Bukan Surga Impian

Bukan Surga Impian
Sensitif


__ADS_3

...~Happy Reading~...


"Kau itu kenapa terus menghindari ku? Yang seharusnya menghindar itu aku, mengapa jadi kau?" ketus seorang laki-laki yang sejak tadi menahan rasa kesal nya sepanjang meeting berlangsung.


Ya, klien yang akan Mike temui itu ternyata adalah Clayton Arthajaya. Orang yang sedang Mike hindari, bukan karena masih mengingat permasalahan mereka dulu. Namun, Mike selalu merasa aneh bila berdekatan dengan Clayton.


"Tidak ada!" kata Mike dengan raut wajah datar nya, "Terimakasih atas kerjasama nya, kami permisi."


Setelah mengatakan itu, Mike berniat untuk pergi. Namun, tiba tiba tangan nya di tahan oleh Clayton, karena laki laki itu masih kesal dan penasaran mengapa Mike menghindari nya.


"Shiena mengajak kalian untuk makan malam bersama. Karena aku sudah bertemu dengan mu disini, jadi lebih baik kau saja yang mengatakan kepada Arsy, daripada aku yang harus ke rumah mu." ujar Clayton.


"Seperti aku tidak bisa. Aku sibuk," jawab Mike menolak.


"Tidak ada penolakan. Atau aku nekat datang ke rumah mu dan membawa Arsy lagi tanpa sepengetahuan mu!" ancam Clayton.


"Kau mengancam ku!" seru Mike dengan kesal.


"Kami tunggu nanti malam di rumah ku!" ucap Clayton datar lalu menepuk bahu Mike, sebelum akhirnya ia pergi bersama asisten nya.

__ADS_1


Sementara itu, Mike yang merasa mendapatkan ancaman dari Clayton hanya bisa mendengus dan berdecak kesal.


Ia berusaha untuk menghindari laki-laki itu karena tidak ingin ketergantungan. Namun kini laki-laki itu justru mengundang nya untuk makan malam. Bukankah ini sangat gila? batin Mike frustasi.


Ngidam yang di alami Mike saat ini memang lah sangat berbeda di banding dulu. Bila dulu ia hanya merasakan pusing dan mual. Namun berbeda dengan yang sekarang.


Kini, Mike merasa sangat sensitif. Mudah tersinggung, baper. Dan juga, hal yang paling aneh menurut nya selalu membuat kesal, yakni ia selalu ingin bertemu dengan Clayton.


Bukankah itu aneh? Ia sangat membenci laki laki itu, namun ia selalu ingin berada di dekat nya. Dan sejujurnya, pertemuan nya dengan Clayton siang ini, membuat rasa pusing nya sedikit berkurang. Tidak seperti sebelumnya yang terasa begitu sakit dan tak bertenaga.


Tuuttt.... Tuuutt...


Semudah itu ia menangis, bahkan beberapa hari ini, kedua mertua nya semakin di buat bingung melihat tingkah menantu nya.


"Sayang, kamu dimana sih?" gumam Mike menghela napas nya kasar, seraya mengusap mata nya yang sudah berkaca kaca.


Drrtt... Drttt..


Baru saja Mike hendak memasukkan ponsel nya ke dalam saku, tiba tiba ia melihat sebuah panggilan yang masuk.

__ADS_1


Mike mengurungkan niat nya untuk pulang, ia kembali duduk dan segera mengangkat sambungan telfon tersebut.


"Assalamu'alaikum Mas," ucap Chila dari seberang sana.


"Walaikumsalam," jawab Mike seraya menarik napas nya panjang.


"Mas kenapa? Nangis lagi?" tanya Chila langsung mengerutkan dahi nya saat mendengar suara Mike yang terdengar serak.


"Tidak!" jawab Mike berbohong, "Aku tidak pernah menangis. Kamu darimana?" tanya Mike mengalihkan pembicaraan.


"Tadi Yusuf nangis. Makanya Chila ajak ke bawah, HP ku di kamar. Maaf ya," kata Chila pelan, ia tahu bahwa suaminya saat ini sedang tidak baik baik saja.


Sebenarnya Chila juga kasihan karena melihat penderitaan suami nya saat ia hamil seperti ini. Namun bagaimana lagi, ia juga tidak bisa mengubah jalan yang sudah di berikan oleh Tuhan. Andai bisa di tukar, Chila juga ingin meminta agar dirinya saja yang mengalami masa ngidam.


Tapi Tuhan sudah berkehendak, dan Chila juga bahagia melihat suaminya yang kini terlihat semakin lembut dan cengeng padanya.


Bila menurut mama Cryatal, adik dari Yusuf pasti perempuan. Karena Mike terlihat jauh sangat sensitif dan cengeng. Namun, kembali lagi, mereka sudah memasrahkan semuanya kepada Allah SWT. Jadilah, mereka hanya bisa menikmati setiap momen yang mereka lalui tanpa bisa menolak.


...~To be continue... ...

__ADS_1


__ADS_2