
...~Happy Reading~...
Mike dan Clayton pergi dengan menggunakan motor. Memang di Vila itu hanya ada satu motor, untuk mobil dulu pernah ada. Hanya saja kini sudah tidak ada entah kemana.
Setelah menempuh perjalanan cukup lama, kini akhirnya Clayton sudah menemukan sebuah apotek yang tidak begitu besar namun buka dua puluh empat jam. Ia segera bergegas turun dan membeli beberapa merk testpack.
"Kenapa banyak sekali?" tanya Mike langsung mengerutkan dahi nya.
"Biar gak bolak balik!" jawab Clayton acuh, laku segera. membayar dan bergegas pulang.
"Jangan langsung pulang, kita ke sana sebentar!" kata Mike seraya menunjuk sebuah restauran.
Clayton menganggukkan kepala nya, ia kembali membonceng kan Mike untuk menuju ke sebuah restauran yang di inginkan oleh laki laki setengah tua tersebut.
Begitu sampai, Mike segera turun dan masuk ke dalam. Sementara Clayton memilih untuk menunggu di luar. Dan tak berapa lama, Mike keluar dengan raut wajah lesu nya lagi.
"Kenapa? gak jadi?" tanya Clayton yang sebenarnya malas untuk bertanya.
__ADS_1
"Gak ada," jawab Mike menghela napas nya berat.
"Memang nya mau beli apa? Keinginan Arsy?" tanya Clayton kembali.
"Rujak bulung," jawab Mike singkat, "Ayo kita pulang!" imbuh nya segera menaiki motor.
Sepanjang perjalanan, Mike hanya diam dengan raut wajah kesal dan kecewa nya. Sementara Clayton, laki laki itu nampak acuh dan tidak perduli sama sekali.
"Ini testpack nya," ujar Mike memberikan sebuah plastik kecil kepada Naura, lalu ia segera berjalan menuju kamar nya kembali.
Acara barbeque malam ini, bisa di katakan gagal. Karena Kenzo yang pingsan, sedangkan Mike terlihat begitu murung. Dan kini, Clayton malah menghilang entah kemana.
"Kamu kenapa sih Mas?" tanya Chila mengerutkan dahi nya, ketika melihat suami nya baru saja keluar dari kamar mandi.
"Gapapa Sayang, udah sholat belum?" tanya Mike seraya memakai baju koko nya dan hendak melakukan sholat isya.
"Alhamdulillah sudah Mas. Pas tadi Mas pergi, Chila udah sholat," jawab Chila menganggukkan kepala nya.
__ADS_1
"Baiklah, Mas sholat dulu. Kamu istirahat gih, sepertinya mas akan sedikit lama, cup." ucap Mike yang langsung di balas anggukan kepala oleh Chila.
Mike tidak hanya sholat, namun ia juga menyempatkan diri untuk mengaji sebentar. Ia merasa memang hari ini mood nya benar benar hancur dan tidak menentu. Itulah sebab nya ia memilih untuk mengaji agar bisa membuat hati nya menjadi lebih tenang.
Dan saat ia tengah mengaji, tiba tiba ia mendengar suara pintu yang di ketuk.
"Sadaqallahul azim," ucap Mike lalu ia menutup al-qur'an nya dan beranjak dari tempat duduk untuk membuka pintu kamar.
Cklek!
"Ini!" ucap Clayton langsung menyodorkan sebuah bingkisan kepada Mike.
Laki laki itu langsung mengerutkan dahi nya, seolah bertanya apa yang di berikan oleh Clayton padanya.
"Bukan racun! Aku masih baik hati untuk tidak menjadikan Arsy janda di usia muda!" Setelah mengatakan itu, Clayton memilih untuk segera pergi meninggalkan kamar Chila dan Mike.
Sementara Mike, ia yang nampak bingung dengan sikap Clayton langsung membuka bingkisan itu yang ternyata adalah sebuah makanan yang memang sejak tadi dia inginkan.
__ADS_1
Mike tidak menyangka, bahwa ternyata Clayton begitu baik dan perhatian. Meskipun laki laki itu nampak acuh dan dingin yang juga memiliki mulut pedas. Namun, ternyata Clayton mau berbaik hati mencarikan nya rujak bulung yang entah dimana di dapatkan.
...~To be continue......