Bukan Surga Impian

Bukan Surga Impian
Jangan ketawa


__ADS_3

...~Happy Reading~...


"Sayang, mau sekalian periksa gak?" tanya Mike membuka suara.


"Tapi kan, jadwal aku masih dia hari lagi Mas?" kata Chila nampak berfikir.


"Gapapa, sekalian saja yuk." ajak Mike.


"Tapi, memang nya dokter Hilda ada?" tanya Chila sedikit ragu, pasalnya ia sudah membuat janji untuk dua hari lagi.


Sedangkan kalau dia tiba-tiba datang sekarang, Chila takut bila nanti ternyata dokter Hilda sedang tidak ada atau malah sedang menangani pasien lain.


"Dia pasti ada, harus ada!" kata Mike yakin.


Dan kalau pun nanti memang dokter Hilda tidak ada di tempat, maka Mike yang akan membuat dokter itu kembali ke tempat nya. Atau bila dokter Hilda sedang menangani pasien, Mike juga yang akan membuat nya segera menyelesaikan pekerjaan nya.


"Ya udah, bantuin," kata Chila manja dengan merentangkan kedua tangan nya meminta Mike agar membantu nya berdiri.

__ADS_1


"Yah, Ar. Masa kamu mau pergi sih?" ucap Naura ketika melihat Chila bangkit dari kursi nya dengan di bantu oleh Mike.


"Hanya sebentar Ra, nanti aku kesini lagi kok," jawab Chila tersenyum, "Atau kamu mau ikut periksa juga yuk, sekalian."


"Gak deh, aku baru periksa minggu kemarin." kata Naura menghela napas berat seraya melirik ke arah samping nya, dimana Kenzo juga tengah memberikan nya isyarat agar tidak mengikuti Chila.


"Ya udah kalau gitu, aku duluan ya." ucap Chila tersenyum lalu pergi.


Tak berapa lama Chila dan Mike pergi. Pintu ruang persalinan sudah terbuka. Kenzo dan Naura seketika di buat terkejut dengan penampilan Clayton saat keluar.


Rambut nya sangat berantakan dengan kerah kaos yang sudah sangat longgar, namun ekspresi wajah nya masih begitu datar dan dingin.


"Clay, aku boleh ketawa gak?" tanya Naura dengan ekspresi wajah datar.


"Jangan coba coba!" jawab Clayton langsung menatap tajam pada Naura, seolah memberikan nya peringatan.


"Tapi ini kemauan bayi ku, Clay!" kata Naura lagi dengan masih menahan tawa.

__ADS_1


"Bayi kalian, bukan bayi ku!" balas Clayton lagi menahan geram.


Namun, bukan Naura namanya kalau benar mematuhi perintah dari sang mantan Mafia tersebut. Mendengar ancaman Clayton, Naura justru langsung memecahkan tawa nya. Bahkan, kini Naura sampai meneteskan air mata karena heboh nya dia tertawa.


Bug!


"Anjinggg!" pekik Kenzo saat dengan tiba tiba Clayton memukul nya. Seketika itu juga Kenzo langsung menatap tajam pada Clayton seolah tak terima.


"Karena aku tidak mungkin memukul istri mu!" kata Clayton dengan santai, lalu ia segera beranjak menuju toilet untuk membersihkan dirinya.


"Sialan!" umpat Kenzo ingin mengembalikan pukulan Clayton, namun dengan cepat Naura menahan tangan nya.


"Jangan! Biarkan saja, ikhlaskan, kasihan dia udah babak belur kaya gitu," kata Naura yang masih menahan tawa nya.


"Sayang! Kamu belain dia? Dia mantan kamu! Astaga, kamu... " Kenzo sampai kehabisan kata kata. Kekesalan nya semakin bertambah, ketika Naura justru malah membela Clayton.


Bagaimana bisa, Naura mengasihani Clayton yang hanya merupakan mantan kekasih. Sedangkan dirinya, yang sebagai suami justru di biarkan dan di suruh mengikhlaskan karena sudah di pukul.

__ADS_1


'Bolehkah aku mengumpat istri ku sendiri?' gumam Kenzo berdecak dengan kesal.


...~To be continue... ...


__ADS_2