Bukan Surga Impian

Bukan Surga Impian
Kemarahan papa Farel


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Els di makamkan di makam keluarga yang berada di belakang mansion Pranata. Sejujurnya, Mike tidak menyangka, bila pada akhirnya Es akan benar benar meninggalkan nya untuk selama lamanya. Tangis tante Felly sejak tadi terus menggema mengiringi pemakaman.


“Mike!” panggil Michele ketika melihat adik nya hendak pergi setelah acara pemakaman selesai, “Dimana Chila? Dan kenapa wajah kamu begitu?” tanya nya karena sejak tadi Michele tidak melihat keberadaan Chila, tak hanya itu, ia jga penasaran mengapa wajah adik nya bisa babak belur seperti itu.


Sementara itu, Mike langsung menatap datar pada kakak nya. Ia begitu kesal, marah dan juga kecewa. Bukan kepada kakak nya, namun kepada dirinya sendiri. Mike tidak bisa menjaga istri nya. Hingga kini, ia tidak tahu dimana keberadaan istri nya.


“Mike ... “ panggil Michele lagi, saat Mike hanya terdiam dan tidak menjawab pertanyaan nya.


“Pergi,” jawab Mike masih dengan wajah datar nya.


“P—pergi kemana? Gak mungkin kan kamu pulangin Chila?” tanya Michele terkejut.


Mike pun langsung menggelengkan kepala nya, “Justru kalau dia pulang ke Indonesia, maka Mike akan lebih bersyukur.” Jawabnya seraya menghela napas berat.


“Apa maksud kamu?” tanya Aldi yang baru datang dan langsung menyaut jawaban dari Mike.


“Chila ingin bercerai,” gumam Mike sedikit lirih.


“Hah, kamu gila Mike!” seru Michele begitu terkejut, “Gak! Gak boleh, kamu dan Chila gak boleh bercerai. Gak boleh!”


“Siapa yang mau bercerai?” tanya papa Farel tiba tiba ikut menghampiri anak dan menantu nya di halaman mansion.


“Papa ,,... “ gumam Mike pelan menatap ayah nya.

__ADS_1


“Apa yang sebenarnya kalian sembunyikan dari papa? Jawab!” bentak papa Farel langsung emosi ketika mendengar kata perceraian.


Sebenarnya, sejak tadi papa Farel sudah mencium adanya ketidak beresan di wajah Mike. Selain terlihat murung, namun juga wajah Mike penuh dengan luka lebam.


Namun ia berusaha menahan nya untuk bertanya karena suasana tadi masih berkabung. Dan sekarang, ia malah di kejutkan dengan kata perceraian yang keluar dari mulut Mike.


Karena sejarah di dalam keluarga nya, tidak ada yang bercerai. Dari jaman nenek moyang keluarga Pranata, perceraian adalah sebuah pantangan, dan itu adalah haram bagi keluarga nya.


“Mas, ada apa sih? Kenapa harus teriak begitu? Gak enak di dengerin dari dalem,” ujar mama Crystal ikut menghampiri suami nya ketika mendengar teriakan sang suami.


Baik Mike dan Michele, keduanya hanya terdiam dan menundukkan kepala nya. Tidak ada yang berani menjawab satu pun. Hingga saat, Aldi akhirnya memilih membuka mulut nya dan mengatakan semuanya kepada mertua nya.


Tentu saja, Farel dan Cristal begitu terkejut dan tidak menyangka. Sebenarnya, Aldi juga sama terkejut nya seperti papa Farel saat mengetahui ternyata Chila berada di Jerman, dan kini semakin terkejut saat mendengar dari Mike bahwa Chila pergi setelah menuntut perceraian.


“Bodoh kamu Mike! Bodoh!” sentak papa Farel semakin marah dan ingin menghajar putra nya.


“Membantu seperti apa maksud kamu! Kamu sudah mendzolimi istri kamu sendiri. Membohongi nya! Pantas saja, kamu tidak pernah mau membawa Chila kemari! Ternyata begini kelakuan kamu!” seru nya semakin tak habis pikir.


“Pa, Mike bisa jelaskan.”


“Apa yang mau kamu jelaskan hah!” bentak papa Farel lagi semakin menggebu, Ia tidak menyangka putra nya bisa bersikap seperti itu terhadap istri nya.


“Dan kamu Chel! Gak cukup kamu merusak kebahagiaan anak kamu! Dan sekarang kamu mau ikut campur juga rumah tangga adik kamu! Dimana otak kamu Chel, hah!” imbuh papa Farel menatap putri nya.


"Papa dulu memang brengsek! Papa akui itu! tapi kalian bisa tanya sama Mama kalian, apa pernah Papa membohongi nya? Apa pernah papa menyembunyikan sesuatu dan apa pernah papa menyakiti Mama kalian!" Farel menatap tajam kepada dua anak yang di depan nya.

__ADS_1


“Pa, bukan begitu maksud Michele. Michele hanya—“


“Seperti nya? Kamu sudah bukan anak anak lagi Chel. Kamu itu juga seorang istri bahkan seorang ibu. Bayangkan bila seandainya Aldi berlaku seperti Mike. Apa yang akan kamu lakukan hah!" Sentak nya kepada Michele, sungguh Farel tidak pernah marah hingga seperti ini kepada Michele, namun Farel merasa kali ini, kedua anak nya sudah sangat keterlaluan.


"Papa terlalu memanjakan kalian. Termasuk kamu Chel! Bagaimana bisa, kamu menyakiti putri mu sendiri! Kamu lupa, bagaimana dulu kamu menggendong bayi itu, mengurus nya dan merawat nya. Kamu lupa bagaimana kamu menyayangi gadis itu dulu. Tapi kenapa kamu tega melakukan ini padanya? Pikirkan bagaiman perasaan dia Chel, pikirkan!” seru papa Farel begitu frustasi, hingga tanpa sadar membuat air mata nya menetes.


“Rasya itu kakak ipar kamu! Kalau sudah begini, apa yang akan kalian katakan padanya. Hah!”


“Mas, sudah cukup,” gumam mama Crsytal berusaha menenangkan suami nya, yang tanpa sadar dirinya ikut terisak.


“Mike hanya tidak tega melihat keadaan Els, Pa,” jawab Mike begitu lirih.


“Tidak tega kamu bilang, hah! Tidak tega?” pekik papa Farel lagi, emosi nya kembali naik ketika mendengar penjelasan dari putra nya.


Saking emosi nya, bahkan kini laki laki paruh baya itu sampai menarik kerah putra bungsu nya sendiri, “Kamu tidak tega melihat Els yang hanya mantan kamu. Tapi kamu tega menelantarkan istri kamu! Iya Mike! Apa seperti ini yang papa sama kamu, hah!”


Brukk!


Tubuh Mike langsung tersungkur ke lantai saat papa nya mendorong nya dengan begitu kencang.


"Maafkan Mike, Pa. Mike janji akan mencari Chika sampai ketemu," ujar Mike meringis karena badan nya masih terasa cukup sakit.


Farel tidak menanggapi ucapan Mike, namun mata nya langsung mengernyit ketika melihat selembar kertas yang jatuh dari saku celana Mike.


Sudah sedikit kusut, namun entah mengapa kertas itu mampu membuat nya penasaran. Dengan cepat, papa Farel segera mengambil kertas itu di samping Mike, kertas yang bahkan Mike sendiri sama sekali belum mengetahui isi nya.

__ADS_1


...~To be continue .......


...Hayooo kertas apa ituuuu?...


__ADS_2