
...~Happy Reading~...
Brakkk!
Tanpa berbasa basi, Vino langsung mendobrak pintu sebuah ruang perawatan dengan cukup kasar. Dan ternyata, apa yang ia pikirkan benar adanya, feeling nya tidak pernah meleset. Ia langsung menatap sinis kepada beberapa orang yang berada di dalam ruangan tersebut.
“Apakah anda tidak memiliki sopan santun!” pekik seorang laki laki paruh baya seumuran dengan Vino itu langsung berdiri dan menghampiri Vino.
“Tidak, apakah anda bisa mengajarkan saya akan sopan santun? Termasuk tentan cara menyogok dan memanipulasi keadaan?” balas Vino dengan ekspresi datar nya.
“Saya tidak menyangka, bahwa cara anda sangat licik untuk mempertahankan nama baik.” Imbuh Vino semakin sinis.
“Jaga mulut kamu!” seru laki laki itu langsung menunjuk marah ke arah wajah Vino.
__ADS_1
“Singkirkan tangan busuk mu itu!” balas Vino langsung menepis kasar tangan tersebut, “Aulia Rajendra, putri dari seorang Brahma Rajendra, ternyata adalah seorang pemakai.”
“Dan yang lebih parah nya, dia sampai memiliki niat untuk menghabisi teman nya sendiri. Woah, sangat menakjubkan, tapi sayang skenario Tuhan lebih indah, saat itu juga nyawa putri mu langsung di cabut sama Malaikat!” imbuh Vino dengan tersenyum miris, “Tapi sayang nya, seorang korban justru sekarang menjadi tersangka. Karena apa? Karena ayah pelaku adalah seorang jaksa, hebat bukan?”
“Diam kamu!” pekik nya begitu marah, “Putri ku sudah mati, dan nyawa harus di balas dengan nyawa!” tekan nya dengan penuh penekanan menahan amarah.
Ya, beberapa minggu ini, Vino sudah menyelidiki kasus yang melibatkan putri nya, Chila yang harus menjadi saksi atas pembunuhan yang terjadi di salah satu toilet dalam sebuah restauran. Dan betapa mengejutkan nya Vin setelah mengetahui fakta, bahwa ternyata dugaan nya benar. Pelaku yang sebenarnya adalah seorang korban, dan korban adalah pelaku utama.
Namun siapa sangka, bahwa ternyata Nicole berhasil menghindar dan tanpa sengaja membalik tangan Aulia hingga membuat nya terluka dan meninggal di tempat, karena tusukan pisau tersebut berhasil menembus bagian jantung.
Semua bukti sudah terkumpul dan menunjuk ke arah Aulia, namun Brahma berhasil memanipulasi nya dan membuat bahwa memang Aulia korban yang sesungguh nya, bukan pelaku. Itulah sebab nya, Brahma ingin Nicole di penjara seumur hidup.
Namun, di persidangan beberapa waktu lalu, Chila memberikan kesaksian, atas apa yang ia dengar. Chila masih ingat dengan jelas bagaiman perdebatan antara Aulia dan Nicole saat itu, karena Chila berada di lokasi.
__ADS_1
Perdebatan dan percakapan yang merunjuh ke arah Nicole yang sedang berusaha membujuk Aulia agar berhenti memakai narkoba. Selain itu, Chila juga mendengar ada satu nama laki laki yang di sebut sebut yang menurut Nicole bukanlah laki laki baik. Dan Nicole berharap Aulia segera memutuskan hubungan dengan laki laki itu.
Namun, Aulia tidak terima hingga akhirnya Chila mendengar suara teriakan, dan melihat bagaiman pisau itu sudah menancap di dada Aulia yang sudah terkapar di lantai toilet. Chila juga masih ingat dengan jelas, bahwa saat itu, Aulia masih memegang pisau itu hingga akhirnya tangan nya lemas dan meninggal.
Tentu saja, kesaksian dari Chila sangat tidak terima dan marah kepada Chila. Karena ia sudah berhasil menyogok sana sini untuk menghilangkan jejak putri nya, yang bahkan adalah seorang pemakai.
Namun ternyata Chila tidak bisa untuk ia ajak kerja sama, jadilah Vino berfikir, sangat tidak menutup kemungkinan, bahwa kecelakaan yang menimpa Mike dan Chila adalah di sengaja.
“Apakah kau melupakan perkataan ku waktu itu? Berani kau menyentuh putri ku, maka kau akan berhadapan dengan ku!” ucap Vino dengan datar, namun terlihat begitu dingin dan menyeramkan.
“Dan sekarang, kau bukan hanya menyentuh putri ku, tapi kau juga hampir membunuh tiga nyawa sekaligus, jadi jangan harap kali ini kau akan lolos! Kau salah besar dalam memilih lawan, Brahma!” imbuh Vino lalu pergi, meninggalkan Brahma dan istri nya juga anak sulung nya yang terlihat begitu tegang mendengar ancaman Vino.
...~To be continue ......
__ADS_1