
...~Happy Reading~...
“Oh ya Ra, si Raka gak jadi ikut?” tanya Chila ketika membantu Naura untuk menyiapkan makanan yang sudah matang dan akan di pindahkan ke meja makan.
“Enggak, gak tahu juga itu anak kenapa gak jadi ikut. Padahal aku sama Ken udah setuju kalau dia mau ikut, tapi gak jadi. Ya sudah,” jawab Naura terkekeh.
“Padahal seru tahu, kalau ada Raka disini,” kata Chila.
“Kepala ku pusing Ar, jadi emang lebih baik dia gak ikut,” ucap Naura menghela napas nya berat.
“Sayang!” Kenzo yang baru saja pulang dari olah raga langsung memeluk istrinya dan memberikan nya kecupan di kening.
“Kok cepet banget?” tanya Naura.
Pasalnya, tadi Kenzo pergi nya terlambat. Di saat semua sudah pergi, sekitar dua puluh menit, Kenzo baru bangun dan menyusul. Dan sekarang, yang lain belum pulang, justru Kenzo sudah pulang lebih dulu. Apakah itu tidak aneh? Batin Naura.
“Iyalah, aku kan cepet. Gak kaya mereka lelet,” kata Kenzo dengan santai, lalu ia meminum minuman yang sudah di hidangkan di meja makan.
Padahal, tanpa Naura tahu bahwa Kenzo, sejak tadi hanya berputar di depan Vila saja. Tidak jadi menyusul yang lain nya.
“Mandi dulu gih, habis itu tunggu mereka dan kita sarapan bareng,” ucap Naura mengusap kening Kenzo yang masih basah karena keringat.
“Iya bener, Ken kamu mandi dulu deh. Ajak juga Naura buat mandi, kalian bisa lanjutkan keromantisan kalian di kamar, jangan disini,” saut Chila menggelengkan kepala nya.
“Ar, serius deh aku pengen tanya sesuatu sama kamu,” kata Naura tiba tiba, membuat pergerakan tangan Chila yang sedang menata piring langsung terhenti, “Kamu dulu beneran cinta gak sih sama Kenzo? Dan sekarang, apa yang kamu rasakan saat aku dan Kenzo bersama?”
__ADS_1
Uhukkk uhukkk hukk
Kenzo yang sedang meminum air, seketika itu juga langsung tersedak saat mendengar pertanyaan dari mulut istrinya sendiri. Ia tidak menyangka bahwa Naura bisa mempertanyakan hal seperti itu. Sementara Chila, wanita itu justru tersenyum lucu melihat wajah serius yang di tampilkan oleh Naura. Sementara Kenzo, laki laki itu justru lebih ke terlihat ketakutan.
“Sayang, kenapa harus nanya begitu sih?” kata Kenzo menggelengkan kepala nya.
Ia sudah curiga, bahwa ini akan menjadi boomerang untuk nya nanti. Alamat dirinya akan di abaikan semalaman oleh Naura. Sama hal nya seperti semalam. Malam pertama di Bali, justru Kenzo di suruh tidur di sofa di dalam kamar, lantaran ternyata Naura mendengar perdebatan antara Kenzo dan Shiena kemarin. Dan sekarang, Kenzo berfikir bahwa Naura kembali mencari sebuah penyakit dengan memberikan pertanyaan seperti itu kepada Chila.
“Aku penasaran Ken, kalau kamu kan sudah jelas, kamu dulu mencintai Arsy. Nah, bagaimana dengan Arsy? Jawab dong Ar, aku janji gak akan kenapa kenapa,” ucap Naura menatap pada sahabat nya.
“Naura, ini sudah sedikit siang, sebentar lagi suami ku juga akan pulang. Aku mandi dulu ya, jangan berfikir macam macam tentang aku dan Kenzo. Karena kami sudah usai, tentang apa dan bagaimana perasaan kami dulu, biarkan Allah yang tahu. Tapi satu hal yang pasti, kami sudah bahagia dengan pasangan kami masing masing, jangan mencari sesuatu yang akan berakhir menyakiti mu Ra. Kita hanya manusia biasa, yang memiliki rasa dan sayang kepada siapapun umat Allah lain nya.” Jelas Chila tersenyum lembut kepada Naura.
