Bukan Surga Impian

Bukan Surga Impian
Memberikan kesaksian


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Pagi harinya, saat Chila membuka mata, ia langsung di buat terkejut akan kedatangan beberapa polisi di dalam ruangan nya. Tentu saja, hal itu membuat nya kembali merasa takut.


Terlebih kini ia sendirian dan tidak ada Mike di ruangan nya. Chila berpikir bahwa Mike sudah pergi bekerja dan meninggalkan nya begitu saja. Namun, ternyata ia salah, tak berapa lama Mike datang dan langsung menenangkan nya kembali.


“Maaf kami mengganggu, kamu hanya ingin meminta beberapa keterangan dengan saudara Arshyla.” Ujar salah seorang polisi.


“Apakah Bapak tidak bisa menunggu dulu di luar? Mengapa harus langsung masuk ke dalam?” tanya Mike seolah tak suka dengan kedatangan polisi tersebut.


“Oh, maaf. Kami kira tadi di dalam sudah ada yang menjaga istri anda,” jawab polisi tersebut.


“Setidaknya, anda bisa mengetuk pintu dan menunggu sampai pintu di buka. Dan bila pintu tidak kunjung di buka, itu berarti sedang tidak ada orang. Atau mungkin, pasien sedang berada di toilet atau mungkin sedang tidak mengenakan hijab nya. Bagaimana bisa anda langsung masuk begitu saja, hanya demi sebuah keterangan!” omel Mike panjang lebar.


“Iya Pak, maafkan kami. Kami salah!” kata polisi itu lagi memilih untuk mengalah karena memang pada dasarnya mereka yang bersalah.


“Mas, sudah,” Chila menggelengkan kepala nya seraya menarik ujung kemeja yang di kenakan oleh Mike.

__ADS_1


Mike yang mendengar kata kata dari Chila, akhirnya hanya bisa menghela napas nya dengan berat. Ia beralih duduk di belakang istri nya dan memperhatikan polisi itu mulai menanyakan beberapa hal kepada Chila.


Dengan menggenggam tangan Mike, bahkan sesekali ia meremas nya kuat. Chila akhirnya berhasil memberikan kesaksian atas apa yang ia lihat.


Chila sendiri tidak tahu, apakah itu termasuk pembunuhan atau apa, karena saat itu dirinya sudah keluar dan saat mendengar suara teriakan, ia membuka pintu dan melihat salah satu dari mereka sudah berlumur dengan darah serta pisau yang di genggam oleh salah satu dari mereka.


“Apakah saudara benar tidak mengenal mereka?” tanya polisi itu lagi.


Chila menggelengkan kepala nya, “Saya tidak mengenal mereka,” ujar Chila jujur, “A—apakah dia meninggal?” tanya Chila sedikit takut.


“Korban langsung meninggal dunia di tempat kejadian.” Jawab polisi.


Seketika itu juga, air mata Chila langsung menetes, mengalir dengan begitu deras tanpa permisi. Ia kembali teringat akan sebuah ayat yang mengatakan bahwa, “Dimana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh” (QS. an-Nisa [4]: 78).


Chila merasa sangat tertampar akan kejadian ini. Rasa takut kembali menyelimuti hati dan perasaan nya. Dua anak muda itu masih sangat muda, dan hanya karena sebuah pertengkaran atau permasalahan kecil bisa mengakibatkan hal sefatal ini.


Tidak ada yang tahu kapan dan bagaimana kita akna berpulang. Namun, bukankah sudah selayaknya kita mulai berbekal diri?

__ADS_1


Chila memeluk perut nya, ia mulai merasakan takut saat sadar tidak akan lama lagi ia akan menghadapi persalinan. Memang benar, semua sudah di gariskan, namun apakah dirinya siap jika dirinya juga akan berpulang di usia muda seperti gadis di toilet tersebut.


Chila menoleh, menatap suami nya. Ia kini merasa sangat bersalah karena sudah terlalu lama mendiamkan laki laki itu. Padahal ia tahu jelas bahwa suami nya sudah benar benar tulus meminta maaf dan berubah.


Namun, mengapa sulit untuk nya memaafkan. Memang siapa dirinya? Hanya seorang Arshyla Savina, sementara Sang Maha Pencipta saja, sudah memaafkan kesalahan para hamba-Nya.


Dan seketika itu juga, tangis Chila pecah. Membuat Mike dan juga beberapa polisi yang ada di sana menjadi bingung.


“Sayang, kamu kenapa?” tanya Mike panik, karena wanita itu terus menangis seraya memeluk perut nya.


Dengan cepat, Mike menekan tombol emergency, ia khawatir dan mengira bahwa kandungan Chila kembali bermasalah.


“Lebih baik Bapak semuanya pergi. Bukankah istri saya sudah memberikan kesaksian, dan gara gara kalian, istri saya kembali seperti ini!” ucap Mike menahan marah dan memberikan tatapan tajam nya kepada polisi tersebut.


“Sekali lagi kami minta maaf, bila kedatangan kami justru membuat istri anda seperti ini. Tapi satu hal lagi yang ingin kami sampaikan, bahwa tersangka sangat ingin bertemu dengan saudara Arsyla. Dan juga, kami masih membutuhkan kesaksian saudara saat di persidangan nanti,” ujar polisi itu panjang lebar, seraya menatap Chila, sebelum akhirnya mereka benar benar pergi meninggalkan ruangan Chila.


“Shitt! Kemana dokter itu!” pekik Mike semakin panik dan frustasi ketika tidak ada juga dokter yang datang setelah ia menekan tombol darurat tersebut.

__ADS_1


...~To be continue ......


__ADS_2