
...~Happy Reading~...
Hari demi hari berganti, kini usia kandungan Chila sudah memasuki pada minggu minggu akhir. Namun, hingga kini belum ada tanda tanda akan bahwa bayinya akan segera lahir.
Maka dari itu, hari ini, Mike memutuskan untuk menemani Chila melakukan USG dan konsultasi dengan Dokter. Mengapa hingga usia empat puluh satu minggu, belum ada tanda tanda akan melahirkan.
"Untuk sejauh ini, kondisi bayi masih baik baik saja dan sangat aktif. Dan untuk usia kandungan yang lebih dari 40 minggu, sebenarnya masih ada rentang toleransi hingga usia 42 minggu. Jadi, kita sabar dulu ya, yang penting baby nya baik baik saja dan sehat." jelas Dokter.
"Tapi kira-kira apa penyebab nya Dok? Maksud saya, mengapa bisa selama itu? Apakah ada kejelasan medis lain?" tanya Mike yang begitu penasaran.
"Penyebab nya ada beberapa faktor. Selain karena kehamilan pertama, bisa juga di sebabkan karena adanya kesalahan dalam perhitungan HPL. Atau bisa juga karena bayinya laki-laki. Apakah kalian ingin melihat nya?" kata dokter itu malah balik bertanya.
"Tidak perlu Dok, kami ingin melihat saat bayi itu lahir nanti," ujar Chila dengan cepat menahan pergerakan tangan Dokter.
__ADS_1
"Baiklah, jadi ini Bapak dan Ibu bisa lihat ya. Ananda sangat baik dan aktif. Coba di bantu dengan olah raga seperti jalan kaki, di sekitaran rumah saja. Di ajak ngobrol dan di bujuk agar baby segera mengajak untuk keluar. Atau bisa juga untuk stimulasi pu* ting, minimal beberapa menit setiap hari. Dan yang terakhir berhubungan intim, juga bisa memacu agar segera kontraksi." jelas Dokter panjang lebar, seketika membuat Chila dan Mike langsung terdiam.
Glek!
Stimulasi dan berhubungan intim? Kapan terakhir mereka melakukan itu? Tidur dalam satu ranjang saja, baru mereka lakukan beberapa bulan ini, bagaimana bila mereka berhubungan? Apakah Chila sudah siap? Bisa menerima nya?
Tidak? bayangan demi bayangan saat bagaimana Mike memperkosa nya ketika di Jerman, membuat tubuh Chila bergetar.
Setelah mendapatkan resep dan saran. Kini keduanya berniat untuk pulang. Sepanjang jalan menuju mobil, Chila terus berdiam diri memikirkan tentang nasehat dari dokter. Dirinya masih belum bisa menerima, ia masih takut. Dan ternyata hal itu bisa membuat nya merasa pusing.
"Chila mau pulang saja," jawab nya seperti bergumam pelan.
Mike hanya mengangguk, ia paham bahwa istri nya masih trauma dengan dirinya. Dan Mike juga sudah berusaha selama ini, namun apa boleh buat, bila ternyata luka yang ia berikan memang begitu dasyat bagi mental Chila. Hingga membuatnya mengalami trauma berkepanjangan.
__ADS_1
"Auuwwhhh!" pekik Chila tiba tiba saat ia dan Mike sudah berjalan keluar rumah sakit.
Baru saja ia hendak masuk mobil, namun tiba tiba langkah nya terhenti saat merasakan adanya cairan hangat yang sudah mengucur deras pada bagian inti nya.
"Astaghfirullah, Mas sakitt!" pekik Chila langsung meremas kuat pada lengan Mike.
Sementara itu, Mike yang melihat sendal yang dan gamis yang di kenakan oleh istrinya sudah basah segera menggendong nya dan membawa nya kembali masuk ke dalam rumah sakit.
Padahal, baru beberapa menit yang lalu mereka periksa dan belum ada tanda tanda akan melahirkan. Namun, saat ketika hendak pulang, justru Chila mengalami pecah ketuban.
"Astaghfirullah, Mas. sakit hiks hiks hiks." ringis Chila memejamkan mata nya dengan napas yang sudah memburu hebat.
"Sabar Sayang, tahan sedikit lagi ya. Sebentar lagi kita—"
__ADS_1
...~To be continue......
...Serius tanya, ini kalian masih berharap disini Sad ending? Atau happy ending? komen ya...