Bukan Surga Impian

Bukan Surga Impian
Candle light dinner


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Setelah puas berkeliling, kini sudah memasuki jam makan malam. Beberapa saat yang lalu, Mike menelfon bunda Anna untuk menjemput Yusuf.


Sebenarnya, Mike hendak menghubungi mama Crystal, hanya saja. Secara kebetulan, bunda Anna menelfon dan menanyakan keberadaan mereka. Jadilah, akhirnya Mike mengatakan dan meminta tolong agar bunda Anna datang untuk menjemput Yusuf.


Tentu saja, hal itu membuat bunda Anna sangat antusias dan tanpa menunggu lama. Bunda Anna serta ayah Rasya bergegas menuju mall yang di datangi oleh Mike dan Chila untuk menjemput cucu kesayangan mereka.


Dan disini lah kini Mike dan Chila. Berada di sebuah restauran yang sudah di booking khusus oleh Mike. Mike sudah menyiapkan semuanya sejak siang tadi, tentu saja dengan bantuan asisten nya.


Menyiapkan candle light dinner untuk nya dan Chila.


"Mas, apakah ini tidak berlebihan?" tanya Chila ketika melihat sekeliling nya begitu sunyi dan sepi. Hanya ada alunan musik romantis serta beberapa hiasan bunga dengan lampu yang tidak begitu menyala terang.

__ADS_1


"Sesekali tidak apa," ujar Mike dengan suara yang begitu lembut seraya tersenyum menatap wajah Chila.


"Kamu tau gak? Apa cita-cita ku saat kecil dulu?" tanya Mike seraya menggenggam jemari tangan Chila.


Untuk sesaat, Chila sempat terdiam. Mencoba berfikir, cita cita seorang anak kecil? Apa? batin nya. Kalau cita-cita nya sudah tidak perlu di tanyakan. Karena cita cita nya dulu ingin menjadi seorang istri dari cinta pertama nya, yakni Om Mike. Laki laki yang kini tengah berada di depan nya.


"Dulu, saat aku lihat kamu main ke rumah untuk pertama kali nya. Saat, kak Michele membawa kamu ke rumah Mama. Apakah kamu tahu? Apa yang ada di pikiran ku?" tanya Mike lagi.


"Apakah Mas ingin mengusir Chila? Mas membenci Chila atau mungkin ingin melempar Chila?" pekik Chila terkejut sendiri dengan jawaban nya.


"Mas, ingat gak bagaimana dulu saat Chila terus mengganggu Mas? Setiap kali mas pulang dari luar negri. Mas gak pernah baik sama Chila, selalu saja ketus dan dingin." balas Chila ikut menghela napas nya berat.


"Itu karena aku takut," jawab Mike.

__ADS_1


"Apakah wajah Chila sangat seram, sampai membuat mas takut?"


"Saat kak Michele bawa kamu ke rumah, dan aku melihat kamu untuk pertama kali nya. Aku sudah menyukai kamu. Bayi kecil yang begitu lucu dan menggemaskan. Dan jangan lupakan saat kamu muntah juga di baju ku." kata Mike seketika membuat Chila langsung membulatkan mata nya dengan sempurna.


"Dan sejak itu, aku selalu berdoa dan bercita-cita agar suatu saat bisa menyematkan cincin di jari manis kamu." Imbuhnya lalu mengecup tangan Chila yang tersemat cincin pernikahan nya dengan Mike.


"Tapi saat itu aku masih anak anak. Aku tidak mau di anggap bodoh atau keterlaluan, sangat tidak mungkin remaja tampan seperti ku menyukai gadis yang masih bayi. Maka dari itu, aku selalu menghindar dan menjauh dari kamu, terlebih karena kamu anak dari kak Rasya. Kakaknya kak Aldi, entahlah. itu sangat rumit," jelas Mike panjang lebar.


"Jadi...?" Chila mengerutkan dahi nya, seraya menatap wajah suami nya yang masih bercerita.


"Apa kamu ingat, saat di acara ulang tahun Faaz? Kita sholat bareng? Apa kamu tahu apa yang ku panjatkan dalam doa ku saat itu?" tanya Mike yang langsung di balas gelengan kepala oleh Chila.


"Aku berdoa, agar kelak aku bisa selalu menjadi sandaran kamu saat menangis. Aku tidak bisa melihat kamu menangis seperti itu, tapi aku juga tidak bisa menenangkan kamu." jelas Mike panjang lebar, yang seketika bisa membuat hati Chila melambung begitu tinggi ke angkasa.

__ADS_1


Benarkah Mike menyukainya sejak kecil? Bukan kecil, tapi bayi malah. Itu berarti, cinta nya selama ini tidak bertepuk sebelah tangan. Tapi Mike begitu pandai menutupi perasaannya, sampai membuat Chila berpikir bahwa Mike tidak menyukai nya dan membenci nya, karena selalu bersikap dingin dan datar.


...~To be continue... ...


__ADS_2