Bukan Surga Impian

Bukan Surga Impian
Meminta tolong


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Brakkk!


“Arsy!” pekik Shiena langsung berlari menghampiri Chila yang sudah terbaring di atas brankar rumah sakit.


Wanita itu mendapatkan infusan lagi di tangan nya. Keadaan ya kembali tidak baik baik saja. Bukan hanya kontraksi, namun ia mengalami pendarahan hingga mengakibatkan harus Bed rest total.


“Ar, kamu kenapa? Wajah kamu?” tanya Shiena begitu terkejut, ketika melihat luka lebam di wajah Arsy, namun dengan cepat, wanita itu langsung menepis tangan Shiena dan memalingkan wajah nya ke samping.


“Ar, cerita sama aku. Kamu kenapa? Jangan kaya gini hiks hiks,” tangis Shiena langsung pecah ketika sudah memeluk tubuh sahabat nya, hingga membuat Chila tersenyum namun juga menangis.


“Aku gapapa Na,” jawab nya tersenyum, masih mencoba menutupi permasalahan nya. “Clay, maaf ya tadi.” Imbuh nya seraya menatap ke arah laki laki di belakang Shiena.


“Kenapa kamu bisa kaya gini lagi?” tanya Clayton ikut mendekati Chila.


“Clayton,” panggil Chila pelan, namun ia juga tersenyum menatap sepasang suami istri di samping nya. Ia berusaha untuk mengubah posisi menjadi setengah duduk dengan di bantu oleh Shiena, “Bolehkan aku meminta tolong pada kalian?” tanya Chila dengan menarik napas panjang nya.


“Katakan Ar, selagi kita bisa. Pasti kita akan membantu kamu. Termasuk membalas dendam kepada orang yang sudah membuat mu begini. Suami ku sanggup, dan sangat sanggup!” jawab Shiena dengan perasaan yang menggebu gebu.


“Aku pernah dengar kata Naura dan juga Kenzo, Jesika juga pernah bilang kalau kamu—“ Chila menatap Clayton, lalu menggigit bibir bawah nya seolah tidak sanggup untuk meneruskan ucapan nya.

__ADS_1


Air mata yang sejak tadi sudah ia tahan, kini kembali keluar menggenang di pelupuk mata nya, “Mereka bilang kamu sangat pandai dan berkuasa untuk—“


“Kamu mau apa?” tanya Clayton langsung memotong perkataan Chila, “Kau ingin aku membunuh laki laki itu?” sambung Clayton yang seketika membuat mata Chila membola dengan sempurna.


“Shie-shien belum makan selama seminggu, ku rasa daging suami mu cukup untuk membuatnya kenyang sementara!” imbuh Clayton dengan raut wajah datar nya.


Bug!


“Jangan sembarangan kamu By!” pekik Shiena tak terima dan langsung memukul bahu suami nya.


“Sayang! Kenapa kamu malah memukul ku. Aku hanya memberikan penawaran kepada Arsy!” jawab Clayton langsung mendengus.


"Ya tapi bukan untuk makan Shie Shien juga!" cetus Shiena kesal.


Tangan wanita itu langsung mengepal dengan kuat dengan napas yang memburu dan bahu naik turun menahan isak tangis yang begitu menyakitkan.


“Aku ingin membuka lembaran baru dengan anakku. Aku mohon hiks hiks, bawa aku pergi,” ucap Chila mendongakkan kepala nya menatap kedua sahabat nya, “Cuma kalian yang bisa menolong ku sekarang. Aku yakin, Allah mempertemukan kita di Jerman ini karena kalian yang di utus oleh Allah agar menolong ku hiks hiks.”


“Ar ... “


“Shiena, aku takut hiks hiks disini,” ucap Chila menunjuk dada nya, tidak hanya menunjuk namun ia juga memukul mukul dadanya, “Sakit Na, sakit banget hiks hiks. Aku takut hiks hika aku takut.” Imbuh nya dengan tubuh yang bergetar.

__ADS_1


Melihat sahabat nya kembali terisak, membuat Shiena dengan cepat langsung memeluk Chila dan ikut menangis. Shiena tidak tega melihat keterpurukan Chila saat ini. Padahal wanita itu adalah wanita paling kuat di antara mereka berlima. Namun kini, Shiena benar benar melihat sisi lain dari Chila yang begitu hancur.


“Kamu yakin?” tanya Clayton memastikan sekali lagi.


Chila menganggukkan kepala nya dengan cepat, hingga tiba tiba ia melhat ponsel nya di atas nakas kembali bergetar. Nama Husband tertera di sana, Mike menghubungi nya. Berarti laki laki itu sudah bangun dan sadar bahwa dirinya tidak ada.


“Clayton, Shiena ku mohon. Bawa aku pergi sekarang hiks hiks,” pinta Chila begitu ketakutan dan langsung mengantupkan kedua tangan nya di dagu seraya menatap Clayton dan Shiena, “Jangan biarkan dia menemukan ku. Aku mohon, aku takut hiks hiks hiks.”


“Ar, kamu tenang dulu. Jangan kaya gini, kita pasti akan bawa kamu pergi tapi kamu tenang. Jangan kaya gini, ingat kandungan kamu.” Ujar Shiena berusaha menenangkan sahabat nya.


“Aku takut Na, aku takut. Aku gak mau ketemu dia lagi, aku takut aku gak mau!” gumam Chila semakin ketakutan dan napas nya semain memburu tak terkontrol lagi, bersamaan dengan itu panggilan telfon terus masuk dari Mike.


“Sayang, aku panggilkan dokter sekalian menguris biaya admin. Setelah itu, kamu bawa Arsy ke Roof top. Aku akan menghubungi Davis!” ucap Clayton dan Shiena langsung menganggukkan kepala nya paham.


Clayton pergi mengurus biaya adminitrasi Chila. Setelah selesai, ia kembali mengecek ponsel nya yang berdering dari Davis. Sahabat sekaligus tangan kanan nya itu mengatakan bahwa sudah berada di roof top rumah sakit yang di katakan oleh Clayton. Davis juga mengatakan bahwa Chila dan Shiena sudah bersama nya, Clayton segera menyuruh Davis segera pergi. Sementara dia akan menyusul ke Bandara menggunakan mobil nya.


Dan saat Clayton selesai membayar biara administrasi, ia hendak berbalik dan pergi, namun tiba tiba ...


Bug!


Sebuah pukulan kembali mendarat di wajah nya, hingga membuat tubuh nya tersungkur untuk kedua kali nya.

__ADS_1


‘Shittt!’ umpat nya kesal, ketika melihat sosok yang tak ingin ia temui.


...~To be continue ......


__ADS_2