
...~Happy Reading~...
Setelah usai mandi dan sholat Isya' kini Mike segera kembali menghampiri istri nya. Ia duduk di depan Chila dengan bersila di depan Chila dengan perasaan tak sabar.
"Mas, emmtt... " Terlihat Chila begitu ragu akan memakan makanan tersebut. Ia menggigit bibir bawah nya sambil sesekali membolak balik makanan di tangan nya.
"Kenapa? Ayo makan lah," kata Mike seolah tak sabar.
"Tadi Chila udah cobain," ucap wanita itu sedikit lirih, "Dan rasanya aneh ternyata," imbuh nya seraya menundukkan kepala.
"Aneh gimana?" tanya Mike mengerutkan dahi.
"Entahlah, rasanya tidak sesuai dengan ekspetasi Chila," gumam Chila semakin lirih, "Mas aja yang makan ya? Plisss."
"Loh, kok jadi Mas yang makan?" kata Mike tak habis pikir.
"Lidah Chila gak cocok ternyata. Kan Mas udah beli banyak banget, sayang kalau gak di makan. Mana Mas beli jauh jauh lagi, ya makan plis. Chila pengen lihat Mas makan ini," ucap Chila dan kini terlihat begitu antusias.
__ADS_1
"Tapi—"
"Mas makan ya? Chila suapin?" kata Chila lagi dengan wajah yang tersenyum bahagia.
Mike yang sudah lama tak melihat binar bahagia di wajah Chila tak mampu menolak. Ia pun akhirnya menganggukkan kepala nya dan dengan terpaksa membuka mulut.
Sebenarnya, Mike juga kurang menyukai makanan tersebut. Karena tadi saat dirinya membeli, ia penasaran dan sempat mencoba nya di tempat. Dan sama seperti Chila, lidah nya kurang cocok juga dengan makanan tersebut.
"Enak kan?" tanya Chila kembali tersenyum saat melihat Mike sudah mulai mengunyah makanan nya.
"Darimana kamu tahu makanan ini?" tanya Mike seraya menahan rasa yang kurang ia sukai.
"Sebenarnya, tadi itu Chila lagi main game sama temen temen. Dan Chila kalah, terus mereka nyuruh Chila buat makan Brem. Dan sebenarnya Chila juga baru tahu Brem itu seperti ini, hehehe." jawab nya sedikit kikuk.
"Hah! Jadi ini bukan kemauan anak kita?" tanya Mike menatap istrinya tak percaya.
"Kalau untuk beli, Chila akui bukan!" jawab nya jujur, "Tapi pas lihat wajah Mas saat makan, kayaknya Chila yang mulai ketagihan. Entah, apakah itu bisa di sebut kemauan anak kita? Atau emang kemauan Chila sendiri? Tapi beneran, untuk yang ini bukan permintaan temen temen Chila. Karena mereka cuma minta agar Chila makan Brem, gitu doang. Kalau Mas gak percaya, ini bisa lihat di grup." imbuh Chila menjelaskan panjang lebar.
__ADS_1
Chila membuka obrolan nya di grup Crazy squad, dimana memang dirinya kalah dalam permainan dan di suruh untuk mencoba makanan khas dari Madiun tersebut.
"Maaf, tapi tadi itu harusnya Mas bilang, kalau gak nemu di Jakarta. Kenapa Mas harus cari sampai luar kota coba," imbuh Chila menghela napas nya berat.
Tak hanya Chila, Mike pun juga ikut menghela napas nya berat. Ia mengira bahwa ini adalah keinginan anak nya, namun ternyata ia salah.
Mike masih membaca beberapa pesan obrolan yang ada di grup tersebut. Hingga ia tiba tiba membulatkan mata saat melihat bagaimana istri nya sendiri menyuruh Shiena agar memakan makanan yang cukup ektrim menurut nya.
"Kamu serius menyuruh dia mencoba makanan itu?" tanya Mike menunjukkan isi pesan yang di tulis oleh Chila kepada Shiena.
"Hehehe, namanya juga permainan. Lagipula, dia juga tidak akan memakan nya, dan mungkin akan sama seperti k—kamu," jawab Chila menyengir kuda.
"Maksudnya?" Mike mengerutkan dahi nya, "Dia akan menumbalkan suami nya?" imbuh Mike yang langsung di balas anggukan kepala oleh Chila.
"Makanya itu, Chila gak sabar buat hari esok. Dimana mereka bakal ngirim semua video tantangan hari ini, tadi Chila udah take video saat makan Brem ini. Jadi tinggal kirim besok, Mas tenang aja. Chila gak akan bilang kalau Chila juga numbalin Mas kok. Tapi beneran, Chila emang bener bener pengen lihat Mas makan ini, Plisss," pinta nya sampai mengantupkan kedua tangan nya di dagu.
'Astaghfirullah, pertemanan yang sangat sesat!' umpat Mike dalam hati. Dan Mike juga yakin, bahwa bukan hanya dirinya saja yang mengumpat kesal.
__ADS_1
...~To be continue. . . ...