
...~Happy Reading~...
“Tidak adakah sedikit saja, rasa cinta kamu yang masih tersisa untuk Els?” tanya tante Felly dengan suara bergetar lirih, “Kalian sudah bersama sekian tahun, Mike. Tidak adakah sedikit saja rasa perduli mu sedikit saja Mike. Hanya sedikit, tante mohon hiks hiks.”
“Kamu masih mencintai Els, Mike?” tanya Michele akhirnya kembali membuka suara karena merasa sangat gemas dengan adik nya, “Bagaimana dengan Chila? Kalau kamu memang benar sudah tidak mencintai Els, tentu akan sangat mudah bagimu menjawab tidak. Mengapa mulut mu begitu sulit untuk terbuka, hah!” seru Michele langsung mengusap dada nya dengan kesal.
Drrtt .. Drrtt ... Drrtt...
Suara getaran ponsel di dalam saku celana Mike, seketika mengurungkan niat nya untuk menjawab pertanyaan dari dua wanita di depan nya. Ia kembali menarik napas nya panjang, ketika melihat siapa yang menghubungi nya.
“Assalamualaikum, Mas.” Ucap seorang wanita dengan suara lembut namun sedikit serak dari ujung sana.
“Walaikumsalam,” jawab Mike singkat, tidak seperti biasa nya, karena saat ini kepala Mike benar benar di buat pecah oleh permintaan tante Felly.
“Mas dimana?” tanya Chila sekuat tenaga menahan isak tangis nya agar tidak keluar. Kini, ia sudah kembali ke ruang perawatan nya karena sudah tidak sanggup mendengar permohonan dari tante Felly kepada Mike.
“A—aku ... “
__ADS_1
“Mas hiks hiks hiks.” Dan pada akhirnya Chila mengeluarkan tangisan nya, karena sekuat apapun ia menahan ia tidak akan sanggup.
“Ka—kamu kenapa?” tanya Mike langsung panik ketika mendengar suara isak tangis dari istri nya.
“Chila mimpi buruk hiks hiks,” jawab Chila berusaha menahan tangisan nya.
“Kamu mimpi apa? Kenapa bisa sampai seperti ini hem? Coba ceritakan sama mas,” ucap Mike berusaha menenangkan Chila yang masih terus terisak di sana. Walaupun sebenarnya, kini dirinya juga merasa sangat tidak baik baik saja.
Berbagai pikiran sedang beradu dengan hati dan kepala nya.
“Chila sedang naik kapal. Tapi tiba tiba ada kebocoran hingga membuat air perlahan masuk ke dalam kapal. Chila takut tenggelam, karena Chila tidak bisa berenang. Chila sudah berusaha untuk menguras kapal itu dari air, namun tidak bisa. Chila memutuskan untuk lompat, tapi jika Chila harus loncat dari kapal, maka Chila akan semakin tenggelam bersama ombak. Lalu, menurut mas, Chila harus bagaimana? Haruskah Chila mempertahankan kapal yang sudah rusak itu, atau Chila harus lompat dan mencari kapal lain? Hiks hiks hiks.”
Entah mengapa, mendengar cerita dari Chila, membuat jantung Mike berdetak dengan begitu kencang. Ia merasa bahwa ada suatu makna yang tersimpan dari mimpi itu. Membuat Mike semakin merasa bersalah.
“S—sayang ... “
“Mas, Chila takut tenggelam. Sementara nahkoda di dalam kamar itu, lebih memilih pergi menyelamatkan penumpang lain. Apakah Chila akan mati bila bertahan sendiri?” Tangis Chila semakin terdengar memilukan di seberang sana, membuat dada Mike semakin terasa sesak saat mendengar nya.
__ADS_1
“Sayang, dengerin Mas ya. Itu hanya mimpi, itu hanya bunga tidur. Kamu tenang ya,” ujar Mike masih berusaha untuk tenang, walau sebenarnya sejak tadi ia sudah menahan sesak luar biasa di dada nya.
Tak berbeda dengan Mike, Chila pun di sana semakin terisak dan sakit. Ingin rasanya, Mike datang dan memeluk istri nya di saat seperti ini, namun ia tidak bisa karena mereka berjarak cukup jauh. Tanpa dia sadari bahwa Chila juga berada di rumah sakit yang sama dengan nya.
“Mas, bolehkah Chila bertanya sama Mas Mike?” tanya Chila setelah menyudahi tangisan nya.
“Ada apa Sayang?” tanya Mike dengan begitu lembut.
“Apakah mas sudah mencintai Chila?” tanya Chila dengan suara bergetar dan parau.
“Kenapa kamu bertanya seperti itu, hem? Apakah kamu meragukan aku?” tanya Mike dengan suara pelan.
“Saat kak Els meminta Mas untuk datang, maka Mas akan segera datang padanya . Lantas, bila sekarang Chila meminta Mas untuk datang, apakah Mas juga akan datang kepada Chila?” tanya Chila lagi, yang membuat Mike terkejut langsung membulatkan mata nya dengan sempurna.
Bagaimana bisa Chila berkata seperti itu? Mike kembali mengingat ingat beberapa hari yang lalu, saat dirinya masih berada di Jakarta. Saat dimana Els menghubungi nya, dan keesokan harinya ia langsung kembali ke Jerman. Apakah Chila mendengar obrolan nya dengan Els? Batin Mike bertanya tanya.
"Jika kak Els yang hanya kekasih mu, bisa kau perlakukan se spesial itu. Bisakah aku yang sudah menjadi istri mu, juga mendapatkan perlakuan spesial seperti itu?" tanya Chila lagi dengan suara bergetar menahan isak tangis.
__ADS_1
...~To be continue .......
...Udah ya, Mom udah kasih satu lagi, karena besok libur ... Sampai jumpa hari sabtu ... Bye bye semuanya.......