
...~Happy Reading~...
Tok .. Tok ... Tok ...
Suara ketukan di pintu ruangan Mike membuat laki laki yang tengah berkutik dengan laptop nya itu langsung menghentikan pekerjaan nya sat melihat asisten nya memasuki ruangan nya.
“Ada apa?” tanya Mike to the point, tanpa menatap ke arah lawan bicara nya.
“Maaf Pak, kami menemukan pergerakan baru, silahkan anda lihat,” ujar asisten Mike yang bernama Ray seraya memberikan sebuah tab kepada Mike.
Beberapa orang suruhan Mike memberikan informasi bahwa kini Chila tengah berada di salah satu rumah sakit yang berada di Italia.
Sungguh Mike tidka pernah terpikirkan bahwa istrinya ada di negara itu, selama ini, ia mencari Chila di Jerman dan Korea juga seluruh Indonesia. Maka dari itu ia tidak menemukan petunjuk apapun. Dan kini, pada akhirnya ia mendapatkan kabar itu dari salah satu orang yang ia suruh untuk mengintai kediaman ayah mertua nya.
__ADS_1
Laki laki dengan wajah yang sudah di penuhi bulu bulu halus di dagu nya itu kini menyunggingkan sedikit senyuman nya. Setelah beberapa bulan, akhirnya kini dirinya menemukan sebuah titik terang, walau hanya berupa titik, namun kesempatan tidak akan datang untuk kedua kalinya.
“Buatkan jadwal penerbangan untuk ku.” Ucap Mike dan Ray pun segera menganggukkan kepala nya dan segera pergi.
Seperginya Ray dari ruangan nya, Mike langsung menatap foto di atas meja kerja nya lagi, foto yang selama ini menemani hari harinya melewati masa sulit. Rasanya begitu sesak setiap kali ia melihat foto itu, mengingat bagaimana kenangan demi kenangan yang ia lalui bersama. Kenangan paling menyakitkan saat tangan nya dengan begitu tega memberikan rasa sakit pada wajah mulus nya.
‘Akan ku ceritakan bagaimana sesak nya hati ku saat berjauhan dengan mu. Dan kamu harus tahu bagaimana aku begitu menyesal telah menyakiti mu. Ku mohon, tunggulah aku, beri aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya.’ Gumam Mike begitu lirih lalu ia mengecup foto sang istri.
Rasa tak sabar untuk menemui sang pujaan hati, membuat hati Mike berdetak dengan begitu cepat. Ia berhasil, iya dirinya berhasil menemukan keberadaan istrinya sebelum bayinya lahir. Bukankah itu berarti ayah mertua nya akan memaafkannya dan menerima nya lagi? Begitu pikir Mike.
Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam, kini Mike sudah tiba di sebuah rumah sakit yang di maksud kan oleh orang orang nya. Ia segera bergegas untuk masuk dan bertanya tentang pasien dengan nama lengkap sang istri.
Benar! Ia merasa seperti mendapatkan Jackpot yang begitu besar saat perawat itu mengatakan bahwa pasien atas nama itu berada di rumah sakit itu. Namun, Mike harus menelan kekecewaan saat mengetahui bahwa istrinya sudah tidak ada di sana.
__ADS_1
“Pasien sudah meninggalkan rumah sakit beberapa jam yang lalu.”
Itulah yang di katakan oleh petugas rumah sakit yang membuat kaki Mike kembali merasa lemas karena sudah terlambat.
Mike mencoba meminta data data atau tempat tinggal pasien, namun sayangnya petugas itu tidak memberikan nya. Walaupun ia sudah mengatakan bahwa ia adalah suami pasien sampai Mike harus menunjukkan bukti berupa buku pernikahan nya. Namun semua itu sia sia, karena petugas itu tetap tidak mau memberitahu nya.
Bukan tidak mau, hanya saja petugas itu masih menyayangi nyawa nya dan keluarga nya. Ia tidak berani melawan atau berurusan dengan Klan C, sang ketua mafia yang paling berkuasa di negara itu.
‘Kemana lagi aku harus mencari mu Sayang,’ gumam Mike menghela napas nya dengan berat. Kepala nya kembali berdenyut dengan begitu nyeri, namun ia berusaha untuk tetap kuat dan bertahan.
Setidaknya, ia sudah mengetahui bahwa Chila berada di negara itu. Jadilah ia memutuskan untuk mencari Hotel terlebih dulu untuk istirahat, karena sungguh kepala nya sejak tadi berdenyut dengan cukup hebat. Ia tidak ingin tumbang atau sakit, karena ia harus menemukan keberadaan sang istri.
...~To be continue ......
__ADS_1