Bukan Surga Impian

Bukan Surga Impian
Bertemu Ayah


__ADS_3

...~Happy Reading~...


“Bagaimana kandungan saya Dok?” tanya Chila saat setelah melakukan USG. Ia segera merapikan lagi pakaian nya dan kembali mendudukkan diri nya di atas tempat tidur.


“Alhamdulilah, kandungan kamu sudah semakin baik dan sehat. Sekarang sudah memasuki trimester kedua. Tidak lama lagi, kamu akan merasakan tendangan tendangan kecil darinya. Jadi harus sering makan makanan yang sehat ya, jangan sedih terus, karena itu akan sangat berpengaruh kepada calon bayi.” Jawab dokter Liana tersenyum.


Dokter Liana, adalah dokter pribadi yang sudah di siapkan oleh Clayton untuk memeriksa Chila dengan rutin. Chila benar benar berhutang banyak kepada Clayton dan Shiena. Karena mereka sudah sangat membantu Chila.


Selain untuk membawa nya pergi dan menyiapkan tempat tinggal, namun mereka juga merawat Chila dengan sangat baik. Hingga membuat Chila tidak tahu lagi harus membalas perbuatan keduanya dengan cara apa.


“Terimakasih Dok,” ucap Chila berterima kasih dan segera mengantarkan dokter Liana untuk keluar.


“Chila ... “

__ADS_1


Deg!


Saat Chila baru membuka pintu kamar nya, saat itu juga ia di buat mematung saat mendengar suara seseorang. Hingga tanpa sadar, air mata nya langsung menetes membasahi wajah nya. Rasa sesak yang semula berkurang, kini seolah kembali lagi. Rasa rindu yang ia tahan selama beberapa bulan ini, kini seolah ia merasa bermimpi karena bisa mendengar suara itu lagi.


“A—Ayah ... “ gumam nya dengan suara bergetar.


“Sayang!” Dengan cepat, ayah Rasya langsung menghampiri putri nya dan memeluk nya sangat erat.


“Hiks hiks hiks maafin Chila Ayah. Maafin Chila hiks hiks hiks,” gumam wanita itu terisak di pelukan ayah nya.


“Enggak Sayang. Ayah yang harusnya meminta maaf, maafkan Ayah karena baru datang. Maafin ayah yang gagal menjaga putri ayah. Putri ayah sendirian, maafin ayah hiks hiks.”


“Ayah!” Chila melepaskan pelukan nya dari sang ayah, lalu menatap wajah ayah nya.Tangan mungil nya terulur untuk menghapus air mata di wajah sang ayah, “Jangan pernah meminta maaf kepada Chila. Karena ayah tidak pernah salah di mata Chila. Ayah adalah ayah terbaik, ini semua salah Chila. Chila yang harus meminta maaf karena sudah mengecewakan ayah hiks hiks. Maafin Chila.”

__ADS_1


Rasya semakin tak kuasa menahan tangisan nya, ia kembali memeluk Chila dengan begitu erat untuk menumpahkan segala kerinduan yang ia tahan beberapa bulan ini.


“Maaf Om, bagaimana kalau kita duduk dulu? Kasihan Arsy karena kandungan nya—“


Deg!


Mendengar suara Clayton mengatakan soal kandungan, seketika itu juga Rasya langsung melepaskan putri nya. Ia menatap putri nya dengan dahi berkerut. Lalu pandangan nya kini turun ke arah bagian perut Chila yang tidak nampak apapun karena Chila selalu menggunakan gamis panjang dan besar hingga membuat perut nya tidak terlihat seperti orang hamil.


“Ayah akan memiliki cucu,” gumam Chila menggigit bibir bawah nya, seraya tangan nya memegang perut nya dan menarik sedikit baju nya ke belakang hingga terlihat kini perut nya yang sudah mulai membuncit walau masih kecil.


“Alhamdulilah.” Gumam Rasya tersenyum. Lalu laki laki itu kembali memeluk putri nya masih dengan di sertai air mata yang tak henti untuk mengucur deras.


...~To be cntinue .......

__ADS_1


__ADS_2