Bukan Surga Impian

Bukan Surga Impian
Rumah sakit


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam, kini mobil yang di tumpangi oleh Clayton sudah tiba di sebuah rumah sakit yang cukup besar dan berada paling dekat dari Villa milik Clayton.


Sepanjang perjalanan, Chila terus meringis seraya menggigit bibir bawah nya, dan hingga setelah sampai di rumah sakit, wanita itu langsung keluar dan berusaha untuk berjalan sendiri.


“Auuwhhh!” pekik nya hampir terjatuh kalau saja Shiena tidak membantu nya.


“By, panggilin perawat!” seru Shiena semakin panik melihat Chila yang terus meringis menahan sakit.


Clayton menganggukkan kepala nya, ia segera memanggil petugas rumah sakit dan membawakan nya kursi roda karena Chila tidak ingin menggunakan brankar. Chila pun segera dilarikan ke UGD oleh beberapa petugas yang berjaga. Karena wajah Chila sudah terlihat sangat pucat dan mengalami gangguan pernafasan.


“By, semoga Arsy gapapa, aku takut.” Gumam Shiena dengan tubuh yang bergetar hebat.


“Hey, Arsy tidak akan kenapa kenapa. Tenang ya, jangan panik. Dia sudah di tangani sama dokter, jadi jangan khawatir,” ujar Clayton memeluk istri nya agar lebih tenang.


Cklek!

__ADS_1


Shiena dan Claytn langsung mengalihkan pandangan ya saat mendengar pintu ruangan terbuka. Keduanya segera beranjak dan menghampiri sang dokter.


“Dok, bagaimana keadaan Arsy?” tanya Shiena sangat khawatir.


“Pasien mengalami anemia yang cukup berat. Selain itu, kami juga mendeteksi plasenta previa,” ujar Dokter tersebut membuat dahi Clayton langsung berkerut bingung.


“Plasenta Previa, itu seperti apa Dok? Apakah bahaya?” tanya Clayton kurang mengerti.


“Plasenta previa adalah kondisi ketika plasenta berada di bagian bawah rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir. Selain menutupi jalan lahir, jadi itulah yang menyebabkan pasien mengalami pendarahan. Di tambah adanya anemia, semakin membuat kondisi nya memburuk. Namun, anda tidak perlu khawatir, karena sekarang keadaan nya sudah stabil.” Tutur Dokter menjelaskan.


“Alhamdulilah, lalu apakah kami bisa melihat nya Dok?” tanya Shiena


“Ar, kamu gapapa?” tanya Shiena ketika memasuki ruang perawatan Chila.


Wanita yang mengenakan pakaian rumah sakit serta kerudung instan berwarna nude itu, tersenyum menatap kedua sahabat nya. Lagi dan lagi ia harus merepotkan mereka, membuat rasa tidak enak kembali hadir dalam benak nya.


“Maaf ya, aku ngerepotin kalian lagi,” ujar Chila begitu lirih.

__ADS_1


“Astaga Ar, kamu ini bicara apa sih. Gak ada yang di repot kan disini, yang penting sekarang keadaan kamu sudah baik baik saja,” kata Shiena menggenggam tangan Chila.


“”Clay, jangan katakan apapun sama Papi atau Ayah. Aku gak mau mereka khawatir dan langsung terbang kesini, aku gak mau,” kata Chila menggelengkan kepala nya, hingga membuat Clayton langsung terdiam seketika.


Ingin menganggukkan kepala nya, namun ia juga sudah terlanjur mengabari om Vino. Namun kalau dia menggelengkan kepala nya, ia takut membuat Arsy kecewa padanya.


“Ar, kamu tenang saja. Kami disini ada untuk kamu. Jangan khawatir gitu, dan jangan merasa tidak enak sama kami,” ujar Shiena mengalihkan pembicaraan Chila dan Clayton.


“Shiena,” panggil Chila pelan, kini wanita itu menatap ke arah sahabat nya, “Selagi di rumah sakit, maukah kamu periksa sekarang? Aku penasaran,” kata Chila dengan berbisik, hingga membuat Shiena seketika teringat akan pembicaraan nya dengan Arsy sebelum nya.


“T—tapi Ar, aku takut.” Cicit nya pelan seraya menggigit bibir bawah nya.


“Kenapa mesti takut, aku sangat menunggu kabar baik itu,” ujar Chila mencoba memberikan semangat kepada sahabat nya.


“Kalian bisik bisik apa?” tanya Clayton langsung menatap kedua wanita di depan nya.


“Rahasia!” jawab keduanya lalu terkekeh pelan. Hingga membuat laki laki berwajah datar bak kulkas salju itu hanya bisa mendengus dengan kesal.

__ADS_1


...~To be continue ......


__ADS_2