
Acara makan malam berjalan dengan cukup lancar. Tidak ingin berlama lama, akhirnya Chila segera mengajak Mike untuk pulang karena takut Yusuf akan menangis.
Walau sebenarnya, Yusuf tidak mungkin akan rewel bila bersama kakek dan nenek nya. Namun tetap saja, Chila merasa khawatir bila terlalu lama jauh dari putra nya.
"Kan sudah aku bilang. Yusuf kalau sudah masuk kamar Bunda, jangan harap bisa keluar lagi, kecuali besok pagi." ujar Mike menghela napas nya berat saat memasuki kamar nya dengan Chila.
Ya, sejak tadi Chila mengetuk pintu kamar orang tua nya. Namun tidak mendapatkan jawaban sama sekali. Justru bibi yang keluar dan menghampiri Chila dari arah belakang.
Bibi mengatakan, bahwa tadi sebelum tidur Bunda Anna berpesan agar saat Chila pulang tidak perlu membangunkan nya. Bunda Anna juga bilang, bahwa Yusuf akan bermalam bersama kakek dan nenek nya.
"Apakah sering begini?" tanya Chila menatap wajah suami nya.
"Tidak sering, tapi lumayan. Dan Yusuf juga anteng sama kakek nya, jadi biarkan saja. Jangan khawatir," kata Mike berusaha menenangkan Chila.
"Tapi ini gimana? Udah penuh banget, sakit tau gak," desis Chila sedikit meringis seraya menunjuk arah dada nya yang memang terlihat sedikit membengkak, serta sedikit tembus. Namun, karena sejak tadi kerudung yang di kenakan Chila cukup panjang, jadilah kerudung itu bisa menutupi area dada nya.
__ADS_1
"Pompa aja ya? Aku siapkan alat nya," tanya Mike dan akhirnya Chila menganggukkan kepala nya.
Dengan sabar dan penuh perhatian, Mike menemani Chila untuk memompa asi. Walaupun, awalnya Chila menolak karena malu. Namun akhirnya ia pasrah, dan membiarkan sang suami melihat aktifitas nya.
"Sshhh astagfirullah," gumam Chila seraya menarik napas nya panjang saat ia merasakan tarikan sedikit kuat dari alat pumping nya.
"Apakah masih sakit?" tanya Mike saat melihat Chila sedikit meringis.
"Gak kok, saat pompa memang sedikit sakit. Tapi hanya beberapa detik aja, karena terlalu penuh," ujar Chila, membuat Mike hanya bisa mengangguk paham.
"Tuh, kaya gini. Deres nya hanya di awal saja," kata Chila langsung menghela napas nya lesu, ketika melihat asi nya sudah mulai menetes sedikit.
Padahal, ia baru mendapatkan sedikit. Satu botol saja tidak penuh, namun rasanya sudah seperti kosong di dalam sana.
"Perlu bantuan?" tanya Mike pelan.
__ADS_1
Untuk sesaat, Chila sampai mengerjapkan matanya beberapa kali. Jangan tanyakan bagaimana detak jantung nya saat ini. Hanya mendengar pertanyaan seperti itu saja, sudah membuat jantung nya tidak sehat.
"B—bantuan?" gumam Chila sedikit gugup.
"Hemm, aku pernah membaca artikel. Tentang seputaran laktasi, dan cara pemijatan begitu," jawab Mike dengan ekspresi wajah datar nya untuk menutupi rasa gugup.
Lagi lagi, Chila di buat terdiam mendengar jawaban dari Mike. Dia yang seorang ibu ajaa tidak pernah membaca baca artikel seperti itu, hanya modal bertanya orang tua dan para sahabat nya. Namun, Mike justru lebih sigap dan mencari banyak pengetahuan.
Kini, Ia juga bingung harus bagaimana. Ia kembali mengingat bagaimana para sahabat nya memberikan saran beberapa waktu lalu. Hingga akhirnya, ia menganggukkan kepala nya pelan.
Tak hanya Chila yang gugup, Mike pun tak kalah gugup. Ia sudah cukup lama tidak berhadapan dengan dua benda yang berada di depan nya. Namun, ia berusaha untuk menarik napas panjang dan fokus pada tujuan nya.
"Bismilah"
'Untuk Yusuf!' gumam Mike dalam hati, sebelum akhirnya ia mulai menyentuh nya lagi.
__ADS_1
...~To be continue......