Bukan Surga Impian

Bukan Surga Impian
Derita para suami


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Sementara itu, tak jauh berbeda dari Mike yang sukses di buat kesal oleh istri nya. Di tempat berbeda, namun di kota yang masih sama, kini Shiena juga tengah uring uringan merayu sang suami agar mau menghabiskan makanan yang di berikan oleh Chila.


“Ayolah Clay, hanya tinggal sedikit lagi,” pinta Shiena memohon, “Masa kamu tega sih kalau aku yang habisin? Jahat banget, kamu gak sayang ya sama aku? Gak sayang sama anak kita?” imbuh nya cemberut dengan kesal.


“Jangan bahas soal sayang dan gak sayang! Ini bukan perkara itu, tapi kamu benar benar tega pada ku!” Jawab Clayton seraya menghela napas nya berat.


“Kok tega sih? Aku tidak menyuruh kamu makan racun loh By, hanya makan ini saja. Tinggal berapa sih, satu dua tiga enam tujuh. Tuh kan tinggal tujuh buah saja,” kata Shiena seraya menghitung beberapa benda di tangan nya.


“Tapi itu sama saja dengan racun!” kata Clayton semakin frustasi.


“Kalau ini racun, tidak mungkin di jual bebas di sini By. Dan nyatanya Bibi saja suka sampai menyimpan banyak di kulkas, ayo dong By. Kata Bibi enak kok, yah yah yah, pliss,” pinta Shiena benar benar memohon.


“Sekali enggak, tetap enggak!” kata Clayton masih tetap menolak keras.


Bagaimana bisa, dirinya di suruh makan makanan seperti itu. Memang kecil, namun memiliki bau yang sangat menyengat. Dan Clayton masih tidak mengerti bagaimana orang bisa menyukai makanan tersebut.


“Ya udah kalau gitu, libur sebulan!” ucap Shiena sebagai ancaman terakhir, tentu saja hal itu membuat Clayton langsung membulatkan mata nya dengan sempurna.


Libur satu bulan, kini Clayton yakin bahwa istri nya sudah benar benar gila! Batin Clayton dalam hati.


“Tapi kalau kamu bisa habisin, malam ini gak jadi libur, padahal jatah kamu masih besok, tapi aku majuin deh hari ini, gimana?” tanya Shiena mencoba memberikan penawaran.


Dan setelah berfikir beberapa saat, kini akhirnya Clayton mau tak mau memakan makanan lucknat yang ada di tangan istri nya. Makanan kecil berwarna hijau yang memiliki bau luar biasa dasyat, dan ini untuk pertama kali nya seorang Clayton memegang bahkan sampai harus memakan nya.


“Astaga Sayang, ini gak enak!” pekik Clayton memejamkan mata nya dengan sangat kuat saat ia harus mengunyah paksa makanan itu.


“Nikmati aja, nanti lama lama enak kok. Bibi aja juga suka,” kata Shiena dengan santai.


***


“Mama berantem sama Papa ya?” tanya seorang anak laki laki yang bernama Raka kepada ibu nya yang tak lain dan tak bukan adalah Naura.


“Enggak Sayang, kenapa?” tanya Naura dengan suara lembut nya.

__ADS_1


“Masa? Lalu kenapa Mama sama Papa diem dieman? Makan malam tadi juga Mama duduk nya jauh dari Papa.” Tanya Raka lagi yang terlihat bingung.


“Gapapa Sayang, mama emang lagi males aja ngomong sama Papa kamu.”


“Mama udah gak cinta sama Papa ya?” tanya raka dengan wajah polos nya.


“Hah, kamu ngomong apaan sih? Kenapa bahas cinta?” kata Naura sampai menggelengkan kepala nya.


“Ya karena Mama udah gak mau ngomong sama papa, berarti udah gak cinta dong.”


“Bukan gak cinta, Mama emang lagi males aja sama Papa kamu.”


“Kalau males, kenapa dulu Mama menikah sama Papa? Sampai bisa melahirkan anak yang begitu lucu dan tampan?”


“Dulu gak males!” jawab Naura menghela napas nya berat.


