
...~Happy Reading~...
Karena liburan yang ternyata tidak sesuai dengan ekspetasi, akhirnya mereka sepakat untuk mengakhiri nya saja dan pulang.
"Assalamu'alaikum," ucap Chila dan Mike bersamaan saat memasuki rumah.
"Waalaikumsalam, loh kok udah pulang? Bukankah kemarin bilang tiga hari?" tanya bunda Anna mengerutkan dahi nya saat menyambut kedatangan anak serta menantu.
"Iya Bun, semuanya berantakan," jawab Chila langsung menghela napas nya berat.
"Berantakan gimana?" tanya bunda Anna lagi.
"Maaf Bun, Mike masuk ke dalam dulu ya?" ujar Mike segera memotong pembicaraan Chila dan bunda Anna, lalu ia segera berjalan memasuki rumah dan menuju kamar.
Kepalanya terasa begitu nyeri dan berdenyut. Rasa nyeri yang pernah ia rasakan dulu, namun ia masih takut untuk berfikir sampai ke sana.
Perasaan Mike tidak menentu, antara takut dan juga bingung. Bagaimana tidak, bila ternyata apa yang ia pikirkan benar terjadi, entah apa yang akan ia lakukan nanti. Terutama para orang tua yang mungkin akan menyalahkan dirinya.
"Astaghfirullah," desis Mike langsung menjatuhkan tubuh nya ke atas tempat tidur dan menutup kepala nya dengan bantal.
Tak berapa lama, Chila pun masuk karena khawatir serta bingung dengan keadaan suami nya yang akhir akhir ini terlihat aneh. Bukan akhir akhir ini, mungkin lebih tepat nya ketika mereka berangkat liburan kala itu, yakni dua hari yang lalu.
__ADS_1
"Mas, kamu kenapa?" tanya Chila mengusap bahu suami nya.
Mike segera mengubah posisi nya menjadi terlentang dan menatap Chila. Ia menghela napas nya dengan cukup berat saat melihat raut wajah kebingungan pada istrinya, lalu tatapan Mike turun hingga ke area perut Chila yang terlihat datar.
"Ada apa sih?" tanya Chila semakin bingung.
"Gapapa, hanya sedikit takut," jawab Mike jujur.
"Takut? Takut apa?" tanya Chila lagi.
"Sayang, kapan kamu datang bulan?" tanya Mike langsung pada inti nya.
"Gak tau," jawab Chila menggelengkan kepala nya, "Memang kenapa?"
"Kamu gak ingat, kapan terakhir kalinya kamu datang bulan?" tanya Mike lagi semakin cemas.
"Terakhir aku datang bulan, saat sebelum aku hamil Yusuf lah. Memang nya kenapa sih?"
"Astaghfirullah," Mike langsung mengusap wajah nya dengan cukup kasar, ia segera bangkit dari tempat tidur nya dan mengajak Chila untuk keluar.
"Loh, Mas mau kemana?" tanya Chila terkejut saat tiba tiba Mike menggendong nya dan membawa nya ke luar kamar.
__ADS_1
"Hanya sebentar," jawab Mike tanpa menghentikan langkah nya.
Saat menuruni tangga, Mike kembali bertemu dengan bunda Anna. Lagi lagi ia mendapatkan pertanyaan yang sama seperti Chila tadi.
"Kalian baru pulang, sudah mau pergi lagi? Mau kemana?" tanya bunda Anna.
"Titip Yusuf sebentar lagi ya Bun. Mike ada urusan sebentar sama Chila," jawab Mike segera pamit kepada mertua nya dan mempercepat langkah nya.
Ia berharap, bahwa apa yang menjadi firasat nya salah. Bukan menolak pemberian Allah, hanya saja Mike memikirkan anak pertama nya.
Saat ini, Yusuf baru berusia beberapa bulan. Setengah tahun saja belum genap, bagaimana nanti bila ternyata dugaan nya benar? Yusuf memiliki adik? Sungguh, Mike tidak bisa membayangkan kedepan nya akan bagaimana.
Namun, meskipun ia berharap bahwa dugaan nya salah. Biar bagaimana pun, apa yang ia rasakan saat ini sama persis dengan apa yang ia rasakan dulu saat kehilangan Chila. Lantas, bagaimana ia bisa berfikir secara positif? batin Mike sedikit frustasi.
Sementara itu, Chila yang nampak bingung dan tidak tahu akan di bawa kemana oleh suami nya. Hanya bisa terdiam dan menurut saja. Ia pasrah akan di bawa kemana karena bertanya pun percuma.
'Ya Allah, semoga suami hamba tidak kenapa kenapa,' gumam Chila berdoa dalam hati.
Ya, Chila mengira bahwa suaminya lah yang sedang sakit atau mengalami sedikit masalah. Tanpa ia sadari bahwa sejak tadi, justru Mike sedang mengkhawatirkan dirinya.
...~To be continue... ...
__ADS_1