“Bagiku, Kenzo hanya sebuah kekhilafan ku saja, jadi tidak perlu di pikirkan bagaimana perasaan kami dulu, karena itu hanya rayuan setan yang sesat. Aku sangat mencintai suamiku, bahkan sejak aku baru mengenal perbedaan antara laki laki dan perempuan. Jadi, kamu mengerti kan maksud ku?” imbuh nya, lalu ia memilih untuk pergi menuju kamar nya dan mandi, agar saat Mike pulang dari olah raga nanti dirinya sudah rapi dan siap melayani Mike untuk sarapan pagi.
“Aku gak pernah cemburu Ken.” Jawab Naura langsung menatap tajam pada suami nya.
“Gak cemburu, tapi yang semalam apaan Ra,” kata Kenzo langsung menghela napas nya berat.
“Seperti kata Arsy tadi, anggap saja itu seperti kekhilafan ku saja,” balas Naura, lalu ia segera meninggalkan Kenzo di ruang makan dan pergi ke kamar nya.
‘Nah kan, emang dasar perempuan rusuh! Heran, kenapa sih sukanya cari perkara, mancing keributan yang ujung nya nganggurin suami.’ Gumam Kenzo berdecak, lalu ia segera menyusul Naura ke kamar sebelum pintu kamar nya kembali di kunci oleh Naura.
...🍁🍁🍁🍁...
Acara sarapan sudah usai, hampir satu jam tidak ada yang membuka suara sama sekali di meja makan. Semuanya hanya diam dan sesekali saling melirik tajam satu sama lain. Ah ralat, maksudnya hanya Clayton dan Mike. Sedangkan Kenzo, ia diam karena sedang kesal dengan Naura. Haru dan Lucas, karena tidak ada percakapan, keduanya ikut diam.
__ADS_1
Dan jangan tanyakan keberadaan Davis. Laki laki itu memang ikut ke Bali dan mengantarkan para istri dari sahabat bos nya, hanya saja kini laki laki itu memilih untuk menginap di Hotel.
Ia tidak mau menjadi obat nyamuk karena tidak memiliki pasangan, dan otomatis dirinya akan selalu di suguhi oleh pemandangan abstruk dari pasutri di Vila itu bila dia ada di sana.
“Jadi, apa agenda kita hari ini?” tanya Lucas mulai membuka suara. Ia merasa dirinya yang paling waras , jadi ia harus memulai percakapan agar yang lain ikut bicara.
“Hari ini tidak ada agenda, tapi nanti malam kita adain barbeque’an. Sorenya kita belanja, siapa yang mau jalan ke supermarket?” jawab Kenzo sembari menatap sekeliling.
Tidak ada yang menjawab, semuanya hanya diam seperti menolak untuk berbelanja. Membuat Kenzo langsung mendengus dengan kesal. Tak hanya istri nya yang membuat nya kesal, ternyata para sahabat nya juga membuat nya sangat kesal.
“Begini saja, Hary dan Lucas, kalian menyiapkan alat bakar! Alatnya ada di gudang karena sudah lama gak di pakai. Tenang masih bersih di bungkusan nya, hanya saja paling berdebu, jadi kalian bersihin!” ujar Naura memberikan perintah.
“Dan untuk belanja daging, buah serta cemilan, aku serahkan sama Clayton dan Om Mike, gapapa ya Om? Kita berbagi tugas.” Imbuh Naura menatap sekilas kepada suami dari Chila itu yang nampak begitu terkejut.
“Kenapa harus dengan dia?” tanya Clayton langsung protes, “Aku lebih baik pergi dengan Ken!” imbuh nya dengan ketus.
“Gak bisa, Kenzo lagi dalam masa hukuman. Dia gak boleh keluar dari Vila. Jadi hanya tinggal kalian berdua, nanti aku buatkan daftar belanja nya,” kata Naura memberikan lirikan sinis kepada Clayton, hingga membuat laki laki itu langsung mendengus dengan kesal.
Lagi lagi dan lagi dirinya harus di libatkan dengan Mike. Sebenarnya, ia tidak membenci laki laki setengah tua tersebut, hanya saja ia masih kesal serta geram dengan apa yang di lakukan Mike dulu.
Menurut nya, sebagai laki laki, Mike tidak memiliki prinsip sama sekali. Clayton kesal, lantaran Mike kurang sigap dalam menangani masalah dan terkesan selalu pasrah dan menurut dengan apa yang menurut nya benar.
Padahal, apa yang menurut dia benar, belum tentu juga benar di mata orang lain. Terlebih, laki laki itu sudah ber istri, seharusnya mike lebih bisa menjaga perasaan istri nya. Seperti dirinya yang selalu bisa mengutamakan istri daripada keluarga nya sendiri.
...~To be continue ......
__ADS_1