Bukan Surga Impian

Bukan Surga Impian
Ke rumah Ayah


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Karena merasa bosan, akhirnya Chila memutuskan untuk pergi ke rumah orang tua nya. Ia merasa sangat suntuk berada di rumah nya.


"Assalamu'alaikum... " ucap Chila ketika memasuki rumah ayah nya.


"Walaikumsalam," jawab bunda Anna yang sedang sibuk menyiapkan makan siang.


"Bunda masak apa?" tanya Chila langsung menghampiri ibu nya, "Hemm wangi banget, Chila jadi laper." imbuh nya seraya mengusap perut yang terasa begitu lapar.


"Ya sudah, kalau begitu kamu makan dulu ya. Bunda mau mandi dulu, sebentar lagi ayah pulang," ujar bunda Anna mencium kepala Chila lalu segera pergi.


Tanpa menunggu lagi, Chila pun langsung menyendok nasi dan lauk yang ada di depan nya. Padahal, makanan yang di masak oleh bunda nya adalah makanan biasa. Namun entah mengapa kini terlihat begitu menggiurkan untuk Chila.


Saking asik dan fokus nya Chila pada makanan nya, bahkan ia sampai mengabaikan ponsel nya yang sejak tadi terus berdering di dalam tas. Seolah makanan nya terasa jauh lebih penting di banding apapun, hingga beberapa saat kemudian ayah Rasya datang dan menghampiri Chila.

__ADS_1


"Anak Ayah tumben siang siang datang, cup." ucap ayah Rasya dan langsung mencium kepala Chila.


"Chila laper, Ayah." Chila menjawab nya tanpa menatap sang ayah, karena kini ia masih fokus pada tulang ayam yang ada di tangan nya.


Ayah Rasya sampai terkekeh melihat putri nya makan. Yang entah mengapa malah mengingatkan nya saat Chila masih kecil dulu.


"Kerudung kamu kotor, Sayang!" kata ayah Rasya mengambilkan tisu untuk mengelap bibir serta kotoran di kerudung Chila.


"Masakan Bunda itu memang tidak pernah ada dua nya," gumam Chila tersenyum bahagia.


"Sayang, sudah pulang?" tanya bunda Anna yang baru saja selesai mandi dan segera menghampiri suami dan anak nya.


Berulang kali ia mengerjapkan matanya menatap tak percaya. Ia memasak cukup banyak, ada hampir sepuluh potong ayam goreng dan kini hanya tersisa dua potong saja. Benarkah itu semua dimakan oleh Chila? batin bunda Anna tak percaya.


"Biarkan, gapapa," kata ayah Rasya tersenyum di kursi nya melihat Chila masih makan.

__ADS_1


Ayah Rasya seolah melihat Chila dua puluh tahun yang lalu, yang begitu lucu dan menggemaskan, hingga tanpa sadar membuat mata nya berkaca kaca.


Sudah sangat lama ayah Rasya tidak melihat Chila makan dengan begitu lahap. Karena biasanya Chila hanya makan sedikit dan perlahan. Tidak seperti sekarang, dan menurut ayah Rasya ini adalah momen langka.


"Habiskan Nak," ujar ayah Rasya menyodorkan piring ayam lagi kepada Chila.


"Ayah mau makan mie instan gak?" tanya Chila di sela makan nya, dan kini ia menatap kepada sang ayah.


"Sayang, kamu tau kalau ayah tidak makan itu!" jawab ayah Rasya langsung menggelengkan kepala nya.


"Tapi Chila kok pengen lihat ayah makan mie instan ya?" gumam nya sedikit bingung dengan keinginan nya sendiri, "Lauk nya sudah Chila habisin. Tinggal itu saja, ayah makan mie instan aja bagaimana? Chila buatkan deh," imbuh nya menawarkan.


"Bunda juga makan ya, Chila mau jadi chef sekarang!" seru nya langsung menatap kedua orang tua nya dengan mata berbinar.


Bingung, itulah yang di rasakan ayah Rasya dan bunda Anna saat ini. Keduanya saling menatap dan mengerutkan dahi, namun Chila tak memperdulikan nya.

__ADS_1


Chila segera beranjak dari kursi untuk mencuci tangan. Mengambil mie instan dan segera memasak nya untuk ayah dan bunda.


...~To be continue... ...


__ADS_2