
...~Happy Reading~...
Setelah menempuh perjalanan beberapa menit. Kini akhirnya mobil yang di tumpangi Chila dan bunda Anna sudah tiba di mall yang di maksud oleh Renata.
"Sayang, kamu turun dulu. Bunda mau nyari dompet bunda kayaknya ke selip. Tadi jatuh, kamu duluan aja ya, nanti Bunda nyusul," ujar Bunda Anna yang langsung di balas anggukan kepala oleh Chila.
"Mami!" panggil Chila ketika melihat sang mami sudah berada di depan Mall.
"Hay Sayang, kamu di antar siapa?" tanya mami Renata setelah mencium pipi Chila kanan dan kiri.
"Tadi Chila sama—"
Ucapan Chila seketika langsung terhenti saat melihat seorang wanita yang seumuran dengan Mami nya baru saja keluar dari pintu lobi.
(FYI, kini posisi Renata dan Chila berada di depan pintu masuk)
"Chila," sapa nya tersenyum, seraya menghampiri Chila.
__ADS_1
Untuk beberapa saat, Chila terdiam dan tak bisa mengeluarkan suara nya. Ia masih bingung dan merasa sesak ketika melihat sosok wanita tersebut.
"Mami lupa ngabarin kamu tadi. Mami kesini sama Mama kamu. Gapapa kan? Kita makan bertiga, habis itu kita cari baju dan perlengkapan lain," seru mami Renata seolah tak sabar.
"Chila, maafin Mama ya." Michele menggenggam tangan Chila yang sudah bergetar karena menahan sesak, "Mama tahu, apa yang Mama lakukan itu salah. Mama benar benar menyesal, dan Mama janji akan memperbaiki nya. Kamu boleh menghukum Mama apapun. Tapi tolong, jangan diamkan Mama." imbuh nya dengan tulus.
"Chila!" Dari kejauhan, Bunda Anna melihat keberadaan Michele. Dengan cepat, bunda Anna segera berjalan cepat dan menghampiri ketiga nya.
Ia langsung menarik Chila dan memeluk nya dari samping, "Kenapa gak bilang, kalau ada kak Michele?" tanya bunda Anna langsung menatap mami Renata.
"Anna, bukan gak mau bilang. Hanya saja tadi—"
"Lalu, apakah dengan cara begini dia akan langsung memaafkan kakak? Justru apa yang kakak lakukan akan semakin membuat Chila sakit. Kakak ngerti gak sih!" seru bunda Anna begitu kesal.
"Dan juga, kalau memang kakak serius dan tulus untuk meminta maaf, harusnya kakak datang ke rumah. Mau semarah apapun kak Rasya, dia tidak akan tega mengusir tamu yang datang ke rumah nya apalagi itu adalah adik ipar nya sendiri!" ucap Anna dengan raut wajah datar nya menatap Michele.
"Berapa tahun sih kakak mengenal kak Rasya? Apakah benar dia sejahat itu? Apakah benar dia memutuskan tali silaturahmi? Anna benar benar udah gak ngerti sama jalan pikiran kak Michele bagaimana." imbuh bunda Anna menggelengkan kepala nya.
__ADS_1
"Sayang, kita pulang," kata bunda Anna mengajak putri nya untuk pulang.
Sepertinya, ini adalah firasat yang di rasakan oleh Anna pagi tadi. Ia merasa bahwa akan ada suatu hal yang terjadi bila Chila pergi bersama Renata. Dan benar adanya, bahwa ternyata Renata membawa Michele. Orang yang masih belum bisa Chila temui untuk saat ini.
Anna tidak tahu, bagaimana bila tadi dirinya tidak ikut. Mungkin, putri nya akan mengalami tekanan kembali yang akan berdampak pada kandungan nya.
Chila menarik napas nya panjang, tangan nya memeluk perut yang sudah terlihat buncit, lalu menatap ke arah Michele.
"InsyaAllah Chila sudah memaafkan Mama. Hanya saja, maafkan Chila bila masih belum bisa menjaga sikap Chila. Tolong, jangan sakit hati dengan perlakuan Chila ke Mama. Chila masih butuh waktu untuk bisa menerima Takdir Chila. Maafkan Chila Ma, Assalamu'alaikum," ujar Chila menundukkan kepala nya, lalu ia segera berbalik dan pulang bersama bunda Anna.
Rencana yang sudah ia susun sedemikian rupa. Membayangkan bahwa hari ini akan begitu menyenangkan untuk nya dan sang Mami. Namun ternyata ia salah, setelah sekian lama, akhirnya ia kembali di pertemukan dengan Mama Michele.
Bohong bila Chila tidak merindukan sosok wanita itu. Ia sangat merindukan nya, namun dirinya begitu egois, hingga membuat nya masih sulit menerima kenyataan akan luka yang di berikan oleh Mama Michele padanya.
"Ren, hiks hiks hiks. Aku benar benar menyakiti nya sedalam itu hiks hiks." gumam Michele terisak saat melihat putri nya berjalan kian menjauh bersama Anna.
Sementara itu, Renata hanya bisa menghela napas nya berat. Ia semakin merasa bersalah kepada Chila karena seperti mengingatkan kembali akan rasa sakit nya. Renata juga tidak tahu harus berbuat apa, niat hati ingin memperbaiki semuanya dengan mempertemukan kedua nya.
__ADS_1
'Maafin Mami, Sayang.' gumam Renata dalam hati menyesal.
...~To be continue... ...