Bukan Surga Impian

Bukan Surga Impian
Berkumpul


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Hari demi hari berganti. Kini, usia kandungan Chila sudah memasuki trimester kedua. Couvade syndrome yang di derita Mike pun juga sudah mulai berkurang.


Tidak separah saat awal awal dulu. Apalagi perusahaan Mike dan Clayton menjalin kerjasama, yang mana membuat keduanya semakin sering bertemu.


Entah mengapa, setiap kali dirinya bersama Mike, ia merasa seperti orang normal. Bisa makan, dan beraktifitas seperti biasa. Namun, bila sehari saat tidak bertemu, maka Mike akan merasa tubuh nya sangat lemas dan seperti tidak memiliki tenaga sama sekali.


Awalnya, Shiena dan Chila merasa sedikit aneh. Namun, lama kelamaan, justru keduanya seperti memanfaatkan keadaan, dengan menyuruh Clayton dan Mike agar semakin dekat.


Setiap beberapa hari sekali, kedua wanita itu akan mengajak para suami nya untuk makan bersama. Dan karena sudah terlalu sering bertemu dan bersama, akhirnya kini kedua manusia kulkas itu sudah tidak se kaku seperti dulu. Bahkan, Clayton sudah mulai bisa mengontrol mulut nya agar tidak mengatakan hal menyakitkan untuk Mike lagi.


“Na, HPL kapan sih? Astaga, aku lihat nya begah banget, bukan nya istirahat aja sih di rumah,” kata Naura menggelengkan kepala nya melihat betapa besar nya perut Shiena yang sudah hampir memasuki HPL.

__ADS_1


“Tinggal menunggu hari aja sih,” jawab Shiena sambil memakan es krim nya, “Kalian berdua HPL nya kapan?” tanya nya menatap kedua sahabat nya.


“Masih lama,” jawab keduanya bersamaan.


Seperti biasa, setiap weekend, pasti crazy squad akan berkumpul di Butik. Dan kini, ketiga wanita hamil itu tengah berada di ruangan biasa, dimana mereka sering menghabiskan waktu untuk bersama. Sementara Susan dan Jesika berhalangan untuk hadir karena sedang ada acara keluarga.


Namun, meskipun hanya bertiga, mereka juga masih begitu heboh dan ramai seperti biasa. Terlebih setiap kali Shiena membahas tentang keanehan Mike kepada Clayton. Sungguh, Shiena baru menemukan adanya kasus seperti ini di dalam hidup nya.


Tak berbeda jauh dari Shiena, bahkan Chila sendiri juga heran mengapa suami nya bisa seperti itu kepada Clayton. Padahal, selama ini keduanya tidak akur.


Saat ketiganya tengah membahas tentang keanehan Mike dan Clayton. Tiba tiba, pintu ruangan itu di ketuk, dimana ternyata Mike sudah datang untuk menjemput istri nya.


“Assalamualaikum,” ucap Mike saat sudah di persilahkan untuk masuk.

__ADS_1


“Waaikumsalam,” jawab ketiga nya, lalu Chila langsung beranjak dari kursi dan menghampiri suami nya, “Kok udahan?” tanya Chila menatap wajah Mike.


“Tadi Bunda telfon, kalau Yusuf agak rewel. Kita pulang sekarang aja ya,” kata Mike seraya memperlihatkan log panggilan terakhir nya, dimana memang benar ada nama bunda Anna di sana.


“Om, Kenzo sama Clayton gak ikut kesini juga? Bukankah tadi kalian barengan ya?” tanya Naura menatap pada suami Chila.


Memang benar, tadi saat baru datang mereka memutuskan untuk ngopi bersama. Namun, karena bunda Anna menghubungi Mike, maka dari itu ia bergegas menjemput istri nya. Sedangkan Kenzo dan Clayton, laki laki itu justru masih begitu sibuk berdua di Kafe seberang butik untuk membahas entah apapun itu.


“Sepertinya mereka masih lama,” jawab Mike menatap jam di tangan nya, yang memang baru beberapa jam saja mereka mengobrol.


“Huh, ya sudahlah. Kamu hati hati ya Ar,” kata Naura memeluk dan cipika cipiki dengan Chila sebelum akhirnya wanita itu pulang.


“Tunggu!” ucap Shiena dengan tiba tiba, hingga membuat langkah kaki Mike dan Chila terhenti.

__ADS_1


...~To be continue .......


__ADS_2