Bukan Surga Impian

Bukan Surga Impian
Arti Sahabat


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Hari ini, Chila sudah di perbolehkan pulang oleh Dokter. Ia juga sudah menghubungi Shiena agar tidak perlu menjemput nya. Namun, siapa sangka, wanita itu tetap kekeuh menjemput Chila di rumah sakit. Chila tahu, bahwa hari ini Mike pergi ke kantor, jadilah Chila tidak begitu takut bila akan berpapasan dengan Mike di rumah sakit.


Rencana nya, ia akan kembali ke Indonesia sore ini, sebelum Mike mengetahui keberadaan nya. Setelah percakapan nya dengan Mike malam tadi, setidaknya Chila memiliki sedikit harapan. Bahwa Mike tidak akan pernah menduakan nya. Entah itu benar atau hanya untuk menenangkan nya.


Namun, Chila masih mencoba untuk percaya. Sejak awal, Chila menikah karena Allah. Semua yang terjadi dalam rumah tangga nya, semua sudah di atur dan di garis kan oleh Allah.


Bukan berarti Chila menyerah. Ia mencoba percaya kepada Mike, memberikan laki laki itu kesempatan kedua. Dan berharap, dengan keikhlasan nya ini, maka Tuhan akan membantu nya untuk menyadarkan Mike bahwa apa yang di lakukan laki laki tiu tidak lah benar.


Dan soal kehamilan nya. Hingga kini ia masih ingin merahasiakan nya. Karena ia tahu bahwa saat ini kondisi Els masih kritis dan ia tidak mau menambahi beban suami nya. Chila akan mengatakan kepada Mike saat suah tiba di Jakarta, dan saat Mike pulang.


Chila hanya ingin fokus dengan kandungan nya, ia ingin menutup mata dan telinga. Ia sudah pasrahkan semuanya kepada Sang Maha pencipta, maka ia akan berusaha untuk menerima, untuk saat ini.


Hingga saat nanti Tuhan menyuruh nya berhenti, maka saat itulah ia akan berhenti dan menyerah. Untuk saat ini, Tuhan masih menguatkan nya, masih menginginkan Chila untuk bertahan.

__ADS_1


“Jadi, apa kamu yakin mau ikut balik sama kita Ar?” tanya Shiena membuka percakapan ketika sudah berada di dalam mobil.


Ya, rencana nya Chila akan pulang hari ini, karena akan pulang dengan Shiena dan Clayton. Karena Clayton membawa pesawat pribadi, jadilah ia tidak perlu lagi harus memesan tiket atau mencari jam keberangkatan yang sesuai. Selain itu, bila dirinya bersama dengan Clayton dan Shiena, Chila merasa sedikit aman.


“Hemm, baiklah,” jawab Chila menganggukkan kepala nya, “Maaf ya, aku ngerepotin kalian.” Imbuh Chila dengan mata berkaca kaca.


“Ar, aku gak tahu sebesar apa masalah yang saat ini kamu sedang hadapi. Tapi kita ini sahabat Ar, insyaallah kita semua akan selalu ada buat kamu. Kapan pun kamu butuh, kami akan selalu ada buat kamu Ar. Iyakan Sayang?” imbuh Shiena menggenggam tangan suami nya sambil melihat ke arah belakang.


“Iya, jangan sungkan sama kami, Ar. Kita sudah lama bersahabat kan. Kami menghargai privasi kamu, tapi tolong bila kamu sudah tidak sanggup menahan beban itu sendiri, jangan ragu untuk membaginya sama kami.” Sambung Clayton panjang lebar.


“Terimakasih,” jawab Chila menganggukkan kepala nya dengan tersenyum, namun juga wajah nya berlelehan air mata.


Karena belum makan, akhirnya Shiena mengangguk setuju. Ia tidak boleh egois, karena kini ia juga harus memberi asupan makan untuk calon anak nya. Meskipun hatinya masih begitu sesak dan mungkin akan sulit untuk makan, namun ia tetap harus memaksa nya.


“Mamii, mau pipisss,” ucap Claire saat hendak duduk, membuat Shiena mengurungkan niat nya untuk duduk

__ADS_1


Shiena dan Clayton memang tidak membawa pengasuh untuk Claire, karena anak nya sudah besar dan menolak untuk di asuh oleh suster. Jadilah mereka hanya pergi bertiga.


“Kalian pesan makanan saja dulu. Biar aku temani Claire ke toilet,” kata Shiena pamit dan menggandeng tangan Claire menuju toilet.


“Pesan lah Ar,” ujar Clayton memberikan buku menu kepada Chila.


“Emmt Clay, seperti nya aku akan menyusul Shiena ke toilet deh. Perut aku mual banget,” kata Chila menarik napas nya panjang saat merasakan perut nya bergejolak.


Namun, baru saja ia berdiri dan berjalan beberapa langkah, tiba tiba ia kembali merasakan kram di perut nya, hingga membuat nya hampir terjatuh.


“Auuwhhh!” ringis nya menggigit bibir bawahnya.


“Kamu gapapa?” tanya Clayton spontan langsung beranjak dan hendak membantu Chila untuk bangkit.


“Sakit Clay, perut aku sakit banget,” desis Chila memejamkan mata nya, ia merasa kesulitan untuk bangkit walaupun sudah di bantu oleh Clayton, hingga tiba tiba suara bariton seseorang membuat nya tersentak dan terkejut.

__ADS_1


“Arshyla Pranata!”


...~To be continue ......


__ADS_2