
...~Happy Reading~...
Setelah membaca kertas yang di bawa leh Mike, seketika itu juga membuat darah Farel semakin mendidih. Bagaimana tidak bila surat itu ternyata adalah surat pernyataan dari dokter obgyn. Yang mana itu berarti Chila sedang mengandung.
Tak hanya papa Farel dan mama Crystal yang terkejut, namun Aldi, Michele dan Mike sendiri juga sangat terkejut. Tidak ada yang tahu bahwa wanita itu sedang hamil.
“Puas kalian hah? Puas!” seru papa Farel menyalahkan kedua anak nya. "Istri kamu hamil Mike! Dan kamu membuat nya pergi!"
"Dan jangan bilang kalau kamu tidak tahu tentang kehamilan ini?" tanya papa Farel dengan menahan emosi yang sudah meledak meledak sejak tadi.
"Mike tidak tahu Pa. Mike—" Laki laki itu hanya mampu menundukkan kepala nya. Ia teramat sangat menyesal mengetahui bahwa istrinya sedang hamil.
Bahkan, Mike kembali mengingat perlakuan nya kepada Chila kemarin. Dimana dia memperlakukan istrinya dengan begitu kasar, bahkan ia sampai menampar nya dua kali.
Bayangan demi bayangan tangisan Chila selah menjadi hantu yang menggentayangi pikiran Mike, hingga membuat laki laki itu begitu frustasi. Tangan nya begitu bergetar ketika membaca ulang kertas yang di berikan oleh Clayton sewaktu di rumah sakit. Bagaimana ia bisa tidak tahu bahwa istrinya tengah hamil. Batin nya begitu menyesal.
“Aldi, lebih baik kamu bawa istri kamu! Dan jangan pernah bawa dia ke rumah ku! Mulai sekarang, rumah ku tidak akan menerima kalian lagi sebelum kalian bisa menemukan keberadaan Chila!” ucap papa Farel dengan ekspresi wajah datar nya.
“Papa!” seru Michele langsung menangis dan memeluk papa nya, “Maafin Michele. Sungguh Michele gak nyangka kalau semua akan jadi seperti ini hiks hiks. Maafin Michele Pa.”
“Maaf kamu bilang? Minta maaf sama Chila, dia anak kamu!” ucap papa Farel dingin dan langsung menepis putri nya dengan cukup kasar, “Papa kecewa sama kalian!”
__ADS_1
“Papa!” jerit Michele semakin histeris, namun dengan cepat Aldi memeluk istri nya.
“Kita pulang,” ujar Aldi tak kalah datar, dan langsung membukakan pintu mobil untuk istrinya.
Sebenarnya Aldi juga sangat kecewa dengan Michele. Namun, ia juga tidak bisa iktu marah padanya, karena sang ayah sudah memberikan pelajaran kepada Michele, bila dirinya ikut ikutan maka bisa di pastikan esok ia tidak akan menemukan istri ajaib nya lagi. Karena hingga saat ini, bahkan putra nya saja masih enggan untuk menemui Michele.
Jangankan untuk menemui, sekedar mengangkat telfon atau membalas pesan chat mama nya saja, Faaz tidak melakukan itu lagi sejak kejadian beberapa bulan yang lalu.
Melihat kepergian sang kakak, akhirnya Mike pun juga segera pergi untuk melanjutkan pencarian istrinya. Tujuan nya kali ini adalah rumah sakit. Ia akan menemui dokter yang menangani Chila, dan berharap ia akan mendapatkan petunjuk kemana istri nya pergi.
Mike semakin merasa bersalah kala mengetahui istrinya hamil dan sempat periksa di rumah sakit yang sama dengan dirinya menemani Els. Seketika itu juga, Mike berfikir, mungkinkah Chila mengetahui semuanya dari sana?
‘Arrrkkkhhhhh!” pekik nya begitu frustasi.
Sementara itu, di mansion utama. Farel masih menggenggam kertas hasil pemeriksaan Chila, dan membawa nya masuk ke dalam. Tepatnya kamar Aiden dan Felly.
Brakkk!
Dengan kasar, Farel mendobrak pintu itu hingga langsung terbuka, karena memang pintu itu sedang tidak di kunci. Aiden dan Felly masih berkabung, bahkan saat pintu di buka kasar oleh Farel pun, ia masih bisa melihat bagaimana wanita itu menangis di pelukan Aiden.
“Farel!” seru Aiden tidak menyukai sikap lancang sepupu nya.
__ADS_1
“Puas kamu Fel! Gak cukup kamu membuat onar tiga puluh lima tahun yang lalu! Gak puas kamu Fel, kenapa kamu tidak bisa belajar dari kesalahan sebelum nya!” seru Farel tiba-tiba langsung mencengkram bahu Felly.
“Farel!” seru Aiden semakin marah dan berusaha menepis tangan Farel dari istri nya.
“Diem Bang!” sentak Farel langsung mendorong tubuh Aiden tak kalah kasar.
"Kamu yang diam! apa apaan kamu datang langsung kaya gini!" seru Aiden seolah tak terima.
"Ini semua gara gara istri abang!" balas Farel membalas tatapan tajam dari Aiden. Lalu ia kembali mencengkram bahu Felly lagi dengan semakin erat, bahkan ia mengabaikan bagaimana wanita itu meringis karena nya.
“Kamu gila Fel. Kamu gila!” seru Farel lagi dan kini air mata nya suda berjatuhan membasahi wajah nya, setiap kali mengingat rasa sakit yang di rasakan oleh menantu nya.
“Fa—Farel .. hiks hiks a—aku ... “
“Kenapa kamu harus melakukan semua ini Fel, kenapa!” pekik Farel begitu frustasi, “Tidak cukup kah kamu menyakiti Celena? Tidak cukup kah kamu hampir menghancurkan rumah tangga Javier dan Celena, jawab Fel. Jawabbb!” seru nya langsung mendorong tubuh Felly ke kasur.
“Farel!” bentak Aiden yang tak terima istrinya di perlakukan seperti itu.
Umur mereka memang sudah tua, namun bila sedang marah jangan anggap remeh. Tenaga mereka masih sangat kuat walaupun sudah opa opa. Apalagi ini menyangkut menantu Farel dan calon cucu nya.
“Ada apa ini?” tanya seorang laki laki yang seolah nama nya terpanggil dan langsung ikut berkerumum di kamar lantai bawah yang tak lain adalah kamar Aiden dan Felly.
__ADS_1
...~To be continue ......