Bukan Surga Impian

Bukan Surga Impian
Kunjungan Shiena


__ADS_3

...~Happy Reading~...


“Ar, gimana kandungan kamu?” tanya Shiena saat datang mengunjungi sahabat nya.


“Alhamdulilah, baik Na. Terimakasih ya untuk semuanya,” jawab Chila tersenyum sungkan.


“Apaan sih Na, jangan bilang begitu. Kita kan sahabat, dan siapa tahu kelak kita bisa lebih dari sekedar sahabat,” ucap Shiena tiba tiba terkekeh sendiri.


Untuk sesaat, Chila sempat mengerutkan dahinya, ia menatap Shiena bertanya tanya, hingga membuat wanita di depan nya kembali tergelak, “Bercanda Arsy. Tapi kalau pun ia, ya gapapa.”


“Oh ya Ar, memang nya kamu gak mau makan apa gitu? Hemm, apa ya? Kaya ngidam gitu?” tanya Shiena seraya meneguk saliva nya sendiri.


“Kamu nanya tapi kamu nelen ludah sendiri. Jangan jangan kamu yang ngidam?” kata Chila terkekeh menggoda.


Deg!


Seketika itu juga Shiena langsung terdiam, hingga membuat Chila ikut terdiam dan menatap sahabat nya dengan bertanya tanya.


“Na, kamu hamil lagi?” tanya Chila sedikit terkejut.

__ADS_1


“Gak tahu,” jawab Shiena polos, kini ia menatap Chila dengan mata berkedip berulang. Karena memang dirinya juga tidak tahu, memang akhir akhir ini ia selalu merasa aneh dan selalu ingin makan makanan aneh.


“Hah, g—gak tahu bagaimana?” tanya Chila ikut bingung, “Kamu sudah datang bulan belum?”


“Gak tahu juga, aku lupa Ar,” jawab Shiena yang terlihat semakin cemas.


“Hey, Shiena lihat aku!” Ucap Chila langsung menggenggam tangan sahabat nya,”Tenang dulu, Shiena tenang!” imbuh nya penuh penekanan.


Entah mengapa, Shiena akhir akhir ini memang sangat mudah cemas dan merasa ketakutan. Ia sendiri juga merasa sedikit aneh, namun ia juga tidak tahu dengan apa yang terjadi pada dirinya sendiri.


“Mau coba tes?” tanya Chila dengan lembut dan tersenyum, “Tenang, jangan gugup. Kalau memang benar kamu hamil, justru sangat bagus. Alhamdulilah, Claire akan memiliki adik,” imbuh Chila tersenyum memberikan semangat kepada Shiena.


“T—tapi kok aku takut ya Ar?” gumam Shiena menggigit bibir bawah nya.


“Gak tahu, aku Cuma merasa takut aja. Gak tahu juga apa yang aku takutkan,” kata Shiena yang juga merasa bingung.


Seketika itu juga, Chila langsung menghela napas nya dengan berat, ia menyandarkan kepala nya paa sofa dan mengusap perut nya yang sudah semakin terlihat bulat.


“Clayton itu laki laki baik, tanggung jawab dan sellau ada buat kamu. Apa yang kamu takutkan sih Na,” ujar Chila pelan, dalam hati ia merasa sedikit sesak setiap harus memuji suami dari sahabat nya itu.

__ADS_1


Bukan berarti Chila memiliki perasaan kepada Clayton, Bukan! Hanya saja, Chila juga ingin memiliki suami yang bisa selalu ada untuk nya. Bisa menemani nya setiap waktu dan memberikan apa yang ia butuhkan, yaitu kasih sayang.


Lagi, Chila kembali mengingat satu tahun kebersamaan nya dengan Mike. Dalam waktu satu tahun, bisa di hitung berapa kali ia menghabiskan waktu berdua dengan Mike. Laki alki itu sangat jarang di Indonesia.


Dia hanya pulang dua minggu hingga satu bulan sekali dan paling lama di rumah satu minggu. Bisa di hitung, berapa lama kebersamaan nya dengan Mike. Berapa lama ia merasakan kasih sayang di manja oleh suami.


Sesak, itulah yang ia rasakan. Terlebih ketika ia mengingat bahwa suami nya pergi jauh bukan hanya karena pekerjaan untuk mencari nafkah untuk nya. Melainkan lebih sering menghabiskan waktunya bersama wanita lain yang tak lain adalah mantan nya.


“Auuwhhh!” pekik Chila tiba-tiba ketika merasakan perut nya kembali terasa sakit dan kram.


Beginilah Chila, setiap kali mengingat kenangan nya dengan Mike, dan rasa sakit yang pernah ia rasakan. Pasti, perut nya akan terasa begitu sakit, bahkan tak jarang juga ia mengalami pendarahan bila terlalu keras dalam berpikir. Seolah bayi nya menolak nya untuk bersedih.


“Ar, kamu kenapa?” tanya Shiena terkejut saat melihat Chila meringis dan memegang perut nya.


“Sakit Na, astagfirullah, sakit bangett!” ringis Chila semakin memekik menahan sakit.


"Kamu tenang dulu, sabar! A—aku panggil Clayton!"


Dengan cepat, Shiena segera bangkit dan berlari mencari keberadaan suami nya dan membawa Chila ke rumah sakit.

__ADS_1


Jarak antara Vila dan rumah sakit cukup jauh, jadi sangat tidak mungkin bila mereka memanggil dokter, jadi Shiena berfikir akan lebih baik bila mereka membawa Chila langsung ke rumah sakit agar mendapatkan penanganan yang lebih tepat.


...~To be continue .......


__ADS_2