Bukan Surga Impian

Bukan Surga Impian
Membaik


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Kesehatan Chila semakin membaik. Wanita itu, kini sudah bisa duduk bersandar dan memangku Yusuf sendiri tanpa bantuan siapapun.


Dan sejak pagi kedatangan Yusuf, Chila tidak mau lepas sama sekali dari putra nya tersebut.


"Sayang, makan dulu ya?" tanya Mike menghampiri Chila yang tengah bermain dengan Yusuf.


Chila menggelengkan kepala nya, "Aku belum lapar, Mas," jawab Chila tanpa menatap sang empu nya.


"Bagaimana kalau kamu nanti sakit hem? Kamu tidak bisa main apalagi gendong Yusuf lagi. Apa kamu juga tidak ingin memberikan dia Asi-mu?" tanya Mike seketika membuat Chika terdiam.


Ia seperti berfikir, ada benar nya juga. Ia sangat ingin memberikan asi kepada Yusuf. Namun, ia merasa biasa saja, tidak seperti yang di ceritakan para sahabat nya saat habis melahirkan akan mengalami bengkak pada pyu daara nya.


Mungkin, karena dirinya sudah terlalu koma, jadilah asi nya kering.


"Kalau sudah kering, apakah masih bisa mengeluarkan asi lagi?" tanya Chila mendongakkan kepala menatap Mike.


"Justru itu, kamu harus banyak makan, agar kesehatan kamu segera pulih. Setelah itu, baru kita bisa konsultasi ke dokter, aku yakin, Dokter punya solusi terbaik. Yang penting, kamu harus sembuh dulu," ujar Mike lalu ia mendudukkan dirinya di kursi dan mengambil piring makanan di sebelah nya.

__ADS_1


"Tapi bagaimana kalau nanti ternyata gak bisa?" tanya Chila dengan ekspresi wajah sedih nya.


"Pasti bisa," kata Mike terus meyakinkan, "Sekarang makan dulu ya."


Dengan lembut, telaten dan penuh perhatian. Mike menyuapkan makanan kepada Chila. Sementara wanita itu, terus bermain dengan Yusuf, hingga membuat bayi itu tak henti henti nya tersenyum dan tertawa.


Mike terlihat persis seperti seorang ayah yang sedang menyuapi anak gadis nya sambil bermain boneka. Membuat nya kadang ingin tertawa sendiri saat melihat bagaimana Chila bermain dengan Yusuf.


Cklek!


"Assalamu'alaikum, Arsy, ka— mi da—tang," ucap para sahabat Chila yang tidak tahu bahwa ternyata di dalam ruangan ada suami dari sahabat nya.


Namun, mereka mengira bahwa Mike pasti ada di rumah bersama putra mereka. Dan mengira bahwa yang menjaga Chila adalah tante Anna atau ayah Rasya.


"Walaikumsalam," jawab Chila tersenyum, sementara Mike menjawab nya dengan ekspresi wajah datar.


Bukan tidak suka. Namun, begitulah Mike, bila di depan orang luar ia sangat sulit menampakkan wajah hangat nya. Dan semua itu seperti sudah di setting otomatis, bahwa ia harus bersikap datar pada orang luar.


"Selamat siang Om," ucap Jesika menyapa Mike, dan langsung di balas anggukan kepala saja.

__ADS_1


"Minum dulu," ujar Mike dengan lembut memberikan minuman kepada istri nya, tak lupa beberapa obat serta vitamin juga ia siapkan untuk Chila.


"Aku akan menunggu di luar, agar tidak mengganggu," imbuh Mike berpamitan.


"Terimakasih," tutur Chila tersenyum, membuat hati Mike seketika langsung meleleh dan bahagia.


"Sama sama, cup." balas Mike langsung mengecup kening Chila, hingga membuat wanita itu merasa malu dan tersipu karena Mike mencium nya di depan para sahabat nya.


"Saya titip istri saya, kalau ada apa apa bisa tolong panggil saja di ruangan sebelah," ujar Mike kepada para sahabat Chila, sebelum akhirnya ia keluar.


"Aku heran, laki laki kenapa pada kaku sih ya? Gak bisa apa santai aja gitu, contoh nya kaya suami ku." ucap Jesika menggelengkan kepala nya.


Memang benar, semua laki laki pasangan mereka rata rata memiliki wajah kaku bak kulkas enam belas pintu.


Dari Mike, Clayton, Kenzo bahkan Hary. Padahal dulu mereka sangat tengil, namun seiring bertambahnya usia, mereka semakin dingin dan datar.


Tapi untuk Kenzo dan Hary masih bisa di ajak bercanda walau sedikit, sedangkan Clayton dan Mike. Oh, tidak perlu di tanyakan lagi, mereka sudah benar benar seperti manusia kutup, yang hanya mencair saat bersama pasangan nya saja.


...~To be continue......

__ADS_1


__ADS_2