Bukan Surga Impian

Bukan Surga Impian
Bingung


__ADS_3

...~Happy Reading~...


"Jadi gimana nih? Kapan kita jenguk Arsy? Udah dua bulan loh, dia gak bangun bangun juga," keluh Shiena yang langsung meletakkan kepala nya di meja.


Seperti biasa, ketika weekend hari sabtu makan Crazy Squad akan berkumpul di Butik. Dan kini, keempat wanita hebat itu tengah berdiskusi tentang perkembangan sahabat nya, yakni Arshyla.


"Iya udah dua bulan aja. Cepet banget, mana kita juga belum kenalan sama anak nya kan?" sambung Naura lalu menghela napas berat.


Ya, di antara mereka memang belum ada yang bertemu dengan bayi Chila. Karena mereka belum sempat untuk mengunjungi rumah orang tua Chila. Namun mereka sering mengunjungi rumah sakit, khusus nya ruangan Chila.


"Calon mantu ku, kaya apa ya? Aku udah gak sabar, tapi kapan kita bisa ke sana?" tanya Shiena lagi, yang mana seketika membuat ketiga sahabat lainnya langsung menatap nya datar.


"Why? Kenapa pada lihatin aku? Apakah aku salah bicara?" tanya Shiena polos.


"Na, anak kamu aja belum lahir. Udah bahas mantu, astaga," gumam Jesika langsung menggelengkan kepala nya.


"Tapi feeling ku itu kuat Jes, kelak aku sama Arsy, pasti akan berbesan. Daripada Arsy sama Naura, kan gak lucu. Masa Kenzo besanan sama mantan," celetuk Shiena menahan tawa.

__ADS_1


"Sumpah, mulut kamu kenapa pedes banget ya Shien, akhir akhir ini. Bener bener pengen aku ulek pake ulekan rujak loh!" saut Naura mendengus dengan kesal.


"Lah, aku salah lagi? Hahaha!"


"Oke oke cukup! Jadi gimana kalau besok kita ke Mall sore ini. Kita cari hadiah buat anak nya Arsy. Dan besok, kita ke rumah sakit lagi. Ya, kalau untuk bertemu sama anak nya, aku juga masih kurang yakin sejujur nya, apa kita bisa tanpa Arsy," kata Jesika memberikan saran.


"Setuju!" saut ketiga nya bersamaan langsung menyetujui saran dari Jesika.


🍁🍁🍁


Sementara itu, di tempat yang berbeda. Seperti janji nya kemarin, hari ini Mike akan membawa Yusuf ke rumah sakit. Selain karena hendak melakukan imunisasi, namun juga ia akan mempertemukan Yusuf dengan Chila lagi.


"Assalamu'alaikum," ucap Mike saat memasuki ruang perawatan Chila.


"Walaikumsalam," jawab ayah Rasya yang langsung beranjak dari duduk nya saat melihat kedatangan menantu dan cucu nya, "Cucu kakek datang!" imbuh nya begitu bersemangat.


"Ayah udah dari tadi?" tanya Mike seraya mencium punggung tangan ayah Rasya.

__ADS_1


"Lumayan, sini sama kakek." Mike memberikan putra nya kepada sang kakek, lalu ia menghampiri brankar Chila, "Aduh aduh, cucu Kakek sudah besar." gumam ayah Rasya yang begitu gemas dengan cucu nya, hingga membuat nya selalu ingin mencium, mencium dan mencium nya selalu.


Mike kini beralih untuk mengganti bunga yang berada di meja dengan yang baru. Dia memang begitu rajin mengganti bunga di kamar Chila setiap hari nya.


Karena Mike ingin, saat Chila membuka mata, maka ia bisa langsung melihat bunga mawar yang begitu segar di samping nya. Menandakan bahwa Mike selalu hadir setiap hari menemani nya.


Oeekkk


Oeekkk


Oeekkk


Saat Mike mendudukkan dirinya di kursi, tiba tiba saja Yusuf menangis dengan begitu kencang. Membuat nya sedikit terkejut. Namun, tak hanya Mike yang terkejut, melainkan ayah Rasya sendiri juga sangat terkejut. Pasalnya, Rasya tidak melakukan apapun, namun mengapa dia tiba tiba menangis? batin ayah Rasya bingung.


Mike pun kembali bangkit dan meminta putra nya kembali kepada ayah Rasya. Seperti biasa, Mike langsung menyandarkan Yusuf pada dada bidang nya. Mengusap belakang kepala nya seraya menyanyikan sholawat atau terkadang menceritakan sebuah dongeng.


Biasanya, Yusuf akan merasa senang bila di hadapkan dalam posisi seperti itu. Namun, entah mengapa hari ini Yusuf benar benar tidak bisa di tangani. Ia terus menangis dengan cukup kencang hingga membuat Mike maupun ayah Rasya semakin bingung.

__ADS_1


...~To be continue... ...


Ada yang mau coba nenangin Yusuf? 🙈🙈💃💃


__ADS_2