
...~Happy Reading~...
Ucapan Mike, seketika langsung terhenti saat sebuah mobil yang sedang melaju dengan cukup kencang, berhasil menabrak Mike yang sedang berlari karena panik seraya menggendong Chila. Tubuh keduanya, seketika langsung terpental hingga beberapa meter ke depan.
Namun beruntung, karena Mike tidak melepaskan pelukan nya, bahkan saat jatuh sekalipun, laki alki itu dengan sigap menahan tubuh Chila agar tetap berada di atas tubuh nya. Sehingga, bayi yang aa di kandungan Chila tidak terkena benturan.
Akan tetapi, meskipun perut Chila tidak terkena benturan, bukan berarti wanita itu baik baik saja. Nyatanya, kepala nya berhasil membentur tangga yang berada di depan lobi rumah sakit.
Seketika itu juga, keadaan rumah sakit semakin riuh dan ricuh, beberapa petugas langsung berdatangan dan berhambur untuk menolong Chila dan juga Mike.
Sementara beberapa lain nya, mengurus pasien yang juga sedang di bawa oleh mobil yang menabrak Chila dan Mike.
Tak lupa, pihak rumah sakit juga segera menghubungi keluarga dari Mike, yang tak lain adalah pemilik rumah sakit tersebut. Rasa bersalah dan takut sudah pasti di rasakan oleh semua petugas rumah sakit.
Meskipun bukan salah mereka, namun tetap saja, kejadian masih di wilayah rumah sakit, yang berarti masih dalam tanggung jawab pihak rumah sakit.
__ADS_1
Sementara itu, Farel yang siang itu sedang menggantikan Mike untuk meeting, tiba tiba terkejut dan langsung meninggalkan ruangan meeting saat mendengar kabar bahwa putra dan menantu nya kecelakaan. Ia segera menghubungi istri nya agar segera menyusul ke rumah sakit, tak lupa juga ia menghubungi pihak keluarga dari Chila agar juga menyusul.
“Bagaimana keadaan mereka?” tanya Farel ketika melihat dokter sudah keluar dari ruang operasi.
Ya, kini mereka sudah berkumpul di depan ruang operasi sejak beberapa jam yang lalu.
“Alhamdulilah, semuanya berjalan dengan lancar. Bayi nya sudah lahir dengan selamat dan sehat, tapi—“
“Tapi apa? Katakan Dok?” tanya Rasya dengan cepat. Percayalah, kini hati laki laki itu sudah sangat kacau dan terasa sangat sesak.
“Benturan yang cukup keras, membuat keduanya pasien koma,” tutur dokter tersebut sedikit lirih.
“K—koma?” gumam Rasya seketika langsung terkulai lemas di lantai.
‘Cobaan apa lagi ini, Tuhan?’ batin Rasya ingin menjerit. Ia benar benar, merasa bahwa Tuhan itu tidak adil pada putri nya.
__ADS_1
Bagaimana tidak, sejak lahir di dunia Chila sudah cukup sangat menderita. Di tolak oleh keluarga ibu kandung nya sendiri. Harus berjuang di Nicu selama beberapa minggu. Saat sekolah selalu mendapatkan bully an karena tidak memiliki seorang ibu. Dan saat sudah besar, menikah, di kecewakan oleh suami nya sendiri.
Belum selesai urusan rumah tangga nya dengan Mike, belum benar benar pulih. Dan kini, putri kecil nya itu harus menghadapi maut yang begitu menakutkan. Setelah melahirkan anak, justru ia tidak bisa melihat nya, malah tertidur dalam waktu yang entah sampai kapan.
“Lalu bagaimana dengan keadaan anak saya?” tanya Farel yang kini ikut angkat bicara.
“Untuk anak pak Farel, masih di tangani oleh Dokter Luis. Setelah operasi selesai, kami akan segera memberikan informasi kepada semuanya. Kalau begitu, saya permisi dulu,” ujar dokter segera pergi.
‘Tuhan, ini salahku. Aku yang membuat kesalahan, aku yang berdosa. Hukumlah aku, jangan Engkau menghukum putri ku, berikan dia kebahagiaan, berikan dia kesempatan untuk bahagia, dan biarkan aku yang menggantikan deritanya. Kembalikan putri ku, Tuhan. Sudah cukup Engkau menguji nya, sudah cukup engkau menguatkan nya. Dia sudah menjadi pribadi yang sangat kuat. Jangan Engkau berikan dia cobaan lagi, kembalikan dia padaku.” Gumam Rasya terisak sambil terus memukul tembok rumah sakit.
Sementara itu, Vino yang tidak tega melihat keadaan Rasya dan cukup ikut sakit mendengarkan kata kata Rasya.
Akhirnya memilih untuk pergi, bukan pergi menjauh atau meninggalkan tanpa rasa kasihan. Justru Vino yang akan bertindak untuk menemui tersangka utama yang sudah mencelakai putri dan cucu nya.
‘Semoga ini benar benar pyur kecelakaan!’ gumam Vino seraya mengepalkan tangan nya dengan kuat.
__ADS_1
...~To be continue .......