Bukan Surga Impian

Bukan Surga Impian
Akhirnya bahagia


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Karena kesehatan Chila sudah semakin membaik. Kini, ia sudah di perbolehkan untuk pulang. Chila juga sudah melakukan konsultasi dengan dokter agar dirinya bisa memberikan asi kepada Yusuf.


Dan setelah mendapatkan beberapa tips, akhirnya Chila mengerti dan memulai melakukan apa yang di sudah di sarankan oleh dokter.


"Mas, jangan menatap ku terus seperti itu," gumam Chila menundukkan kepala nya.


Kini, Chila dan Mike sudah berada di dalam kamar. Sementara baby Yusuf sudah di jadikan perebutan oleh ketiga kakek nenek nya.


Ya, tiga. Karena kini Chila sudah memaafkan Michele. Begitupun dengan ayah Rasya. Meskipun, dalam hati masih ada sedikit rasa sakit, namun mereka mencoba untuk ikhlas dan berserah kepada Tuhan.


Tidak ada gunanya menyimpan dendam dan rasa sakit. Hidup akan lebih tenang dan hangat, saat kita bisa memaafkan kesalahan seseorang.


Sementara oma Crystal dan opa Farel, kebetulan sedang tidak ada di Indonesia. Mereka tengah berada di luar negri untuk pekerjaan.


"Kenapa? Apa aku tidak boleh menatap istri ku sendiri?" tanya Mike begitu lembut seraya menyentuh wajah Chila.


Kini, posisi Mike sedang duduk berjongkok di depan Chila yang sedang duduk di sisi tempat tidur.

__ADS_1


"Bβ€”bukan begitu, hanya saja. Rasanya sedikit aneh," cicit nya pelan seraya menggigit bibir bawah nya.


"Kenapa aneh? Apakah kamu belum bisa memaafkan aku? Apakah kamu masih terus mengingat kesalahan ku, sehingga membuat mu merasa aneh? Katakan," ujar Mike.


Chila pun menggelengkan kepala nya, "InsyaAllah, Chila sudah benar benar memaafkan Mas, hanya saja. Chila merasa malu saat di tatap seperti itu.".


Mendengar jawaban istrinya, sontak saja membuat Mike terkekeh. Ada rasa bahagia dan lega saat ternyata istrinya benar benar sudah memaafkan nya. Namun, tak bisa ia pungkiri, bahwa rasa bersalah dan penyesalan itu masih terus menghantui nya.


Maka dari itu, sebisa mungkin Mike benar benar menjaga keluarga nya. Terutama sikap nya agar tidak menyakiti sang istri kembali. Karena kini, Mike benar benar tau apa makna Chila di hidup nya.


"Terimakasih, cup." ucap Mike lalu mengecup tangan Chila, hingga membuat wanita itu semakin tersipu dan malu.


Suara ketukan pintu, membuat Mike segera bangkit dan bergegas membuka pintu.


Cklek!


"Sepertinya dia masih rindu sama Uma nya. Bunda sudah memberikan nya susu, tapi gak mau. Pampers nya juga masih kering, tapi dia nangis terus," ujar bunda Anna saat memberikan baby Yusuf kepada Mike.


"Terimakasih Bun," ucap Mike dan langsung membawa baby Yusuf masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


"Kamu kangen sama Uma apa Abi, hem?" tanya Mike seraya mencium wajah putra nya, dan langsung di hadiahi sebuah tepukan dari tangan mungil Yusuf di wajah sang ayah.


"Kenapa Abi nya di pukul, gak mau di cium? Iya hem?" Mike meletakkan Yusuf di atas tempat tidur di sebelah Chila.


"Mas, kenapa memberikan dia nama seperti itu?" tanya Chila seraya menatap wajah putra nya yang tengah tertawa sambil memainkan kaki menatap kedua orang tua nya.


"Iliyas artinya anugrah, dan memang benar, dia anugrah terbesar dalam hidup kita. Sementara Yusuf, karena dia sangat tampan, seperti abi nya. Iya kan Nak, MasyaAllah, cup." jelas Mike lalu terkekeh sendiri saat lagi lagi ia mencium Yusuf dan di balas pukulan kecil dari bayi yang berusia hampir tiga bulan tersebut.


"MasyaAllah, Yusuf memang tampan. Tapi, semoga tidak se narsis Abi, ya Sayang," imbuh Chila menggelengkan kepala nya.


Sungguh, ia baru kali ini melihat sisi narsis seorang Mike Pranata. Dan ia tidak menyangka bahwa ternyata suaminya bisa berkata seperti itu.


Mike, yang selama ini selalu dingin, arogan dan juga irit bicara. Ternyata bisa narsis seperti itu saat sudah memiliki anak.


"Sayang, aku tidak narsis. Aku hanya bicara fakta, saat Yusuf besar nanti, pasti dia akan tahu. Darimana asal ketampanan nya itu, yang sudah pasti dari Abi nya." jelas Mike yang lagi lagi membuat Chila melongo karena speechless.


...~To be continue......


...Lanjut gak nih? Kan udah bahagia πŸ™ˆ Tamat ya πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ’ƒπŸ’ƒ...

__ADS_1


__ADS_2