
...~Happy Reading~...
Malam harinya, kini Clayton dan Mike baru saja tiba di Vila yang sudah di kirimkan alamat nya oleh istri masing masing. Meskipun keduanya berada di dalam pesawat yang sama dan tujuan yang sama. Namun, jangan mengira bahwa keduanya juga akan menaiki mobil yang sama.
Mike dan Clayton memilih untuk memesan taxi yang berbeda untuk menuju Vila. Entahlah, setelah beberapa jam menghabiskan waktu berdua, bukan kedekatan dan ke akraban yang di dapatkan, melainkan semakin renggang nya hubungan mereka.
"Assalamu'alaikum," ucap Mike saat memasuki Vila yang dan langsung di sambut hangat oleh istrinya.
"Walaikumsalam," jawab Chila tersenyum daan merasa sedikit bersalah, karena sudah meninggalkan suaminya di Bandara.
"Kamu gapapa kan?" tanya Mike langsung mengecup kening istrinya dan meneliti keadaan Chila dengan seksama.
"Istri mu akan jauh lebih aman bersama kami. Justru pertanyaan itu yang harus di dapatkan oleh mu saat membawa Arsy berdua doang?" saut Clayton yang baru saja masuk ke dalam Vila dan langsung nyelonong begitu saja.
"Kita pindah aja ya. Kita cari Hotel!" kata Mike yang sudah lelah untuk berdebat dengan Clayton.
"Tapi Mas—"
"Ckckc sekali pecundang tetap saja pecundang. Hanya begini saja sudah takut dan menyerah. Sudahlah Ar, lebih baik kau tinggalkan om om itu, dan mencari yang lebih muda!" kata Clayton lagi dengan begitu sinis melirik ke arah Mike.
"Kenapa sih? Kalian baru datang kenapa harus bertengkar begini!" keluh Kenzo yang menghampiri ke ruang tamu saat mendengar suara Clayton datang.
"Ken, bisakah aku meminta tolong. Antarkan Clayton ke kamar nya untuk bertemu Shiena." ucap Chila seraya menghela napas nya berat.
"Baiklah, dia memang hanya bisa anteng kalau di dekat pawang nya. Sorry Ar, dan om maaf atas nama teman saja, silahkan masuk. Jangan hiraukan dia," kata Kenzo sopan lalu ia segera menarik tangan Clayton dan mengajak nya ke kamar.
"Lepas!" ucap Clayton berusaha melepaskan tangan Kenzo.
"Gak!" tolak Kenzo menggelengkan kepala nya dan terus mengajak Clayton berjalan menuju kamar, "Kamu kenapa sensitif banget sih sama suami Arsy? Yang hamil itu istri mu, bukan kamu!"
"Aku tidak sensitif dengan nya. Hanya saja malas!" ralat Clayton datar.
"Sama saja anjr! Sudahlah, ini kamar kalian! Lebih baik kau masuk dan jangan keluar sebelum besok pagi! Aku juga mau istirahat, pusing aku denger perdebatan kalian!"
Setelah mengatakan itu, Kenzo pun segera mengetuk pintu kamar Shiena dan meninggalkan Clayton begitu saja.
__ADS_1
Sementara itu, masih di ruang tamu. Chila terus membujuk Mike agar mau tetap berada di Vila milik Kenzo. Ia berusaha meyakinkan Mike bahwa Clayton tidak akan memancing amarah nya lagi.
"Ada Dokter Lucas juga di sini. Umur Mas dan dia hampir sama. Jadi aku yakin, Mas bisa cepat akrab dengan nya. Dia bisa menempatkan diri dengan siapapun, kalau memang Kenzo, Harry atau Clayton tidak cocok dengan Mas."
Chila menggenggam tangan Mike dengan begitu rmbut. Matanya menatap mata hanzel suaminya dengan begitu intens.
"Baiklah, berapa hari aku harus bertahan disini?" tanya Mike pada akhirnya.
Ia begitu lemah setiap melihat wajah istrinya yang sedang memohon begitu.
"Hanya tiga hari." jawab Chila dengan cepat.
Mau tak mau, akhirnya Mike menganggukkan kepala nya dan menyetujui permintaan sangat istri. Walau sebenarnya hatinya begitu berat untuk menerima.
Jangankan tinggal bersama dengan Clayton, hanya bertatap muka saja, sebenar nya Mike merasa sangat muak dan malas.
**
***
****
"Mas udah sholat belum?" tanya Chila seraya menyiapkan pakaian untuk suami nya.
