papa dan tolong jangan membuat keadaan semakin memburuk" bentak rai yang membuat mamanya menciut,rai pun keluar dari ruang tempat papanya dirawat.


"Aku mau lihat akan jadi apa kamu setelah terkena stroke, wanitamu saja sudah pergi meninggalkanmu"


"Ma.. " aku pun mengeluarkan suara.


"Sekarang kalian bersatu untuk melawanku? "


"Tolong jangan seperti itu, kasihan papa"


"Lalu siapa yang mengasihaniku? " mendengar perkataan mertuaku aku hanya bisa diam.

__ADS_1


__ADS_2