
...~Happy Reading~...
Malam harinya, seperti biasa, Chila akan menunggu telfon dari suaminya. Pejuang LDR pasti tahu, bagaimana melepas rindu dengan sang suami saat malam. Dan itulah yang Chila lakukan saat ini.
“Assalamualaikum Mas,” ucap Chila ketika baru menyelesaikan ritual mandi nya, dan langsung menjawab panggil video dari Mike.
Chila mendudukkan diri di depan meja rias, sedangkan ponsel ia letakkan di depan kaca, agar ia bisa sambil mengeringkan rambut nya.
“Walaikumsalam, Sayang. Bagaimana tadi?” tanya Mike dari seberang sana. Terlihat Mike sedang berada di dalam sebuah kantor, dengan menghadap laptop sambil bekerja.
“Alhamdulilah, lancar,” jawab Chila tersenyum, “Kamu sudah makan Mas? Jangan lupa sholat.”
“Iya Sayang, sebentar lagi aku makan kok. Dan baru saja selesai sholat, makanya telfon kamu. Nih kamu lihat, rambut aku masih sedikit basah,” jawab Mike sambil menyugar rambut nya ke belakang dan yang sesekali tidak menatap ke arah kamera, dan Chila tahu bahwa laki laki itu tengah bekerja.
__ADS_1
“Tadi ngobrolin apa aja?” tanya Mike sambil mengerjakan pekerjaan nya
“Banyak Mas, tadi juga ada anak anak. Jadinya rame,"
Dan Chila pun mulai menceritakan semua yang ia alami seharian tadi bersama para sahabat nya. Bagaimana lucu dan menggemaskan nya Claire yang masih belum terlalu fasih berbicara. Dan banyak hal lagi yang ia ceritakan.
Chila begitu ceria setiap kali bercerita, membuat kerinduan di dalam hati Mike semakin terasa membara dan ingin segera kembali ke Indonesia. Padahal, mereka baru berpisah selama tiga hari, namun terasa seperti sudah begitu lama.
Sosok Mike selalu menjadi lelaki impian nya sejak dulu. Bahkan, hubungan nya dengan Kenzo pun, hanya sebatas pelampiasan, maka dari itu ia tidak terlalu patah hati mendalam ketika tahu bahwa Kenzo dan Naura sudah menikah. Hanya ada rasa sedikit rasa baper dan bersalah, dan itu manusiawi.
“Sayang, sepertinya aku harus keluar dengan kak Aldi, nanti malam aku akan menghubungi mu lagi kalau kamu belum tidur,” ucap Mike ketika mendengar suara ketukan di pintu ruangan nya.
Ya, meskipun Aldi sudah menyerahkan semuanya kepada Mike. Namun, sesekali ia tetap harus mengecek dan membantu Mike ke Jerman. Dan sudah dua hari ini memang Aldi berada di sana bersama sang istri.
__ADS_1
“Hemm, baiklah. Jangan tinggalkan sholat dan makan. Kalau sudah lelah, jangan di paksakan, aku gak mau kamu sakit Mas,” jawab Chila pelan, sangat terlihat raut wajah kesedihan dan khawatir di wajah istri kecil nya itu.
“Baiklah, assalamualikum Yaa Zawjatii,” ucap Mike dengan tersenyum membuat wajah Chila semakin tersipu dan merona, setiap kali Mike menyebutnya seperti itu.
“Walaikumsalam yaa Zaujii,” jawab Chila tersenyum malu malu, hingga membuat Mike langsung tergelak, sebelum akhirnya ia benar benar mematikan sambungan telfon.
Pernikahan mereka sudah hampir satu tahun, namun Chila tetap saja masih sering malu malu dan tersipu setiap kali Mike menggoda nya. Wajar bukan, karena selama ini Chila sering memanggil nya Om, dan kini ia memanggil nya panggilan lain. Terlebih ketika Mike memanggil dirinya sebagai istriku, membuat jantung Chila semakin tak terkendali setiap waktu.
Chila menghela napas nya dengan berat ketika ponsel yang di tangan nya sudah mati. Ia mengusap nya pelan hingga menyala, untuk melihat jam yang tertera di layar. Sudah memasuki waktu sholat Maghrib, Chila pun bergegas menggelung rambut nya dan berjalan ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu.
‘Ya Allah, lindungilah suami hamba, dimana pun dia berada. Berikanlah kelancaran di setiap langkah kaki nya, agar pekerjaan nya segera usai. Amin.”
...~To be continue .......
__ADS_1