Bukan Surga Impian

Bukan Surga Impian
Penolong


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Sejak kepulangan Mike dan Els dari rumah sakit tadi, kini Els tengah berjuang melawan sakit nya sendiri di dalam kamar. Ya, Els mengidap penyakit Kanker hati yang sudah masuk ke stadium akhir. Selama ini Els berhasil menyimpan semua itu sendiri, hingga pada akhirnya orang tuanya mengetahui itu dan mau tak mau akhirnya Els baru jujur.


Awalnya, Els tidak ingin menjalani pengobatan karena tahu bahwa penyakit nya sudah sulit untuk di sembuhkan. Bahkan dokter pun mengatakan kemoterapi tidak akan bisa mengobati nya. Els semakin frustasi dan semakin terpuruk. Hingga saat Mike mengajak nya untuk menikah, karena orang tua Mike menginginkan cucu. Tentu saja Els tidak akan sanggup untuk memberikan nya. Mengingat penyakit yang ia derita, dan kemungkinan untuk sembuh pun sulit, apalagi untuk hamil.


Jadilah Els membantu Michele untuk membujuk Mike agar mau menikahi Chila. Els tahu bahwa itu adalah hal yang paling salah dalam hidup nya, karena pada kenyataan nya hingga kini ia masih sangat mencintai laki laki itu.


Beberapa kali, Mike menemani nya ke rumah sakit, Els sedikit membaik. Namun, saat tadi mereka ke rumah sakit, dan dokter mengatakan bahwa sel kanker nya sama sekali tidak berkurang dan justru semaki menyebar, membuat Els semakin frustasi dan ingin menyerah.


Tak hanya itu, terakhir ia mendengar percakapan antara Mike dan ibu nya, membuat hati Els semaki sakit dan hancur. Ia seolah melupakan status Mike yang kini bukan lagi milik nya. Ia semakin merasa bersalah, namun ia juga ingin egois. Ia ingin berada di samping Mike sampai napas terakhir nya.


“Maafin aku,” gumam gadis itu begitu lirih, pandangan matanya sudah begitu buram dan tidak jelas.


Tubuh nya sangat lemah, dan akhirnya ia jatuh tak sadarkan diri di kamar. Dan tepat saat itu juga, Mike berhasil mendobrak pintu kamar Els dan melihat gadis itu sudah tergeletak tak berdaya di lantai.


“Els, bangun Els. Hey, sadar Els, bangun!” pekik Mike begitu panik, ia segera mengangkat tubuh Els dan membawa nya ke rumah sakit.


Sementara itu di dalam kamar Hotel. Chika terbangun dari tidur nya saat merasakan perut nya yang kembali sakit. Entah apa yang salah dengan dirinya, namun semakin kesini, ia sering merasakan sakit di bagian perut dan juga pinggang nya. Ia berniat menunggu pagi, namun semakin lama ia rasakan semakin tidak tahan.


'Astagfirulloh aladzim," desis nya pelan seraya memejamkan mata.


Hingga akhirnya, Ia pun memutuskan untuk pergi ke rumah sakit. Setelah mengganti pakaian, ia keluar dan berjalan dengan perlahan menuju lift.

__ADS_1


Saat dalam keadaan seperti ini, ia berharap Mike datang dan segera membantu nya. Namun semua itu hanya ada di angan dan mimpi nya saja. Karena pada kenyataan nya, Mike tidak akan pernah datang padanya, karena laki laki itu juga tidak mengetahui keberadaan nya.


'Aku memang bodoh hiks hiks.' gumam Arsy dalam hati merutuki kebodohan nya sendiri.


Ting!


Saat pintu lift terbuka. Arsy langsung di buat terkejut saat melihat sepasang suami istri yang sudah berada di dalam lift itu.


“Arsy!” pekik seorang wanita yang tengah menggandeng seorang anak kecil, tak kalah terkejut ketika melihat keberadaan Chila di Hotel.


“Shiena ... “ gumam Chila lemah dan tersenyum seolah merasa lega melihat keberadaan sahabat nya.


"Kamu disini? sejak kapan?" tanya Shiena mengerutkan dahi nya.


Brug!


“Arsy!” pekik Shiena dan Clayton terkejut, saat tubuh Chila ambruk. Namun beruntung Clayton dengan cepat menahan tubuh Chila dan membawa nya masuk ke dalam lift.


“Kita ke rumah sakit ya By,” ucap Shiena ketakutan.


Clayton hanya menganggukkan kepala nya, ia juga masih terkejut dengan keberadaan Chila yang hanya seorang diri di sana dan keadaan tubuh nya sangat lemah.


“Mami, anty na napa?” tanya Claire yang sejak tadi melihat wajah kedua orang tua nya cemas.

__ADS_1


“Anty nya lagi sakit, sayang,” jawab Shiena berusaha untuk tenang.


“Memang na kalo cakit jadi bobo begitu ya?” tanya anak itu dengan polos nya.


"Iya Sayang. Kita anterin Anty nya ke rumah sakit dulu ya?" ujar Shiena sedikit berlari seraya menggendong Claire menuju mobil.


“Sayang, buka pintu mobil nya,” ucap Clayton ketika mereka sudah sampai di depan mobil nya.


Dengan cepat, Shiena mengambil kunci mobil yang berada di dalam saku celana suami nya dan lekas membuka nya. Dengan perlahan, Clayton menidurkan Chila di kursi belakang dan ia segera menuju rumah sakit terdekat.


'Ya Allah, semoga tidak terjadi apa apa dengan Arsy.' gumam Shiena dalam hatinya.


Shiena tak berbeda jauh dari Arshyla, ia juga memiliki hati yang lembut dan cengeng. Hanya melihat sahabat nya jatuh pingsan saja sudah membuat tubuh nya bergetar hebat dengan air mata yang terus mengalir deras membasahi pipi nya.


"Kok Mami na nangis sih?" tanya Claire dengan polos nya dan langsung mengusap air mata ibu nya.


"Mami gapapa Sayang,. Mami hanya khawatir sama Aunty Arsy," jawab Shiena tersenyum dan langsung memeluk putri nya.


"Anty na gapapa. Nati di lumah cakit Anty di peliksa om doktel telus sembuh deh!" ucap Claire dengan polos nya.


Shiena hanya mampu mengiyakan dan mengaminkan perkataan putri nya. Dan berharap ia segera sampai di rumah sakit.


...~To be continue ......

__ADS_1


__ADS_2