“Terus apakah bisa sekarang males nya di hilangin?” tanya Raka lagi, “Raka mau Papa sama Mama baikan. Katanya kan mau bikin proyek lagi, terus kapan selesai nya kalau Papa di diemin terus.”


“Kamu pasti di racuni lagi sama papa kamu?” tuduh Naura yang sejak tadi udah mulai aneh mendengar pertanyaan dari anak nya.


“What! Papa kamu nangis? Dimana? Kok Mama gak lihat?”


“Papa menangis dalam hati, jadi Mama gak bisa lihat!” jawab Raka ikut menghela napas berat.


“Terus kenapa kamu bisa lihat?” tanya Naura sudah mulai frustasi.


“Karena kami sesama laki-laki, jadi Raka bisa melihat nya.”


“Astaga, kamu memang paling bisa. Sudahlah,sekarang katakan, kenapa kamu mencari Mama? Ada apa? Kalau kamu ke kamar Mama Cuma mau bujukin mama bukain kamar untuk papa, jangan harap. Lupakan!” kata Naura berdecak.


“Raka Cuma mau Mama sama papa baikan,”


“Terus, bagaimana caranya baikan?” tanya Naura memicingkan sebelah mata nya.


“Meminta maaf.”

__ADS_1


“Meminta maaf? Bukankah seharusnya papa kamu yang meminta maaf? Dia yang laki alki, dan dia yang buat salah, harusnya dia duluan yang meminta maaf!” jawab Naura semakin merasa kesal.


Sebenarnya, ini bukan kesalahan Kenzo. Memang salah dirinya yang sudah memaksa laki laki itu untuk makan sesuatu. Hanya saja Kenzo menolak dan berujung nya pengusiran kamar.


(Benar kata Mike kan? Pertemanan yang sesat)


“Terus apa yang harus Raka lakuin biar Mama sama Papa baikan?” tanya anak itu dengan polos.


“Entah!” jawab Naura seraya mengangkat kedua bahu nya cuek.


“Tunggu sebentar ya?” kata Raka, dan langsung di balas anggukan kepala oleh Naura.


Awalnya, Naura berpikir bahwa putra nya akan segera keluar dari kamar nya, namun ternyata ia salah. Hal tak terduga, justru Raka malah menangis di depan nya.


“Hiks hiks hiks, kita baikan ya? Mama jangan marah lagi, hiks hiks.” Ujar Raka dengan wajah yang di buat buat seperti orang menangis.


“Heh, mama gak ada marah sama kamu. Kenapa kamu yang nangis?” tanya Naura semakin tak mengerti.


“Papa bilang, air mata nya tidak bisa keluar. Papa bilang, air mata nya gak banyak, jadi Raka pikir sebaiknya Raka wakilin datang kesini untuk minta maaf.” Kata Raka masih dengan wajah menangis nya.


“Terus?” tanya Naura, gantian kini dia yang ingin menangis melihat tingkah anak nya yang super duper ajaib ini.


“Maafkan Papa, demi anak kalian yang lucu dan menggemaskan ini,” kata Raka dengan memasang wajah imut nya.


“Maafin Papa? Kenapa papa kamu ga datang sendiri? Kenapa malah menyuruh kamu yang datang dan mewakili minta maaf?” keluh Naura memijit pelipis nya.


“Bukankah tadi sudah di bilang, kalau air mata Papa itu gak banyak! Papa ga bisa nangis, makanya biarkan Raka saja yang mewakili maju,” kata Raka lagi membuat Naura benar benar merasa sangat frustasi.


Kalau sudah seperti ini, dirinya bisa apa?


‘Benar benar duplikat bapak nya!’ pekik Naura dalam hati nya begitu frustasi.


Bila Shiena atau Chila merajuk maka suaminya akan benar benar berkorban untuk mereka. Namun itu tak berlaku untuk Naura, dirinya merajuk, justru Kenzo malah mengumpankan anak agar menggapai jalan pintas nya. Bukankah itu termasuk suami lucknat? Batin Naura semakin kesal.


...~To be continue ......

__ADS_1


__ADS_2