
...~Happy Reading~...
Jarum jam sudah menunjuk angka sepuluh malam. Namun belum ada tanda tanda Mike akan pulang. Padahal, tadi dirinya menelfon Mike dari jam tiga sore. Namun, mengapa hingga jam segini belum pulang juga? Batin Chila.
Sejak tadi, sehabis sholat isya' Chila hanya duduk di sofa ruang tamu sambil bersandar dan mengusap perut besar nya. Berharap, Mike akan segera pulang dan membawakan makanan yang ia inginkan.
'MasyaAllah, kenapa kamu hanya anteng saat bersama Abi mu, hem. Sabar ya, sebentar lagi Abi pulang," ujar Chila sedikit meringis saat bayi yang ada di kandungan nya terus menendang hingga membuat perut bagian bawah nya semakin terasa sakit dan ngilu.
Tak berapa lama, Chila mendengar suara deru mobil, yang ia yakini adalah mobil suami nya. Dengan perlahan, wanita itu beranjak dari tempat duduk dan bergegas membuka pintu.
"Assalamu'alaikum," ucap Mike ketika membuka pintu.
"Wa'alaikumsalam," balas Chila yang baru saja berjalan beberapa langkah menuju pintu.
"Kenapa disini?" tanya Mike saat melihat ternyata istrinya sudah menyambut kedatangan nya.
"Bukankah tadi bilang sebentar lagi? Kenapa sampai jam segini?" kata Chila malah balik bertanya.
"Kamu menunggu ku?" tanya Mike dengan sedikit senyum tersungging di wajah nya.
__ADS_1
"Tidak!" jawab Chila dengan cepat menggelengkan kepala nya, "A—aku menunggu makanan ku." imbuh nya berbohong.
Mike hanya tersenyum tipis, ia tahu bahwa istrinya berbohong. Namun ia juga memilih untuk mengiyakan saja.
"Ini, tadi aku sudah ke beberapa toko yang ada di sekitar sini, tapi kosong. Nadin sempat menawarkan, hanya saja ternyata sudah di makan sama anak nya dan habis." jelas Mike seraya memberikan sebuah bingkisan kepada Chila.
"Lalu, ini beli dimana?" tanya Chila membuka bingkisan tersebut.
"Madiun," jawab Mike seketika membuat Chila langsung membulatkan mata nya dengan sempurna, "Dan itu aku beli langsung di pabrik nya. Jadi masih sangat baru!"
"Jadi kamu pulang telat karena—"
Bukankah seharusnya Chila yang meminta maaf? Karena dia meminta makanan yang ternyata sulit di dapatkan, dan membuat Mike harus bolak balik Jakarta-Madiun dalam waktu singkat? batin Chila merasa tak enak hati.
"Maafin Chila," gumam wanita itu langsung menundukkan kepala nya, "Seharusnya Chila yang meminta maaf. Karena sudah meminta macem macem."
"Hey, jangan begitu. Aku justru bahagia kalau kamu meminta begini, sebisa mungkin pasti akan aku turutin, jangan begini." tutur Mike dengan lembut lalu ia menarik dagu Chila agar mendongak ke atas.
"Jangan pernah meminta maaf lagi, karena ini bukan salah kamu. Oke," imbuh Mike membuat Chila semakin merasa tak enak.
__ADS_1
Mike pun akhirnya mengajak Chila untuk kembali ke kamar. Mike tahu bahwa sejak tadi Chila terus duduk di ruang tamu, yang mana pasti merasa begitu lelah.
Sebenarnya sejak tadi ayah Rasya sudah menghubungi Mike berulang kali mengatakan bahwa Chila sudah menunggu laki laki itu untuk pulang. Maka dari itu, Mike tidak mau pulang hanya dengan tangan kosong.
"Makanlah," ujar Mike duduk berjongkok di depan Chila yang sudah duduk di sofa kamar.
"Lebih baik, Mas mandi dulu," kata Chila yang merasa malu dan tak enak bila akan memakan makanan tersebut di depan Mike.
"Aku akan mandi, setelah melihat kamu makan," ucap Mike yang masih setia menatap wajah istri nya.
"Chila akan makan, setelah Mas selesai mandi. Pasti Mas juga belum sholat kan?"
"Tadi sholat maghrib di Bandara. Hanya tinggal Isya' yang belum."
"Makanya, buruan gih mandi dulu habis itu sholat." perintah nya tanpa bisa di ganggu gugat.
Mau tak mau, akhirnya dengan berat hati, Mike menuruti kemauan Chila. Padahal, ia sangat ingin melihat wanita itu memakan makanan yang sudah ia dapatkan dengan susah payah. Setidaknya, dengan melihat Chila memakan makanan itu, rasa lelah nya bisa terobati.
...~To be continue.. ...
__ADS_1