
...~Happy Reading~...
Sementara itu, di dalam mobil. Chila seketika langsung memeluk perut nya dengan begitu erat. Air mata sudah sangat deras membasahi wajah mulus nya, namun dengan cepat pula wanita itu menghapus nya walau pada akhirnya tangis itu sudah tidak bisa ia sembunyikan.
“Apa kau ingin menemui nya?” tanya Davis membuka suara kala melihat wanita di belakang nya itu terisak dalam diam.
Chila tidak sanggup membuka mulut nya, wanita itu hanya mampu menggelengkan kepala nya. Hingga saat tiba tiba Miyya menggenggam tangan nya , berusaha untuk menenangkan wanita hamil tersebut.
“Jangan beritahu Clayton! Aku mohon, jangan beritahu siapapun kalau kami bertemu,” gumam Chila sedikit lirih.
“Apakah benar kau sudah mengirimkan surat gugatan itu?” tanya Davis membuat Chila langsung menganggukkan kepala nya, “Tapi dia tidak mau melepaskan mu.”
“A—aku tidak tahu hiks hiks. Aku sudah menyuruh nya menikah dengan orang yang dia cintai, aku tidak mau—“
“Come on Arsy. Berhenti membohongi diri kamu sendiri! Kamu masih mencintai nya, sangat mencintai nya!” sahut Davis dengan cepat, “Ar, kalau kamu masih mencintai nya. Kenapa tidak kamu beri kesempatan dia? Setidaknya, kamu bisa—“
__ADS_1
“Aku tidak mau menjadi pengganggu lagi. Aku tidak mau merusak kebahagiaan seseorang lagi. Aku juga tidka mau membebani siapapun.” Ucap Chila semakin menggigit bibir bawah nya, “Apakah kalian terbebani juga akan kehadiran ku?” tanya nya dengan menatap Miyya dan Davis secara bergantian.
“Bukan keberatan. Hanya saja, aku kasihan sama kamu dan kandungan kamu!” Ujar Davis dengan jujur, “Kamu butuh dia, dan dida butuh kamu. Kalian saling membutuhkan, tapi ego kamu masih tinggi!”
“E—ego ku?” gumam Chila menatap Davis, namun laki laki itu hanya terdiam tidak menjawab apapun.
“Jika aku egois, aku sudah turun dari mobil dan berlari padanya! Aku akan memilih bertahan dengan nya, dan merebut semua kebahagiaan dia Vis! Tapi aku tidak melakukan itu, karena aku tidak mau hanya mementingkan ego ku! Aku tahu saat bersama ku dia tidak akan bahagia. Aku tidak mau merusak kebahagiaan nya lagi dan aku—“
“Nona,” panggil Miyya ketika dengan tiba tiba Chila langsung terdiam sebelum menyelesaikan suara isi hati nya.
“Arsy, hey. Arshyla ... “
Wanita itu hanya diam, nampak mata nya berkedip beberapa kali dengan mulut sedikit terbuka, seolah sedang mengatur pernafasan. Hingga setelah beberapa deti, tiba tiba wanita itu menarik napas nya dengan begitu panjang dan di sertai pejaman mata cukup erat.
“Ar ... “ panggil Davis sekali lagi.
__ADS_1
“Pe—perut ku sakit ... “ gumam Chila begitu lirih dan hampir tak terdengar, “Auuwhhh!”
“Sudah ku bilang harusnya kamu di Villa tadi!” seru Davis semakin kesal, ia pun segera memberikan intrupsi kepada supir agar putar balik dan mengarah ke rumah sakit.
“Cepatt!” bentak Davis kepada sang supir nya, hingga membuat Chila semakin memejamkan mata nya karena takut.
“Nona, anda baik baik saja?” tanya Miyya dengan sedikit meringis, lantaran Chila begitu erat mencengkram tangan nya.
“A—aku gapapa. Jangan terburu buru, aku benar tidka apa apa,” ujar Chila sekuat tenaga menahan rasa nyeri yang terus menusuk di perut bagian bawah nya.
‘Astagfirullah, maafkan hamba-Mu ini. Maafkan hamba Ya Allah, berikanlah kekuatan untuk hamba,’ gumam Chila terus berdoa di dalam hati nya.
“Kamu itu lemah Ar. Jadi jangan bersikap seolah kau itu baik baik saja! Bila memang sakit katakan lah, jangan terus membohongi diri kamu sendiri!” ucap Davis menghela napas nya dengan cukup kasar, “Kamu bisa membohongi semua orang. Tapi tidak dengan diri kamu sendiri.”
...~To be continue ......
__ADS_1