Bukan Surga Impian

Bukan Surga Impian
Keterpurukan


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Di rumah sakit, tempat dimana Rasya di rawat. Sudah hampir satu bulan lama nya ia terbaring di atas brankar rumah sakit. Dan Anna, selalu senantiasa menemani suami nya yang hingga kini belum sadarkan diri.


Belum ada kabar mengenai keadaan dan keberadaan Chila, namun keluarga masih terus berusaha mencari. Dan karena ayah nya masuk rumah sakit, akhirnya Victor memilih untuk berhenti kuliah sementara, ia menggantikan posisi ayah nya untuk mengurus perusahaan sementara waktu hingga ayah nya kembali membaik.


Tak hanya ayah Rasya yang mengalami koma. Namun Mike juga sempat mengalami koma, walau hanya satu minggu.


Namun hingga kini, laki laki itu hanya menghabiskan waktu nya di dalam rumah. Ia tidak bisa melakukan aktivitas, hidupnya benar benar hancur dan muram. Keseharian nya hanya diam di dalam kamar, meratapi hari hari nya tanpa sang istri.


Bayangan demi bayangan saat dirinya sedang bermesraan dan bercanda tawa dengan Chila, membuat nya sangat tersiksa. Di tambah lagi, ia mengalami Couvade Syndrome, atau kehamilan simpatik. Ia tidak bisa makan apapun. Bahkan hanya meneguk air putih saja, seolah perut nya menolak. Dan tak jarang, ia jatuh pingsan karena kekurangan cairan dan asupan gizi.


“Bunda makan dulu ya,” kata Victor memasuki ruang perawatan ayah nya.


“Kamu saja makan, kamu baru pulang kerja. Bunda belum lapar,” jawab Anna pelan sambil tangan nya terus menggenggam tangan sang suami.


“Bun, jangan sampai bunda ikutan sakit nanti. Kalau nanti ayah bangun, pasti ayah akan semakin sedih bila melihat bunda sakit. Badan Bunda makin kurus, pasti nanti Victor kena jewer sama ayah. Bunda makan dulu ya,” ujar Victor berusaha sedikit bercanda dengan ibunya.

__ADS_1


“Nanti bunda makan, kamu duluan makan gih. Kamu pasti capek,” kata Anna masih enggan untuk makan.


Memang benar, selama satu bulan ini, Anna terus berada di rumah sakit menemani Rasya. Ia seolah lupa bagaimana keadaan rumah nya. Ia hanya ingin selalu berada di samping suami nya.


Bahkan, makan pun ia hanya sesekali dan itu karena paksaan dari Victor. Seperti saat ini, ketika Anna menolak utuk makan, Victor mengambil kursi dan mendekatkan dirinya di samping sang ibu.


“Ayah, kalau nanti ayah bangun, sudah Victor hitung ya berapa jeweran yang harus kasih ke Bunda. Karena bunda gak mau makan, nanti kalau bunda sakit, ayah gak boleh salahin Victor,” adu nya kepada sang ayah yang masih memejamkan mata.


Anna tersenyum namun air mata nya juga mengalir, ia menarik napas nya panjang. Memang selama ini hanya Victor yang mampu membuat nya terhibur, di saat ia kehilangan putri dan keadaan suami nya koma.


“Satu saja,” ucap Anna menatap putra nya.


Dan saat Victor tengah menyuapi ibu nya, tiba tiba ia mendengar suara pintu yang di ketuk. Keduanya sontak mengalihkan pandangan hingga bisa melihat pelaku utama datang dan membuka pintu ruang perawatan Rasya.


Dengan cepat, Victor meletakan makanan nya di atas meja, ia segera beranjak dan menghampiri Mike.


“Mau apalagi kesini?” tanya Victor dengan wajah datar dan dingin nya seolah menolak kedatangan Mike untuk menjenguk ayah nya.

__ADS_1


Sebenarnya, Victor juga tidak tega melihat keadaan kakak ipar nya yang terlihat sangat kacau. Tubuh yang dulunya begitu kekar karena rajin olah raga, berisi dan gagah. Kini terlihat begitu lemas, kurus dan tak terawat di tambah bulu bulu halus yang mulai tumbuh di area dagu nya, membuat laki laki itu terlihat semakin berantakan.


Namun, bagaimana lagi, ia begitu kecewa dan tidak terima atas apa yang di lakukan laki laki itu terhadap sang kakak.


“Aku mau melihat keadaan Ayah,” jawab Mike pelan, namun ber ekspresi datar. Setiap beberapa hari sekali, Mike akan selalu menjenguk ayah mertua nya. Walaupun ia selalu mendapatkan penolakan dari Victor. Namun ia tidak pernah menyerah, ia terus berusaha tetap datang.


“Cih, tidak perlu! Kedatangan bang Mike tidak di harapkan disini. Lebih baik, abang kembali mencari kakak! Baru kami akan menerima abang lagi!” setelah mengatakan itu, Victor kembali masuk ke dalam ruang perawatan ayah nya dna mengunci pintu nya agar Mike tidak bisa masuk.


Mencari kakak? Mencari Chila. Mike sudah melakukan itu. Bahkan, orang tua dan keluarga besar Pranata, termasuk om Javier dan para anak nya ikut membantu. Namun nihil, tidak ada yang bisa menemukan jejak wanita itu.


“Victor, kenapa kamu seperti itu?” tanya bunda Anna langsung menggelengkan kepala nya.


“Dia orang jahat Bun, Victor gak mau lihat dia disini,” jawab Victor dengan wajah sedih nya dan hampir menangis lagi.


Victor memiliki hati hampir seperti Chila, begitu lembut dan cengeng. Hanya saja, karena dia laki laki, ia selalu berusaha lebih kuat dan pemberani, sedangkan Chila. Wanita itu tetap saja seorang wanita yang begitu lemah lembut dan rapuh, walaupun selalu berusaha kuat, tetap saja dia rapuh.


“Jangan begitu, Mike juga sudah berusaha memperbaiki semuanya. Jangan menambah beban kakak kamu, biarkan dia menenangkan diri dulu. Bunda yakin, sebentar lagi kakak pulang,” ujar bunda Anna menggenggam tangan Victor dan berusaha menenangkan nya.

__ADS_1


“Tapi kakak sendirian Bun, hiks hiks.” Victor langsung memeluk bunda nya dan kembali menangis. Tak hanya Victor, namun bunda Anna juga ikut menangis kala mengingat kembali bagaimana keadaan Chila yang tidak tahu dimana.


...~To be continue .......


__ADS_2