
...~Happy Reading~...
"Itu berarti, Mas sudah menyimpan rasa untuk Chila sejak kecil?" tanya Chila seraya menggigit bibir bawah nya karena malu.
"Hemm, dan sekarang. Cita cita ku juga sudah terwujud, untuk menjadi orang yang bisa menyematkan cincin di jari manis kamu. Terlebih, kini kamu sudah menjadi milik ku, ibu dari anak anakku," ucap Mike kembali mengecup tangan Chila, yang membuat Chila semakin tersipu di buat nya.
"Bolehkah Chila bertanya sesuatu?" tanya Chila sedikit ragu.
"Katakan," jawab Mike.
"Jika memang, mas menyukai Chila sejak dini. Mengapa mas bisa berhubungan dengan kak Els, selama itu? Apakah mas membohongi Chila?" tanya Chila begitu lirih.
"Iya, aku memang berpacaran dengan Els cukup lama. Beberapa tahun, dan aku akui, bahwa aku sempat mencintainya," jawab Mike, seketika membuat Chila terdiam.
"Dia gadis baik, sama seperti kamu." imbuh Mike lalu menghela napas nya berat, "Dulu, aku ragu dan takut bila terus berharap sama kamu. Pertama karena umur kita terlalu jauh. Kedua, karena kamu anak angkat kak Michele. Dan aku, mencoba untuk menganggap kamu sebagai adik atau semacam keponakan. Terlebih, kamu selalu memanggil ku Om."
__ADS_1
"Aku memutuskan untuk menjalin hubungan dengan Els, karena ingin menepis perasaan itu. Aku bingung, dan aku juga takut bila kau menolak ku. Atau bahkan akan mengatai ku sebagai om om pedofil."
"Satu dua tahun pertama, perasaan ku ke dia masih hambar. Aku masih mikirin kamu, terlebih saat aku tahu, kamu pacaran dengan bocah tengil itu. Jadi akhirnya aku mencoba untuk benar-benar berhenti. Aku coba untuk membuka hati untuk Els, walau sulit. Lambat laun, perasaan itu mulai ada untuk nya. Tapi sungguh, kamu dan dia memiliki tempat tersendiri di hatiku. Meskipun sempat ada dia, nama kamu tidak pernah menyingkir sedikit pun." jelas Mike panjang lebar.
"Dulu, aku pikir bila aku menikahi Els, maka aku benar benar akan bisa melupakan kamu. Tapi dia justru menolak lamaran ku, dan membujuk agar aku menikah dengan mu. Kamu tahu, apa yang ku rasakan saat itu? Sakit namun juga bahagia, aku sendiri tidak bisa mendeskripsikan nya."
Mike menghela napas nya dengan cukup panjang. Kini, akhirnya ia bisa menjelaskan semuanya kepada Chila, tentang apa yang ia rasakan selama ini.
"Aku tidak bermaksud untuk menyakiti kamu, sama sekali tidak, Sayang. Aku benar benar tulus mencintai kamu sejak dulu. Hanya saja, aku akui bahwa aku sempat melakukan kesalahan. Dan sekarang aku sadar, sejauh apapun kita melangkah dan menghindar, bila Tuhan sudah menggariskan kita, maka aku akan berakhir dengan mu. Kamu mengerti kan?" tanya Mike, membuat Chila langsung menganggukkan kepala nya, paham.
"Sekarang, disini hanya ada kamu. Tidak ada wanita lain lagi, kecuali anak kita kelak, satu satunya wanita yang aku cintai hanya kamu, cup."
"Aku menyayangi mama. Tapi tidak mencintai nya," jawab Mike.
"Kenapa?" Chila heran, bila biasanya seorang laki laki akan memggombal kepada wanitanya, pasti adalah wanita kedua setelah ibu kandung nya. Namun, berbeda dengan Mike. Yang justru mengatakan tidak mencintai mama ya sendiri.
__ADS_1
Apakah Mike termasuk anak durhaka?
"Karena mama sudah di cintai oleh Papa. Tugas suami hanya boleh mencintai istrinya. Kalau aku juga mencintai mama, lalu kamu? Akan menjadi nomor dua? Sementara Mama sudah di nomor satukan oleh Papa. Jadi, aku juga harus menomor satukan kamu." kata Mike yang lagi lagi membuat Chila langsung mengulum senyum nya.
"Astaghfirullah, Mas. Berhenti bicara manis seperti itu, sungguh ini tidak seperti kamu!" kata Chila segera memalingkan wajah nya ke samping karena malu.
Benar bukan? Mike yang selama ini dingin dan datar, serta irit bicara. Mengapa malam ini jadi sangat jauh berbeda. Bahkan laki laki itu terlihat banyak bicara malam ini. Sangat berbanding terbalik dengan dirinya yang biasanya cerewet, namun Chila lebih banyak diam.
"Kenapa? Bersikap manis kepada istri, itu termasuk pahala loh. Masa kamu melarang suami kamu untuk mendapatkan pahala," ujar Mike kembali tersenyum.
"Ya Allah, Mas. Udah ah, Chila lapar. Mau makan sekarang aja," ujar Chila menundukkan kepala nya.
"Angkatlah kepala mu, jangan terlalu menunduk. Karena aku ingin makan malam dengan bidadari cantik di depan ku."
"Mas! Berhenti menggoda ku!" gumam Chila tertahan semakin malu karena Mike akhir akhir ini selalu menggoda nya.
__ADS_1
Mike hanya terkekeh melihat wajah istri nya yang sudah memerah merona bak seperti kepiting rebus. Ia tidak menyangka, bahwa kini istrinya semakin mudah tersipu.
...~To be continue......