"Sholat apa? Maghrib, isya sudah. Tapi sholat sunnah nya yang belum," jawab Mike seraya memeluk Chila dari belakang, hingga membuat wanita itu sedikit terkejut.
"Mas, kamu masih capek. Tadi kenapa bisa telat banget sih datang nya?" tanya Chila mengelak dan mengalihkan pembicaraan.
"Tiket pesawat nya habis. Hanya tinggal di jam lima. Itupun aku dapat yang biasa," keluh Mike langsung menghela napas nya berat.
Ia kembali mengingat, bagaimana tadi dirinya berebut tiket pesawat dengan Clayton. Karena memang tiket bussiness clas hanya tersisa satu."
"Lalu?" tanya Chila memutar badan nya untuk menatap ke arah Mike.
"Tiket itu rusak, akhirnya kami naik ekonomi clas," jawab Mike memejamkan mata nya sekilas.
__ADS_1
Sangat terlihat dengan jelas bagaimana lelah dan kesal nya wajah laki laki tersebut. Dan Chila juga paham, bagaimana Mike yang begitu kesal dengan Clayton. Dan rasa bersalah nya kian memuncak kala mengingat hal itu.
"Maafin Chila, Mas," gumam wanita itu langsung menundukkan kepala nya karena merasa bersalah.
"Jangan meminta maaf, karena ini bukan salah kamu. Aku yakin, kamu tidak ada niat seperti ini, cup." kata Mike kembali mengecup kening istrinya dengan begitu lembut.
"Mandi gih, Chila siapin baju dan sajadah nya, kita sholat sunnah," ucap Chila malu malu, membuat Mike langsung tersenyum dan semakin gemas dengan istri nya.
Tentu saja Mike tahu arti kata yang di maksud oleh istrinya. Sholat sunnah, yang mana artinya mereka akan kembali mengarungi surga dunia yang sering di lakukan oleh pasangan suami istri lain nya.
"Tunggu aku, Cup." Setelah mengecup bibir Chila, Mike segera bergegas masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan diri yang memang sudah cukup lengket karena hampir seharian dirinya menguras tenaga berdebat dan bergelut dengan Clayton.
**
***
****
Pagi harinya, semua para wanita sudah berkumpul di dapur untuk memasak. Naura sengaja mengajak para sahabat nya untuk memasak bersama. Naura hanya menyuruh pembantu nya untuk datang dan bebersih saja.
Dan untuk urusan masak, ia akan lakukan sendiri dengan para sahabat nya. Tentu saja, dengan di sertai oleh candaan dan tawa yang mampu membuat para suami terganggu dalam tidur pagi nya.
"Sumpah, aku masih gak nyangka kalau mereka begitu hahaha!" kata Naura di sela tawa nya.
"Ku pikir rencana ku bisa berhasil. Tapi ternyata memang dua manusia itu sangat sulit untuk akur," keluh Shiena menghela napas nya berat, "Kalau begini caranya nanti gimana kalau ternyata anak kami berjodoh? Ya Allah, kasihan dong anak anak bila harus memperjuangkan restu dari ayah mereka?"
"Ya ampun Na, anak kamu masih belum kelihatan hilal nya. Lagian nih ya, masih ada sekitar dua puluh tahunan lagi untuk mereka menikah kalau memang berjodoh," saut Jesika mendengus kesal setiap kali Shiena berbicara tentang perjodohan anak anak.
"Iya juga sih, masih lama. Tapi tetap saja Jes, kalau ayah nya saja tidak mau akur bagaimana coba?" kata Shiena memanyunkan bibir nya dengan kesal.
"Ya kulkas kau adu sama kulkas, gak akan bisa nyatu Na. Kecuali salah satu di antara mereka ada yang mau mengalah," kata Susan ikut bersuara.
"Ar, suami kamu gih suruh ngalah sama Clayton. Demi calon mertua Yusuf gitu," ucap Shiena langsung menatap ke arah Chila yang tengah fokus mengupas wortel.
"Astaghfirullah, Na. Kamu menyuruh suami ku mengalah sama Clayton, sama saja kaya kamu nyuruh Clayton puasa seminggu. Gak akan bisa!" jawab Chila menghela napas nya berat.
__ADS_1
"Doakan saja, mereka bukan anak kecil lagi. Berikan mereka waktu dan terus berdoa pokok nya supaya hilal menghampiri mereka dan mereka bisa akur seperti yang lain." imbuh Chila yang tak ingin mengambil pusing dan kembali melanjutkan pekerjaan nya.
...~To be continue... ...