Bukan Surga Impian

Bukan Surga Impian
Dongeng untuk buah hati


__ADS_3

...~Happy Reading~...


"Wa zan-nuni iz zahaba mugadiban fa Zanna al lan naqdira alaihi fa nada fiz-ẓulumāti al la ilaha illa anta sub-hanaka inni kuntu minaz-zalimin."


“Artinya, Dan (ingatlah kisah) Zun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, "Tidak ada tuhan selain Engkau, Maha suci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim."


“Nah, Abi berharap, kelak kamu bisa menjadi anak yang baik, sholeh, penyabar dan penuh kasih sayang. Bisa sabar dalam menghadapi segala ujian yang Tuhan berikan, dan yang paling penting, harus bisa menyayangi dan membahagiakan Umma. Cukup Abi yang tidak baik, kamu harus jadi orang baik, agar bisa membawa Umma ke surga-Nya kelak, amin.” jelas Mike panjang lebar, lalu ia kembali menutup buku nya dan mengecup perut besar sang istri.


Chila langsung menarik napas nya dengan begitu panjang. Hampir setiap malam, sebelum tidur, Mike pasti akan mendongengkan beberapa cerita atau kisah para Nabi untuk calon bayi nya.


Meskipun, masih berada di dalam kandungan, namun menurut Dokter, dia bisa mendengarkan nya. Karena setiap kali Mike memberikan cerita kepada anak nya, maka bayi itu akan diam dan sesekali menendang seolah mendengarkan apa yang di sampaikan oleh sang ayah.


Dan yang selalu membuat dada Chila berdesir, sedikit terasa sesak. Mike akan selalu memberikan doa dan harapan untuk buah hatinya.

__ADS_1


Agar kelak anak mereka selalu membahagiakan Chila dan tidak mengecewakan ibu nya. Mike tidak pernah mengucapkan bahwa anak nya harus patuh atau mendengarkan nya, berbakti padanya. Semua ia doakan untuk sang ibu, harus mengutamakan Chila.


“Bagaimana? Apakah sudah lebih tenang?” tanya Mike, beralih menatap wajah Chila, setelah tadi beberapa saat ia hanya terfokus kepada perut sang istri.


“Alhamdulilah,” jawab Chila memalingkan wajah nya, karena kini mata nya sudah berkaca kaca.


Selemah itu dirinya. Chila akui, sejak dulu dirinya memang sangat cengeng, mudah terharu dan menangis. Dan kini, rasanya ia semakin tidak sanggup terus mendiamkan suaminya yang benar benar sudah berubah.


“Istirahat ya, aku akan menunggu disini,” ujar Mike dengan lembut seraya mengusap kepala Chila.


“Bunda sudah pulang dari sore tadi. Besok pagi, Bunda kesini lagi,” jawab Mike terpaksa berbohong.


Ya, Mike berbohong, karena permintaan dari bunda Anna sendiri. Padahal, wanita paruh baya itu, sampai menyewa salah satu kamar perawatan yang berada di sebelah putri nya untuk nya menginap malam ini.

__ADS_1


Sambil menunggu sang suami yang sudah berada di jalan dari luar kota. Dan itu semua bunda Anna lakukan, karena Bunda Anna ingin memberikan kesempatan untuk Mike dan Chila agar bisa berdua.


“A—apakah besok Mas akan bekerja saat Bunda datang?” tanya Chila pelan, tanpa berani menatap sang empu nya.


“Kenapa?” tanya Mike menatap istri nya yang kembali memalingkan wajah ke samping, “Apa kamu ingin aku disini?” Sejujurnya, Mike sangat bahagia karena Chila sudah mulai bertanya seperti itu padanya.


“T—tidak!” ucap Chila kembali berbohong.


‘Astagfirullah, maafkan Chila ya Allah. Sungguh, Chila tidak bermaksud untuk terus berbohong,’ imbuh Chila dalam hati nya.


“Pergi saja, karena pekerjaan kamu banyak. Dan pasti itu sangat penting!” ucap Chila seraya ingin merutuki dirinya sendiri.


Bukankah kata kata nya sangat terlihat jelas, seperti dirinya sedang merajuk? Batin Chila ingin berkata kasar, namun ia sadar bahwa itu tidak boleh. Jadilah ia hanya bisa terus beristighfar dalam hati nya.

__ADS_1


...~To be continue .......


__ADS_2