
...~Happy Reading~...
“Sir, bitte bringen Sie mich ins Krankenhaus. (Pak, tolong bawa saya ke rumah sakit._” ujar Chila ketika sudah berhasil menemukan Taxi di depan apartemen Mike.
Laki laki itu masih tertidur akibat pergulatan panas tadi. Dan Chila berhasil kabur dari apartemen Mike. Kini, tujuan nya hanya ingin pergi ke rumah sakit, dan segera pergi pulang ke Indonesia, bila memungkinkan.
Drrtttt ... Drrttt ...
Mendengar suara getaran ponsel membuat jantung Chila berdetak dengan begitu cepat. Ia takut, bila ternyata Mike sudah bangun dan menyadari kepergian nya. Sungguh, untuk pertama kalinya, Chila baru melihat sosok lain dari dalam tubuh suami nya yang ternyata sangat menyeramkan.
Shiena
Chila menghela napas nya dengan lega, ketika melihat nama Shiena yang tertera di layar ponsel nya. Ia pun segera menjawab panggilan telfon itu.
‘Assalamualaikum,” jawab Chila menahan napas nya karena rasa sakit yang ia rasakan.
__ADS_1
“Walaikumsalam, Alhamdulilah Ar, akhirnya kamu angkat juga. Kamu dimana? Kamu gapapa kan? Aku coba cari kamu dan hubungi kamu gak bisa, kamu dimana sekarang?” tanya Shiena beruntun dari ujung sana. Chila bisa mendengar suara Shiena yang terdengar begitu panik dan khawatir karena nya.
“Aku gapapa Na, hanya saja aku kayaknya kontraksi lagi. Perut ku sakit banget, aku menuju rumah sakit lagi,”ujar Chila sedikit mendesis dan menarik nafas panjang.
“Aku sama Clayton langsung ke sana!” ucap Shiena dan tanpa mengucapkan salam, ia segera mematikan sambungan telfon nya begitu saja dan segera mengajak suami nya untuk menyusul Chila ke rumah sakit.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih tiga puluh menit. Kini Chila sudah tiba di rumah sakit. Wanita itu masih begitu bertahan dengan rasa sakit yang ia rasakan. Menarik napas panjang, ia memegang perut nya dan berjalan perlahan memasuki rumah sakit.
“Chila!” pekik seorang wanita yang melihat kedatangan Chila hendak memasuki rumah sakit.
Deg!
“Astagfirullah Chila kamu, kenapa kamu bisa disini?” tanya Michele terkejut.
“Kenapa kak?” tanya Chila dengan tersenyum menatap michele, seraya menarik napas nya pelan untuk menahan rasa sakit yang sedang ia rasakan, “Kakak sendiri kenapa bisa disini? Ah Chila lupa kalau kakak memang sering kesini nyusul kak Aldi. Dan Chila kesini juga mau nyusulin suami Chila,” imbuh nya tersenyum.
__ADS_1
Chila memang begitu pandai menutupi rasa sakit nya. Walau kini ia sangat ingin berteriak dan marah kepada wanita di depan nya yang sudah ia anggap sebagai mama nya. Bagaimana bisa, orang yang sudah merawatnya dari kecil, orang yang mengajari nya banyak hal. Ternyata berkonspirasi dengan suami nya untuk membohongi nya.
Apapun alasan yang di miliki wanita itu, tetap saja itu sangat menyakitkan bagi Chila. Bahkan rasa kecewa nya karena Mike, tidak seberapa bila di bandingkan engan rasa kecewa nya kepada Michele.
Kata pertama yang Chila ucapkan saat baru belajar berbicara, Mama. Dan orang itu adalah Michele. Saat orang lain memiliki ibu, namun Chila tidak memiliki nya. Namun, Michele merentangkan tangan untuk memeluk nya dan mengakuinya sebagai anak. Chila teramat sangat menyayangi Michele, bahkan bisa di katakan, Michele adalah urutan kedua dari jajaran ibu nya.
Dari Anna, Michele dan baru Renata. Namun ternyata, kasih sayang yang Chila rasakan dan berikan selama ini, terasa hambar dalam sekejap. Kecewa, terluka dan rasanya sangat menyiksa. Bagaimana bisa, seorang ibu bersikap seperti itu?
“Ta—tapi Mike gak ada disini Chila,” ujar Michele sedikit gugup. Michele mengira bahwa Chila atang untuk mencari Mike dan akan mengetahui keadaan Els.
“Iya, Chila tahu kok. Karena mas Mike sedang istirahat. Chila cuma mau nemuin seseorang saja,” kata Chila berusaha sesantai mungkin, walau kini perut nya sudah sangat sakit, namun ia tidak memperlihatkan nya, dan beruntung juga, ia mengenakan masker, jadilah wajah nya tidak terlalu terlihat oleh Michele. Hanya saja Michele bisa melihat mata Chila yang sedikit sembab. “Ah iya kak, Chila sudah di tunggu di dalam. Duluan ya Kak,” imbuh nya, lalu Chila pergi sebelum Michele menyadari ada yang tidak beres pada nya.
Dan seketika itu juga, senyuman yang tadi menghiasi wajah nya, kini langsung menghilang. Dan wajah nya kembali menjadi datar. Chila menarik napas panjang, menggigit bibir nya dan sedikit meringis karena menahan sakit.
Keringat dingin semakin bercucuran membasahi dahi Chila. Namun, wanita itu masih tetap berjalan menuju ruang pemeriksaan, karena tadi saat di Taxi, Chila sudah membuat janji dengan salah satu dokter kandungan yang sebelumnya sudah menangani nya.
__ADS_1
'Sayang nya Umma harus pinter ya Nak. Umma mohon, berjuang lah demi Umma," gumam nya pelan seraya mengusap perut nya.
...~To be continue .......