Bukan Surga Impian

Bukan Surga Impian
Rumah Ayah


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Lagi, lagi dan lagi Mike harus menelan kekecewaan. Meskipun ia berhasil mendapatkan maaf, walau tidak sepenuhnya dari sang istri. Namun, Mike kira setidaknya Chila akan mau di ajak pulang ke rumah mereka.


Namun, dugaan Mike salah. Salah besar, karena pada akhirnya, ayah dan papi mertuanya sepakat untuk membawa Chila pulang ke rumah ayah Rasya.


Dan mulai sekarang hingga Chila melahirkan, mereka akan tinggal di rumah ayah Rasya.


'Kalau kamu tidak mau tinggal disini, kamu bisa tinggal di rumah mu sendiri.'


Itulah yang di katakan oleh ayah Vino beberapa saat yang lalu. Membuat Mike akhirnya mau tak mau, harus ikut tinggal di rumah mertua nya.


Bukan Mike tidak suka tinggal dengan mertua. Hanya saja, sepertinya akan semakin sulit baginya bila ia tinggal di rumah orang tua. Waktunya untuk bersama Chila dan mencoba membujuk wanita itu akan semakin sulit.


"Bunda senang, bila pada akhirnya kalian mau tinggal disini," ujar bunda Anna tersenyum, saat ini mereka tengah melakukan makan malam dia keluarga besar.


Ya, bukan hanya keluarga ayah Rasya, melainkan juga papi Vino dan istrinya juga kedua adik Chila, Victor dan Vito.


"Maaf bila nanti Chila akan semakin merepotkan Bunda," ujar Chila tersenyum tipis menatap sang bunda.

__ADS_1


"Justru, bunda akan semakin sedih bila tidak di repotkan sama kamu. Apalagi, ini cucu pertama Bunda, dan bunda mau kamu selalu merepotkan Bunda," kata bunda Anna seperti tidak sabar menatap perut besar putri nya.


"Kabari juga Mami bila kamu ingin sesuatu. Mami akan sering datang kemari, atau kamu bisa menginap juga di rumah Mami," sambung Renata yang tak kalah antusias dari bunda Anna.


Sementara para wanita mengobrol usai makan malam, kini di ruang belakang. Tepatnya sebuah sofa yang berada di samping kolam renang. Lima pria bercampur usia itu tengah duduk dengan ekspresi wajah tegang dan datar.


Hampir tiga puluh menit, tidak ada yang membuka suara. Kelimanya hanya terdiam dengan ekspresi wajah dingin masing masing. Namun, empat dari mereka fokus kepada satu orang, Mike.


Mike yang merasa di jadikan pusat perhatian, hanya bisa menghela napas nya berat.


"Mike akui, bahwa Mike salah. Mike minta maaf, dan Mike mohon berikan Mike kesempatan untuk terakhir kali nya. Mike akan buktikan bahwa Mike benar benar tulus dan akan membahagiakan Chila." tutur Mike panjang lebar.


"Apa jaminan nya kalau kamu tidak akan menyakiti Chila lagi?" tanya papi Vino dengan menatap tajam pada Mike, "Kamu tahu Mike, dia putri kami satu satu nya. Sejak kecil, kami menjaga nya dengan penuh kasih sayang dan kelembutan. Kami merelakan nya untuk kamu pinang, tapi kenapa kamu bisa melakukan semua ini?" imbuh papi Vino seraya mengepalkan tangan nya.


"Maaf Pi, Mike benar benar khilaf saat itu. Dan Mike sudah menyesali semua nya," ucap Mike dengan begitu tulus dan jujur.


"Mike akan melakukan segala macam cara untuk mempertahankan rumah tangga Mike. Dan Mike akan terus berusaha untuk mendapatkan kepercayaan Chila dan kalian kembali. Berikan Mike waktu," imbuh Mike menatap kedua ayah mertua nya dengan sungguh sungguh.


"Gara gara kak Mike, keceriaan kakak hilang! Dia seperti orang asing di rumah nya sendiri. Sejak dia kembali dari Italia, kak Chila lebih banyak diam dan melamun. Dan meskipun saat ini kak Chila sudah di depan kami, tapi raga nya seperti masih tersangkut entah dimana. Dia seperti bukan kakak kami yang kami kenal dulu!" ucap Victor dengan ekspresi datar nya ikut membuka suara.

__ADS_1


"Ya, kamu benar Vic. Dan ini semua gara gara kak Mike!" Sambung Vito seperti menahan amarah nya.


"Sudahlah! Yang berlalu, biarkan lah berlalu. saat ini kakak sudah pulang! Kita beri kakak waktu untuk menyesuaikan semuanya, seperti yang kita semua tahu, kakak masih sakit. Jadi ayah mohon, kalian bantu untuk menghibur kakak." Ucap ayah Rasya seraya menghela napas nya berat, menatap dia anak laki laki remaja di depan nya.


"Tanpa Ayah suruh, kami pasti akan melakukan nya Yah. Tapi kami masih kecewa sama kak Mike!" saut Victor sedikit mendengus.


"Benar Om, kenapa ada laki laki yang bisa begitu tega menyakiti bidadari sebaik dan setulus kakak! Apakah dia manusia?" sambung Vito ikut mendengus.


"Sudahlah Vit, ayo kita pergi saja. Kita temui kakak!" ajak Victor, lalu mereka segera beranjak dan pergi meninggalkan para orang tua.


"Kamu lihat Mike, bukan hanya Chila yang sudah kamu sakiti dan kecewakan. Tapi juga kami semua, termasuk adik adik Chila!" ucap ayah Rasya kembali menghela napas kasar, "Ayah masih kecewa sama kamu! Tapi Ayah tetap akan mendoakan yang terbaik untuk kalian!"


"Istirahatlah, luka mu masih belum kering!" imbuh ayah Rasya lalu bangkit dan pergi masuk ke dalam rumah.


"Kamu beruntung punya keluarga seperti kami Mike, jadi jangan sia-siakan kesempatan ini! Atau kamu akan rasakan yang lebih dari ini!" bisik papi Vino seraya menepuk bahu Mike dan bangkit.


Tentu saja, hal itu membuat Mike langsung memekik tertahan. Karena badan nya yang masih terasa remuk akibat anak buah Davis, dan kini kembali mendapatkan tepukan yang cukup keras dari papi mertua nya.


'Astaghfirullah!' desis nya dalam hati seraya sedikit meringis menahan sakit.

__ADS_1


...~To be continue... ...


__ADS_2