
...~Happy Reading~...
“Assalamualaikum, Mas,” ucap Chila ketika baru saja menyelesaikan sholat nya.
“Walaikumsalam, Sayang. Kenapa gelap? Kamu dimana?” tanya Mike ketika melakukan sambungan video Call namun layar nya menjadi hitam.
“Chila lagi di toilet Mas,” jawab Chila menggigit bibir bawah nya karena berbohong kepada sang suami.
“Ngapain ke toilet bawa HP?” tanya Mike mengerutkan dahi nya.
“Hehehe, tadi lagi ngobrol di grup sama Naura. Biasa lah, makanya Chila bawa HP nya ke toilet,” jawab Chila semakin menarik napas nya berat, “Oh ya Mas, kamu sudah sholat? Sudah makan belum?”
“Mas belum sempat sholat, nanti sebentar lagi mas akan sholat kok. Kamu sudah makan?” tanya Mike balik bertanya.
“Alhamdulilah, sudah.” Jawab Chila tersenyum tipis, “Mas lagi dimana?”
“Ini baru pulang dari kantor, mau mandi dulu habis itu istirahat,” jawab Mike terdengar menghela napas nya berat.
“Ah begitu, sana gih mandi. Baunya sampai sini loh,” kata Chila berusaha menggoda seperti biasa.
__ADS_1
“Mas rindu sama kamu,” jawab Mike lirih namun mampu terdengar di telinga Chila.
Chila tidak menjawab, wanita itu justru diam dan menggigit bibir bawah nya semakin erat karena kini air mata nya sudah luruh membasahi wajah nya. Ia tidak ingin Mike mendengar suara isak tangis nya.
“Mas, mandi dulu ya? Nanti sambung lagi. Chila sudah di tag terus sama Naura, karena lagi bahas masalah desain baru ini. Sebentar aja kok,” ujar Chila sampai menahan nafas nya.
“Baiklah, jangan terlalu malam tidur nya ya. Di sana pasti sudah malem banget, mas gak mau kamu sakit. Dan kayaknya nanti mas, gak bisa telfon lagi karena udah ngantuk banget.”
“Baiklah gapapa kok, sebentar lagi Chila juga tidur. Assalamualaikum Mas.”
“Walaikumsalam,” jawab Mike lalu sambungan telfon pun terputus.
Bila biasanya Chila selalu mendapatkan ketenangan usai melakukan sholat. Berbeda dengan kini, justru perasaan nya semakin resah, gelisah dan juga kacau. Ia merebahkan badan nya di atas tempat tidur masih dengan memakai mukena. Ia memeluk bantalnya dan memejamkan mata sambil terisak, hingga tanpa sadar ia terlelap dalam tangisan nya malam ini.
Sementara itu, di tempat yang berbeda. Tepat nya di mansion utama, Mike hendak segera pamit untuk pulang namun sejak tadi selalu di tahan.
“Tante, saya sudah memiliki istri. Dan saya rasa sudah cukup selama ini saya menemani Els.” Ucap Mike menghela napas nya berat.
“Tapi Mike, hanya kamu yang di dengar sama Els. Dari dulu hanya kamu, dan kamu tahu kalau umur dia sudah tidak akan lama lagi, hiks hiks. Tante mohon,” pinta seorang wanita paruh baya menatap kepada Mike dengan penuh permohonan.
__ADS_1
“Tante—“
Pranggggg!
Mendengar suara benda yang pecah dari lantai dua, seketika membuat kedua nya langsung mengalihkan pandangan ke lantai atas.
“Els!” pekik keduanya dan langsung berlari menaiki tangga menuju kamar Els.
“Els buka pintu nya Sayang! Els, buka!” teriak wanita paruh baya itu yang tak lain adalah ibu dari Els, mom Felly.
Ia begitu panik dan khawatir mendengar suara pekikan dari kamar putri nya. Air mata yang sejak tadi sudah hampir kering, kini nyatanya semakin deras membasahi wajah nya.
“Els, buka Els.” Ucap Mike ikut mengetuk pintu kamar Els.
“Pergiii!” teriak Els dari dalam kamar nya lalu kembali terdengar suara beberapa barang jatuh dan pecah.
Semakin khawatir dan takut terjadi sesuatu seperti yang sudah sudah, akhirnya Mike memutuskan untuk mendobrak pintu kamar Els.
Arrrrkkkkhhhhhh!
__ADS_1
...~To be continue .......