Bukan Surga Impian

Bukan Surga Impian
Ke Butik


__ADS_3

...~Happy Reading~...


"Assalamu'alaikum," sapa Chila ketika memasuki Crazy boutique.


"Wa'alaikumsalam," jawab beberapa karyawan serentak langsung menghampiri Chila bersamaan.


"MasyaAllah, Bu Arsy sudah sehat? Alhamdulillah, akhirnya Ibu bisa datang lagi ke butik," tutur salah seorang karyawan itu langsung menyalami Chila dan memeluk nya.


Begitulah, Chila memang cukup dekat dengan para karyawan. Baginya, semua adalah keluarga, maka dari itu, sejak Chila menghilang, hamil, melahirkan sampai koma. Karyawan nya pun ikut merasakan kehilangan dan tak henti nya berdoa untuk kesembuhan Chila.


"Alhamdulillah, oh iya, siapa yang datang hari ini?" tanya Chila melirik ke tangga.


"Ada ibu Naura sama ibu Jesika di atas, Bu," jawab karyawan.


Chila menganggukkan kepala nya, lalu segera pamit untuk menuju lantai dua, dimana ruangan nya berada. Dan benar saja, saat dia memasuki ruangan, ia sudah melihat keberadaan Naura dan Jesika yang tengah berdebat soal desain.


"Astaga, jelek Jesika. Harusnya tuh begini," kata Naura berdecak seraya menunjuk arah gambar pilihan nya.


"Naura, selera kamu itu dari dulu bener bener payah deh. Pilihan kamu itu norak, gak akan ada yang mau beli kalau begini!" balas Jesika begitu kesal.

__ADS_1


"Norak gimana sih? Ini tuh bagus," kata Naura tak mau kalah.


"Assalamu'alaikum," ucap Chila tersenyum di ambang pintu, seketika membuat perdebatan antara Naura dan Jesika terhenti.


"Wa'alaikumsalam," jawab keduanya bersamaan.


"Nah, biar jelas dan adil. Kita minta pendapat Arsy, sini Ar!" kata Naura segera bangkit dan menarik tangan Chila agar duduk di kursi nya.


"Eh eh, ada apa sih ini?" tanya Chila terkejut saat dirinya di paksa untuk duduk di kursi.


"Kamu pilih antara dua gambar ini. Menurut kamu, mana yang bagus? Dan gak norak!" kata Jesika sedikit melirik ke arah Naura.


Pilihan Naura, di antara dua gambar itu hampir tidak ada beda nya. Dari segi warna, model dan ukuran sama. Hanya saja, yang membedakan adanya sedikit hiasan di gambar bunga milik Jesika, selain itu milik Jesika berkerah V. Sedangkan milik Naura bergambar aksen tengkorak serta kerah bulat.


Hanya itu saja yang membedakan, namun keduanya terus berdebat dan tak ingin mengalah satu sama lain.


"Menurut kamu gimana Ar? Aneh gak sih? Baju ginian gambar nya tengkorak? Bukan anggunly yang di dapat, tapi serem!" kata Jesika menghela napas nya kasar.


"Kok serem sih Jes? Daripada bunga bunga kaya gitu, apaan coba? Udah kaya taman bunga berjalan dong ntar?" balas Naura berdecak.

__ADS_1


"Oke oke, sudah berhenti dulu debat nya!" Chila langsung menghela napas nya dengan berat, "Jadi ini masalahnya hanya di gambar? Motif aja kan?" tanya Chila menatap kedua sahabat nya.


"Bukan hanya itu, noh kamu lihat gambar Jesika. Kerah nya kaya gitu nanti belahan dada kita kelihatan gak sih?" kata Naura membuat Chila kembali menatap gambar nya.


"Ya gak lah Ra, justru malah kelihatan sexii," ucap Jesika seraya memperagakan gaya yang cukup sensual.


"Kaya cabe cabean gak laku, Jes. Beneran deh," kata Naura dengan wajah datar nya menatap Jesika.


"Sialan kamu Ra! Udah, pokoknya pakai gambar ku aja, itu udah aku revisi beberapa kali loh!" keluh Jesika langsung memanyunkan bibir nya kesal.


"Gak mau! Harus pake gambar ku, enak aja. Mending kamu desain baju dinas aja deh Jes kalau mau yang sexy, jangan ini!" kata Naura kembali berdecak.


"Astaghfirullah, kalian mau sampai kapan sih berdebat? Gak malu sama anak anak kalian?" tanya Chila yang merasakan kepala nya mulai pusing mendengar perdebatan antara Jesika dan Naura yang hanya masalah motif saja.


"Biar adil, kita tetap pakai desain ini. Tapi, kita buat polos. Tidak ada bunga, apalagi tengkorak." kata Chila mengambil jalan tengah, "Atau kalian mau pakai gambar kuburan aja? Karena kan di kuburan ada bunga dan tengkorak. Jadi pas, desain kalian di padukan, jadinya kuburan."


"Polos aja!" jawab Naura dan Jesika bersamaan, hingga membuat Chila langsung terkekeh, saat melihat wajah kedua sahabat nya nampak sedikit tidak rela.


...~To be continue... ...

__ADS_1


__ADS_2